Triduum Paskah, Wujudkan Peradaban Kasih

Suasana sakral semakin terasa saat nyanyian Exsultet dilantunkan, memaklumkan kabar sukacita atas karya keselamatan Allah. Gereja yang semula gelap perlahan dipenuhi cahaya, menjadi tanda hadirnya harapan baru bagi umat beriman. Dalam Liturgi Sabda, umat mendengarkan rangkaian bacaan Kitab Suci yang menelusuri sejarah keselamatan, mulai dari kisah penciptaan hingga kabar kebangkitan Kristus. Bacaan ini menegaskan kesetiaan Allah dalam menyertai perjalanan umat manusia sepanjang zaman.

Perayaan dipimpin oleh Pastor Agon Rusmaji, OFM. Dalam homilinya, ia mengatakan Sabtu Suci merupakan momen iman untuk tetap percaya di tengah keheningan. “Kita berdiri di antara salib dan kebangkitan. Keheningan ini bukan kosong, tetapi penuh dengan karya Allah yang tersembunyi,” ujarnya. Ia juga mengajak umat menjadikan terang Paskah sebagai kekuatan dalam kehidupan sehari-hari. “Terang Kristus tidak pernah padam. Kita semua dipanggil menjadi cahaya bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kegelapan hidup,” katanya.

Baca Juga :  Gereja GIDI Jemaat  Sion Calon Klasis Geya Wilayah Toli Ditahbiskan

Puncak dari seluruh Triduum adalah Minggu Paskah yang merayakan kemenangan mutlak Kristus atas kuasa kegelapan. Sukacita kebangkitan ini menjadi dasar iman kristiani bahwa kehidupan kekal telah dibuka bagi semua orang yang percaya. Pantauan Cenderawasih Pos di Setasi Agustinus Entrop, Misa Minggu Paskah pagi ini diikuti ratusan umat yang hadir bersama keluarga. Misa dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, RP. Heronimus Lebi, OFM.

Pesannya supaya yang lama diganti yang baru, kegelapan yang biasanya orang suka di situ diganti terang, kematian diganti kehidupan. Dalam bahasa modern kita ingin mewujudkan peradaban kasih, yang memelihara hidup dan terus mengembangkannya sampai ke kehidupan yang kekal. “Semestinya hidup diperbaharui, tidak seperti dulu lagi. Karena kita yakin Allah akan terus hadir, menyertai, dan menegakkan,” tutupnya. (jim/ade)

Baca Juga :  Terbanyak, Golkar Raih Enam Kursi di DPRD Kota Jayapura

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Suasana sakral semakin terasa saat nyanyian Exsultet dilantunkan, memaklumkan kabar sukacita atas karya keselamatan Allah. Gereja yang semula gelap perlahan dipenuhi cahaya, menjadi tanda hadirnya harapan baru bagi umat beriman. Dalam Liturgi Sabda, umat mendengarkan rangkaian bacaan Kitab Suci yang menelusuri sejarah keselamatan, mulai dari kisah penciptaan hingga kabar kebangkitan Kristus. Bacaan ini menegaskan kesetiaan Allah dalam menyertai perjalanan umat manusia sepanjang zaman.

Perayaan dipimpin oleh Pastor Agon Rusmaji, OFM. Dalam homilinya, ia mengatakan Sabtu Suci merupakan momen iman untuk tetap percaya di tengah keheningan. “Kita berdiri di antara salib dan kebangkitan. Keheningan ini bukan kosong, tetapi penuh dengan karya Allah yang tersembunyi,” ujarnya. Ia juga mengajak umat menjadikan terang Paskah sebagai kekuatan dalam kehidupan sehari-hari. “Terang Kristus tidak pernah padam. Kita semua dipanggil menjadi cahaya bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kegelapan hidup,” katanya.

Baca Juga :  TNI Bantah Tudingan OPM Terkait Pembakaran Rumah Warga

Puncak dari seluruh Triduum adalah Minggu Paskah yang merayakan kemenangan mutlak Kristus atas kuasa kegelapan. Sukacita kebangkitan ini menjadi dasar iman kristiani bahwa kehidupan kekal telah dibuka bagi semua orang yang percaya. Pantauan Cenderawasih Pos di Setasi Agustinus Entrop, Misa Minggu Paskah pagi ini diikuti ratusan umat yang hadir bersama keluarga. Misa dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, RP. Heronimus Lebi, OFM.

Pesannya supaya yang lama diganti yang baru, kegelapan yang biasanya orang suka di situ diganti terang, kematian diganti kehidupan. Dalam bahasa modern kita ingin mewujudkan peradaban kasih, yang memelihara hidup dan terus mengembangkannya sampai ke kehidupan yang kekal. “Semestinya hidup diperbaharui, tidak seperti dulu lagi. Karena kita yakin Allah akan terus hadir, menyertai, dan menegakkan,” tutupnya. (jim/ade)

Baca Juga :  Bekuk Residivis  dan Spesialis Curanmor, Belasan Hasil Curian Ditemukan

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya