alexametrics
29.7 C
Jayapura
Wednesday, May 18, 2022

Pengamanan Terbantu Pemekaran Papua

PATROLI GABUNGAN : Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat memimpin patroli gabungan menggunakan sepeda Motor mengelilingi Kota Wamena, baru-baru ini. ( FOTO : Denny/ Cepos )

JAKARTA, Jawa Pos-Pemerintah memiliki rencana memekarkan Papua. Pemekaran tersebut dinilai Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw akan membantu upaya pengamanan di daerah yang sempat meradang karena kerusuhan. 

Kapolda Papua menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah 13 kali mengunjungi Papua. Bahkan, hingga ke daerah terpencil, juga telah berdialog dengan banyak pihak. ”Sampai ke daerah yang kita jarang kesana,” tuturnya. 

Dengan begitu, Presiden Jokowi telah mengetahui perkembangan Papua. Menerima masukan dari banyak pihak. ”Kalau ada rencana pemekaran itu tentu aspirasi masyarakat Papua, kami setuju saja,” terangnya. 

Selama ini pemekaran selalu memperpendek jarak antara pusat dan daerah. Sehingga, komunikasi antara pusat dengan provinsi dan daerah menjadi lebih baik. ”Ini yang saya ketahui,” paparnya kemarin di Mabes Polri. 

Baca Juga :  BKD Beberkan Penyebab Hasil Tes CPNS 2018 Terhambat

Polda Papua sendiri mengetahui bahwa sarana dan prasana telah siap untuk memekarkan Papua Selatan. Menurutnya, sudah ada empat kabupaten dan satu kota di wilayah yang akan dimekarkan. ”Persyaratannya terpenuhi untuk itu,” paparnya. 

Dia mengatakan, dalam sisi keamanan akan sangat mempermudah bila ada pemekaran. Tentunya, upaya pengamanan akan lebih cepat karena tidak lagi berjarak. ”Tentunya rencana ini juga akan dilihat dari segi intelijen, ada Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Papua yang bisa mengetahui kondisinya,” tuturnya. 

Selain soal pemekaran, Polda Papua saat ini juga masih berupaya memerangi hoax atau berita bohong. Paulus menjelaskan, kendati keamanan telah pulih, namun ternyata hoax masih mengancam masyarakat. ”Masih ada berita hoax yang menyebar,” urainya. 

Baca Juga :  Kebakaran Selepas Banjir, Diduga Korsleting

Ada beberapa kelompok yang diketahui ada di belakang penyebaran hoax tersebut. Polda telah berupaya menangkap semua penyebar hoax tersebut. ”Terus ditangkapi,” papar mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut. 

Dengan itu, Polda Papua juga meminta agar setiap pihak menghentikan penyabaran hoax tersebut. ”Ya, artinya sudah, jangan sebar lagilah,” ungkapnya. (idr/JPG)

PATROLI GABUNGAN : Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat memimpin patroli gabungan menggunakan sepeda Motor mengelilingi Kota Wamena, baru-baru ini. ( FOTO : Denny/ Cepos )

JAKARTA, Jawa Pos-Pemerintah memiliki rencana memekarkan Papua. Pemekaran tersebut dinilai Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw akan membantu upaya pengamanan di daerah yang sempat meradang karena kerusuhan. 

Kapolda Papua menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah 13 kali mengunjungi Papua. Bahkan, hingga ke daerah terpencil, juga telah berdialog dengan banyak pihak. ”Sampai ke daerah yang kita jarang kesana,” tuturnya. 

Dengan begitu, Presiden Jokowi telah mengetahui perkembangan Papua. Menerima masukan dari banyak pihak. ”Kalau ada rencana pemekaran itu tentu aspirasi masyarakat Papua, kami setuju saja,” terangnya. 

Selama ini pemekaran selalu memperpendek jarak antara pusat dan daerah. Sehingga, komunikasi antara pusat dengan provinsi dan daerah menjadi lebih baik. ”Ini yang saya ketahui,” paparnya kemarin di Mabes Polri. 

Baca Juga :  Revisi UU Pemda, Otsus Papua dan Ibukota Negara

Polda Papua sendiri mengetahui bahwa sarana dan prasana telah siap untuk memekarkan Papua Selatan. Menurutnya, sudah ada empat kabupaten dan satu kota di wilayah yang akan dimekarkan. ”Persyaratannya terpenuhi untuk itu,” paparnya. 

Dia mengatakan, dalam sisi keamanan akan sangat mempermudah bila ada pemekaran. Tentunya, upaya pengamanan akan lebih cepat karena tidak lagi berjarak. ”Tentunya rencana ini juga akan dilihat dari segi intelijen, ada Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Papua yang bisa mengetahui kondisinya,” tuturnya. 

Selain soal pemekaran, Polda Papua saat ini juga masih berupaya memerangi hoax atau berita bohong. Paulus menjelaskan, kendati keamanan telah pulih, namun ternyata hoax masih mengancam masyarakat. ”Masih ada berita hoax yang menyebar,” urainya. 

Baca Juga :  Kasus Asusila Lagi, Dua Anak Dibawah Umur Disetubuhi

Ada beberapa kelompok yang diketahui ada di belakang penyebaran hoax tersebut. Polda telah berupaya menangkap semua penyebar hoax tersebut. ”Terus ditangkapi,” papar mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut. 

Dengan itu, Polda Papua juga meminta agar setiap pihak menghentikan penyabaran hoax tersebut. ”Ya, artinya sudah, jangan sebar lagilah,” ungkapnya. (idr/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/