Thursday, February 5, 2026
26.9 C
Jayapura

Usir Penjual Sayur Keliling, Kadistrik Sentani “Dirujak” Netizen

JAYAPURA – Beberapa hari terakhir paltform media sosial ramai dikomentari terkait video yang menunjukkan Kepala Distrik Sentani Kota, Jeck Puraro yang membentak dan mengusir penjual sayur keliling. Video ini nampaknya sengaja direkam. Durasinya cukup panjang yakni 4 menit 15 detik.

Dalam video terlihat Kadistrik Sentani dengan pakaian dinasnya menghampiri penjual sayur keliling kemudian meminta penjual sayur ini pergi sambil menjelaskan apa yang jadi persoalan. Yang terdengar disitu disampaikan bahwa disini (Sentani) ada pasar dan pedagang sayur enak-enak bawa kesini tapi tidak belanja di pasar dan orang di pasar mau jualan setengah mati, bersusah payah.

“Ingat tidak bolah lagi dan sampaikan kepada teman-teman kalian untuk jangan lagi berjualan disini,” ujarnya dalam video tersebut. Tidak hanya satu pedagang tapi penjual lain yang juga menggunakan mobil juga diminta untuk segera beranjak. Padahal ketika itu pembeli sedang ramai-ramainya.

Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara kadistrik mengusir pedagang sayur. Alhasil banjir komentar di beberapa platform media yang isinya protes bahkan terkesan memaki. Beberapa yang dikutip diantaranya menulis: “Coba pulang baru tanya istri di rumah, lebih suka ke pasar panas-panas atau tinggal stom depan pagar,” komentar pemilik akun Angeligita.

Baca Juga :  Selidiki Pembakaran Alat Berat di Sugapa

Ada juga yang menulis sayur keliling adalah penyelamat ibu rumah tangga yang mungkin tidak punya kendaraan untuk ke pasar. “Kami sampai baku tukar nomor WA biar bisa pesan ke mas sayur juga,” sambung Mrs.Samuel. Ada juga yang berkomentar menarik dengan menulis “Pa urus pembangunan saja, soal sayur dan kebutuhan dapur itu kasi ke yang lebih tau, mama-mama dorang. Jangan tambah lagi,” sindir pemilik akun e.p.99.

Akun rnna52 menulis bahwa rejeki sudah ada yang atur dan tidak semua ibu-ibu mau pergi ke pasar. Ada juga yang menulis cukup kritis dimana menyampaikan agar pemerintah jangan hanya tahu marah. Pemangku jabatan harus buat kebijakan yang baik dan adil. Rakyat semua sedang berusaha dengan segala cara yang halal.

“Selaku bupati buat regulasinya dan solusi agar pedagang sayur yang stay dan keliling dapat pemasukan. Memangnya pemerintah cukupi kebutuhan sehari-hari untuk rakyat kah? sedangkan masih banyak fakir miskin (pemerintah tutup mata mo), jangan asal marah saja tanpa berikan solusi. Pemerintah hanya tahu majakin, marahin tanpa buat soluisi. Itu yang saya rasaan detik ini,” tulis pemilik akun doeloe_mahal25.

Baca Juga :  Yakob Inggratubun, Sekretaris DPD Golkar Papua

Postingan video ini diberi watermark bertulis Gerakan Sentani Berani yang memiliki arti Bersih, Edukatif, Ramah, Aman, Nyaman dan Indah namun yang disampaikan di lapangan kesannya tak ramah dan membuat orang lain tidak nyaman. Beberapa pedagang sayur kepada Cenderawasih Pos menyampaikan bahwa mereka tak sekedar mencari keuntungan tetapi ikut memberikan PAD untuk pembangunan.

Lalu tak sedikit penjual sayur keliling asal Sentani yang berjualan diseputar Sentani. “Banyak teman-teman kami yang berjualan di Sentani dan membeli sayurnya juga di Sentani. Lalu ada juga pedagang di Kota Jayapura yang membeli dari Sentani, kalau di Jayapura sayur yang dicari susah kadang harus ke Sentani untuk membeli. Teman-teman di Sentani juga demikian. Kadang kalau di Sentani buah yang dicari tidak ada mereka akan membeli di Otonom, jadi tidak semua yang dari kota berjualan di Sentani. Kami juga saling suport kalau ada yang butuh,” beber Opick satu pedagang sayur keliling.

JAYAPURA – Beberapa hari terakhir paltform media sosial ramai dikomentari terkait video yang menunjukkan Kepala Distrik Sentani Kota, Jeck Puraro yang membentak dan mengusir penjual sayur keliling. Video ini nampaknya sengaja direkam. Durasinya cukup panjang yakni 4 menit 15 detik.

Dalam video terlihat Kadistrik Sentani dengan pakaian dinasnya menghampiri penjual sayur keliling kemudian meminta penjual sayur ini pergi sambil menjelaskan apa yang jadi persoalan. Yang terdengar disitu disampaikan bahwa disini (Sentani) ada pasar dan pedagang sayur enak-enak bawa kesini tapi tidak belanja di pasar dan orang di pasar mau jualan setengah mati, bersusah payah.

“Ingat tidak bolah lagi dan sampaikan kepada teman-teman kalian untuk jangan lagi berjualan disini,” ujarnya dalam video tersebut. Tidak hanya satu pedagang tapi penjual lain yang juga menggunakan mobil juga diminta untuk segera beranjak. Padahal ketika itu pembeli sedang ramai-ramainya.

Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara kadistrik mengusir pedagang sayur. Alhasil banjir komentar di beberapa platform media yang isinya protes bahkan terkesan memaki. Beberapa yang dikutip diantaranya menulis: “Coba pulang baru tanya istri di rumah, lebih suka ke pasar panas-panas atau tinggal stom depan pagar,” komentar pemilik akun Angeligita.

Baca Juga :  10 Orang Tewas Dibantai KKB

Ada juga yang menulis sayur keliling adalah penyelamat ibu rumah tangga yang mungkin tidak punya kendaraan untuk ke pasar. “Kami sampai baku tukar nomor WA biar bisa pesan ke mas sayur juga,” sambung Mrs.Samuel. Ada juga yang berkomentar menarik dengan menulis “Pa urus pembangunan saja, soal sayur dan kebutuhan dapur itu kasi ke yang lebih tau, mama-mama dorang. Jangan tambah lagi,” sindir pemilik akun e.p.99.

Akun rnna52 menulis bahwa rejeki sudah ada yang atur dan tidak semua ibu-ibu mau pergi ke pasar. Ada juga yang menulis cukup kritis dimana menyampaikan agar pemerintah jangan hanya tahu marah. Pemangku jabatan harus buat kebijakan yang baik dan adil. Rakyat semua sedang berusaha dengan segala cara yang halal.

“Selaku bupati buat regulasinya dan solusi agar pedagang sayur yang stay dan keliling dapat pemasukan. Memangnya pemerintah cukupi kebutuhan sehari-hari untuk rakyat kah? sedangkan masih banyak fakir miskin (pemerintah tutup mata mo), jangan asal marah saja tanpa berikan solusi. Pemerintah hanya tahu majakin, marahin tanpa buat soluisi. Itu yang saya rasaan detik ini,” tulis pemilik akun doeloe_mahal25.

Baca Juga :  Buka Muswil Muhammadiyah-Aisyiyah Papua, Ini Amanah Ketum Haedar Nashir

Postingan video ini diberi watermark bertulis Gerakan Sentani Berani yang memiliki arti Bersih, Edukatif, Ramah, Aman, Nyaman dan Indah namun yang disampaikan di lapangan kesannya tak ramah dan membuat orang lain tidak nyaman. Beberapa pedagang sayur kepada Cenderawasih Pos menyampaikan bahwa mereka tak sekedar mencari keuntungan tetapi ikut memberikan PAD untuk pembangunan.

Lalu tak sedikit penjual sayur keliling asal Sentani yang berjualan diseputar Sentani. “Banyak teman-teman kami yang berjualan di Sentani dan membeli sayurnya juga di Sentani. Lalu ada juga pedagang di Kota Jayapura yang membeli dari Sentani, kalau di Jayapura sayur yang dicari susah kadang harus ke Sentani untuk membeli. Teman-teman di Sentani juga demikian. Kadang kalau di Sentani buah yang dicari tidak ada mereka akan membeli di Otonom, jadi tidak semua yang dari kota berjualan di Sentani. Kami juga saling suport kalau ada yang butuh,” beber Opick satu pedagang sayur keliling.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya