Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

Kendalikan Inflasi Pasar, BI Serahkan Bantuan Sosial Bagi Petani Jagung

JAYAPURA – Penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat dan sarana produksi pertanian adalah salah satu contoh dari 7 upaya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Deputi Kepala Perwakilan, Bp.Thomy Andryas mengatakan kegiatan tersebut merupakan sebuah upaya BI dalam hal pengendalian inflasi pangan dalam kerangka GNPIP, oleh karena itu pihaknya membantu sarana dan prasarana pertanian.

Diakuinya, upaya GNPIP yang dimaksud yaitu operasi pasar murah, subsidi ongkos angkut, gerakan tanam dan replikasi model bisnis,  kerjasama antar daerah, digitalisasi data dan informasi, serta  koordinasi dan komunikasi melalui HLM TPID.

Ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widido sebagaimana dikutip dari sambutan Gubernur Bank Indonesia bahwa ada 3 ketahanan yang harus terus kita jaga, yaitu ketahanan energi, ketahanan pangan dan digitalisasi. Bank Indonesia menginisiasi lahirnya GNPIP sebagai strategi untuk mengatasi tantangan struktural yang ada di ketahanan pangan, yaitu kontinuitas pasokan, disparitas harga antar daerah dan akses pemasaran yang terbatas.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Akses Jalan di Poganeri Ditutup

“GNPIP telah berhasil menurunkan tingkat inflasi di Provinsi Papua. Inflasi Papua pada Agustus 2022 sebesar 6,50% (yoy) turun menjadi 5,68% (yoy) pada Desember 2022. Provinsi Papua telah melakukan kick off GNPIP pada 11 Oktober 2022 di Kabupaten Merauke,”katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (3/2) kemarin.

Adapun bantuan yang BI serahkan adalah,  5 unit hand traktor, 6 unit alat tanam jagung, 16 unit power sprayer, 4 unit alkon, 6 unit sprinkle, 1 set kincir, serta pupuk dan obat-obatan.

“Ini kami lakukan dalam rangka mendukung sisi produksi dan mendukung pengendalian inflasi di Papua, kami membantu para petani di Keerom ini sudah dilakukan sejak tahun 2020 bahkan sebelum-sebelumnya juga sudah kami lakukan guna meningkatkan produksi pertanian,”tambahnya.

Penyerahan bantuan PSBI dirangkaikan dengan panen jagung bersama di lahan seluas 2 hektar. Kegiatan ini menjadi simbol langkah sinergis antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengatasi inflasi dari sisi penawaran.

Baca Juga :  DPW APPSI Papua Daftarkan Diri Pada Kesbangpol

“Bank Indonesia berharap bantuan yang sudah diberikan dapat digunakan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh para penerima bantuan sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen dalam jangka panjang yang pada akhirnya dapat menjaga inflasi di Papua pada tingkat yang rendah dan stabil,”Terangnya.

Pihaknya juga berharap agar sinergi kuat yang sudah terjalin dengan Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengendalian inflasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Program GNPIP yang sudah berjalan sejak tahun 2022 akan terus digalakkan pada tahun 2023. Oleh karena itu, Bank Indonesia siap bekerja sama dengan semua pihak sehingga 7 upaya GNPIP dapat terealisasi di semua daerah. (ana/gin)

JAYAPURA – Penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat dan sarana produksi pertanian adalah salah satu contoh dari 7 upaya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Deputi Kepala Perwakilan, Bp.Thomy Andryas mengatakan kegiatan tersebut merupakan sebuah upaya BI dalam hal pengendalian inflasi pangan dalam kerangka GNPIP, oleh karena itu pihaknya membantu sarana dan prasarana pertanian.

Diakuinya, upaya GNPIP yang dimaksud yaitu operasi pasar murah, subsidi ongkos angkut, gerakan tanam dan replikasi model bisnis,  kerjasama antar daerah, digitalisasi data dan informasi, serta  koordinasi dan komunikasi melalui HLM TPID.

Ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widido sebagaimana dikutip dari sambutan Gubernur Bank Indonesia bahwa ada 3 ketahanan yang harus terus kita jaga, yaitu ketahanan energi, ketahanan pangan dan digitalisasi. Bank Indonesia menginisiasi lahirnya GNPIP sebagai strategi untuk mengatasi tantangan struktural yang ada di ketahanan pangan, yaitu kontinuitas pasokan, disparitas harga antar daerah dan akses pemasaran yang terbatas.

Baca Juga :  Pengurus Masjid Harus Mampu Memberdayakan Ekonomi Umat

“GNPIP telah berhasil menurunkan tingkat inflasi di Provinsi Papua. Inflasi Papua pada Agustus 2022 sebesar 6,50% (yoy) turun menjadi 5,68% (yoy) pada Desember 2022. Provinsi Papua telah melakukan kick off GNPIP pada 11 Oktober 2022 di Kabupaten Merauke,”katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (3/2) kemarin.

Adapun bantuan yang BI serahkan adalah,  5 unit hand traktor, 6 unit alat tanam jagung, 16 unit power sprayer, 4 unit alkon, 6 unit sprinkle, 1 set kincir, serta pupuk dan obat-obatan.

“Ini kami lakukan dalam rangka mendukung sisi produksi dan mendukung pengendalian inflasi di Papua, kami membantu para petani di Keerom ini sudah dilakukan sejak tahun 2020 bahkan sebelum-sebelumnya juga sudah kami lakukan guna meningkatkan produksi pertanian,”tambahnya.

Penyerahan bantuan PSBI dirangkaikan dengan panen jagung bersama di lahan seluas 2 hektar. Kegiatan ini menjadi simbol langkah sinergis antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengatasi inflasi dari sisi penawaran.

Baca Juga :  Mabuk, Masuk Kamar Kost Lalu Memperkosa

“Bank Indonesia berharap bantuan yang sudah diberikan dapat digunakan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh para penerima bantuan sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen dalam jangka panjang yang pada akhirnya dapat menjaga inflasi di Papua pada tingkat yang rendah dan stabil,”Terangnya.

Pihaknya juga berharap agar sinergi kuat yang sudah terjalin dengan Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengendalian inflasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Program GNPIP yang sudah berjalan sejak tahun 2022 akan terus digalakkan pada tahun 2023. Oleh karena itu, Bank Indonesia siap bekerja sama dengan semua pihak sehingga 7 upaya GNPIP dapat terealisasi di semua daerah. (ana/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya