Wednesday, February 11, 2026
28 C
Jayapura

Bentrok Mahasiswa Papua, Dua Polisi Terluka

Aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 WITA hingga siang hari. Karena situasi yang mulai tidak kondusif, ratusan Polisi langsung disiagakan di sekitar Asrama Papua. Bukan hanya Kepolisian, personel TNI juga turut melakukan pengamanan di sekitar Jalan Lanto Daeng Pasewang. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib yang ditemui di lokasi mengaku menyayangkan aksi yang berlangsung ricuh tersebut.

“Mereka ada pemberitahuan aksi tapi seharusnya aksi damai, nah setelah melakukan aksi seperti apa yang mereka mohonkan,” ujar Ngajib Senin siang.

Dikatakan Ngajib, pihaknya terus melakukan imbauan kepada massa aksi agar tetap menyuarakan aspirasinya dengan damai.

“Tapi ternyata mereka melakukan aksi anarkis melempar batu,” sebutnya.

Baca Juga :  DPO Kasus Korupsi Bendungan Bonggo Ditangkap

Kata Ngajib, akibat lemparan batu yang dilakukan massa aksi, terdapat dua anggotanya yang mengalami luka.

“Anggota luka ada dua orang kena batu kepalanya, tangannya,” Ngajib menuturkan. Lebih jauh dijelaskan Ngajib, pembubaran paksa dilakukan pihaknya setelah ada aksi pengerusakan fasilitas umum oleh massa aksi.

“Ada juga melakukan perusakan, fasilitas umum beberapa ada yang rusak, jadi kita lakukan tindakan tegas kita bubarkan mereka,” tambahnya.

Meskipun ada perlawanan dari massa aksi, Ngajib menuturkan bahwa pihaknya bisa mengendalikan situasi.”Tidak begitu lama, akhirnya kita bisa amankan situasi,sekarang sudah kondusif,” tukasnya.

Ngajib bilang, mahasiswa Papua yang melakukan aksi unjuk rasa itu dalam rangka merayakan peringatan 1 Desember.

Baca Juga :  Pemprov Papua Selatan Resmi Terima 256 Honor K2 Limpahan Pemprov Papua

“Mereka melaksanakan kegiatan aksi perayaan 1 Desember, tadi aksi damai tapi mereka melakukan aksi damai,” tandasnya.

Untuk diketahui, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang merupakan kelompok separatis mengibarkan bendera Bintang Kejora Papua Barat pada 1 Desember setiap tahunnya. Dan, ini juga dilakukan mahasiswa Papua di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kita tetap lakukan penjagaan disini, libatkan 450 personel gabungan dengan TNI juga,” kuncinya. (Muhsin/fajar)

   Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 WITA hingga siang hari. Karena situasi yang mulai tidak kondusif, ratusan Polisi langsung disiagakan di sekitar Asrama Papua. Bukan hanya Kepolisian, personel TNI juga turut melakukan pengamanan di sekitar Jalan Lanto Daeng Pasewang. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib yang ditemui di lokasi mengaku menyayangkan aksi yang berlangsung ricuh tersebut.

“Mereka ada pemberitahuan aksi tapi seharusnya aksi damai, nah setelah melakukan aksi seperti apa yang mereka mohonkan,” ujar Ngajib Senin siang.

Dikatakan Ngajib, pihaknya terus melakukan imbauan kepada massa aksi agar tetap menyuarakan aspirasinya dengan damai.

“Tapi ternyata mereka melakukan aksi anarkis melempar batu,” sebutnya.

Baca Juga :  Para Ahli Mulai Bahas Atap GOR Waringin

Kata Ngajib, akibat lemparan batu yang dilakukan massa aksi, terdapat dua anggotanya yang mengalami luka.

“Anggota luka ada dua orang kena batu kepalanya, tangannya,” Ngajib menuturkan. Lebih jauh dijelaskan Ngajib, pembubaran paksa dilakukan pihaknya setelah ada aksi pengerusakan fasilitas umum oleh massa aksi.

“Ada juga melakukan perusakan, fasilitas umum beberapa ada yang rusak, jadi kita lakukan tindakan tegas kita bubarkan mereka,” tambahnya.

Meskipun ada perlawanan dari massa aksi, Ngajib menuturkan bahwa pihaknya bisa mengendalikan situasi.”Tidak begitu lama, akhirnya kita bisa amankan situasi,sekarang sudah kondusif,” tukasnya.

Ngajib bilang, mahasiswa Papua yang melakukan aksi unjuk rasa itu dalam rangka merayakan peringatan 1 Desember.

Baca Juga :  Gedung Tabita Diduga Dibakar

“Mereka melaksanakan kegiatan aksi perayaan 1 Desember, tadi aksi damai tapi mereka melakukan aksi damai,” tandasnya.

Untuk diketahui, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang merupakan kelompok separatis mengibarkan bendera Bintang Kejora Papua Barat pada 1 Desember setiap tahunnya. Dan, ini juga dilakukan mahasiswa Papua di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kita tetap lakukan penjagaan disini, libatkan 450 personel gabungan dengan TNI juga,” kuncinya. (Muhsin/fajar)

   Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Longsor, Jalan Trans Papua Putus

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Artikel Lainnya