Diapun mengatakan berkaitan dengan Kabinet atau jabatan menteri khusus dari orang asli Papua, pihaknya telah menilik sejumlah tokoh tokoh yang dianggap berpotensial serta memiliki kapabilitas untuk menjadi Menteri dalam kabinet Probowo-Gibran.
“Proses ini harus berlanjut dan berkesinambungan agar tetap ada unsur keterwakilan OAP sebagai bagian dari penduduk Indonesia, dan juga dapat memberi kontribusi pemikiran dalam skala pembangunan nasional di Indonesia,” tegasnya.
Dikatakan gagasan ini masih diproses dan dipertimbangkan, dimana pihaknya akan memberikan masukan atau usulan kepada pemerintahhan yang baru untuk memberikan kesempatan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) OAP di daerah yang memenuhi kriteria pangkat dan golongan yang disyaratkan untuk menduduki jabatan-jabatan di lingkungan Kementerian yang ada pada masa kerja 2024-2029.
Selain jabatan Menteri, Anggota DPRP itu juga menginginkan adanya OAP yang menduduki jabatan Duta Besar, Wakil Duta Besar, Diplomat di negara-negara sahabat Indonesia.
Yanni mengharapkan ide dan gagasannya ini akan terus didoorong oleh sejumlah tokoh yang hadir, sehingga dapat dipertimbangkan secara serius oleh pemerintahan terpilih.
Karena tujuan utama terbentuknya pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban, hak asasi manusia dan keadilan dimana masyarakat bisa menjalani kehidupan secara wajar.
Semoga ide dan gagasan kami ini dapat dipertimbangkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, sehingga pembangunan di Papua kedepannya semakin lebih baik,” pungkasnya (rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos