Wednesday, February 11, 2026
25.8 C
Jayapura

Pembunuhan Brutal di Yahukimo Direkam Oleh Pelaku

“Para pelaku masing-masing membawa senjata, satu membawa senjata rakitan laras panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam aksi tersebut menggunakan telepon genggam,” ujar Faizal. Aksi penyerangan terjadi di dalam ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, serta kedua lutut, dan dinyatakan meninggal dunia.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah, di antaranya kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi Dekai, serta kaca belakang sebuah mobil berwarna merah yang pecah akibat lemparan batu. Menerima laporan kejadian, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Baca Juga :  Komnas HAM Dorong Partisipasi Masyarakat

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga merupakan proyektil.

Atas peristiwa tersebut, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. “Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran aparat keamanan di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli serta langkah pengamanan terbuka dan tertutup guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa. Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan pihaknya juga menjalin koordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

Baca Juga :  Situasi PSU Mulai Memanas

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan penegakan hukum terhadap para pelaku,” ujarnya. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas para pelaku yang masih berstatus dalam penyelidikan. Aparat memastikan situasi keamanan di Kota Dekai tetap terkendali agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan dengan aman. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Para pelaku masing-masing membawa senjata, satu membawa senjata rakitan laras panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam aksi tersebut menggunakan telepon genggam,” ujar Faizal. Aksi penyerangan terjadi di dalam ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, serta kedua lutut, dan dinyatakan meninggal dunia.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah, di antaranya kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi Dekai, serta kaca belakang sebuah mobil berwarna merah yang pecah akibat lemparan batu. Menerima laporan kejadian, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Baca Juga :  Piter Tan:  Sangat Banyak Keunikan Kopi Papua

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum oleh tim medis. Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga merupakan proyektil.

Atas peristiwa tersebut, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. “Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran aparat keamanan di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli serta langkah pengamanan terbuka dan tertutup guna mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa. Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan pihaknya juga menjalin koordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

Baca Juga :  Seorang PNS Pemkab Mimika Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan penegakan hukum terhadap para pelaku,” ujarnya. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas para pelaku yang masih berstatus dalam penyelidikan. Aparat memastikan situasi keamanan di Kota Dekai tetap terkendali agar aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan dengan aman. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya