Thursday, February 5, 2026
26.9 C
Jayapura

Coach Metu Tak Sekedar Melatih

“Coach Metu sudah seperti bapak bagi semua pemain. Sangat dekat dengan pemain dan juga keluarga mereka,” tutur BTM. Nama-nama besar seperti Eduard Ivakdalam, Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Ian Kabes, Tinus Pae, Gerald Pangkali, hingga para pemain asing Persipura, disebut BTM sebagai saksi kedekatan dan ketulusan kasih Coach Metu. Hingga kini, banyak keluarga pemain yang tetap menjalin hubungan erat dan memanggilnya dengan sebutan “Bapak.”

Tak hanya di lapangan, Coach Metu juga dikenal sebagai sosok yang sangat religius. Ia kerap memimpin ibadah tim, terutama saat Persipura menjalani pertandingan tandang (away). “Kalau ditanya siapa yang paling sering memimpin ibadah tim Persipura saat away, jawabannya adalah Coach Metu,” kenang BTM. Bagi Persipura, Coach Metu bukan hanya pelatih atau ofisial tim. Ia adalah pelaku sejarah, pencipta sejarah, dan saksi sejarah perjalanan klub Mutiara Hitam.

Baca Juga :  Atasi Kesulitan  Transportasi di SMA N 1 Demta, Bantu 1 Unit Kendaraan

“Ini bukan hanya duka bagi keluarga, bukan hanya duka bagi Persipura, bukan hanya duka bagi Papua, tetapi duka bagi sepak bola Indonesia,” tegas BTM. Di tengah duka, BTM mengajak seluruh keluarga besar Persipura dan masyarakat Papua untuk tetap berpegang pada pengharapan iman. “Sebagai orang percaya, kita berpegang pada janji Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” ujarnya.

BTM meyakini Coach Metu kini telah hidup kekal bersama Bapa di surga. Ia juga menyampaikan doa dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan iman, kesabaran, dan penghiburan sejati. Coach Metu meninggalkan martabat keluarga yang tinggi, nama baik yang harum, prestasi luar biasa, serta sejarah indah bagi Persipura dan sepak bola Papua. “Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, ilmu, dan pengajaran iman yang telah engkau berikan kepada kami. Jadilah pendoa kami dari surga,” tutup BTM. (rel/ade)

Baca Juga :  Longboat Terbalik, Dokter dan Mantri Tewas

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Coach Metu sudah seperti bapak bagi semua pemain. Sangat dekat dengan pemain dan juga keluarga mereka,” tutur BTM. Nama-nama besar seperti Eduard Ivakdalam, Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Ian Kabes, Tinus Pae, Gerald Pangkali, hingga para pemain asing Persipura, disebut BTM sebagai saksi kedekatan dan ketulusan kasih Coach Metu. Hingga kini, banyak keluarga pemain yang tetap menjalin hubungan erat dan memanggilnya dengan sebutan “Bapak.”

Tak hanya di lapangan, Coach Metu juga dikenal sebagai sosok yang sangat religius. Ia kerap memimpin ibadah tim, terutama saat Persipura menjalani pertandingan tandang (away). “Kalau ditanya siapa yang paling sering memimpin ibadah tim Persipura saat away, jawabannya adalah Coach Metu,” kenang BTM. Bagi Persipura, Coach Metu bukan hanya pelatih atau ofisial tim. Ia adalah pelaku sejarah, pencipta sejarah, dan saksi sejarah perjalanan klub Mutiara Hitam.

Baca Juga :  Selesaikan Masalah Papua dengan Dialog!

“Ini bukan hanya duka bagi keluarga, bukan hanya duka bagi Persipura, bukan hanya duka bagi Papua, tetapi duka bagi sepak bola Indonesia,” tegas BTM. Di tengah duka, BTM mengajak seluruh keluarga besar Persipura dan masyarakat Papua untuk tetap berpegang pada pengharapan iman. “Sebagai orang percaya, kita berpegang pada janji Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” ujarnya.

BTM meyakini Coach Metu kini telah hidup kekal bersama Bapa di surga. Ia juga menyampaikan doa dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan iman, kesabaran, dan penghiburan sejati. Coach Metu meninggalkan martabat keluarga yang tinggi, nama baik yang harum, prestasi luar biasa, serta sejarah indah bagi Persipura dan sepak bola Papua. “Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, ilmu, dan pengajaran iman yang telah engkau berikan kepada kami. Jadilah pendoa kami dari surga,” tutup BTM. (rel/ade)

Baca Juga :  Angin Segar bagi Pencaker di Papua

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya