Monday, March 9, 2026
24.4 C
Jayapura

Waspada Narasi Separatis Propaganda Politik

JAYAPURA – Wakapolda Papua, Brigjend Pol Faizal Ramadhani mengingatkan agar publik lebih cermat merespon berbagai informasi yang disampaikan oleh pihak-pihak yang memang tidak ingin Papua damai dan maju. Pihak yang selama ini terus mendengungkan soal kekerasan namun disatu sisi menjadi aktor dalam tindakan tersebut.

Pihak yang selama ini berbicara demokrasi dan HAM namun justru melanggar demokrasi dan HAM itu sendiri. Saat ini dikatakan banyak pihak yang berupaya membangun opini seolah-olah yang dilakukan aparat keamanan adalah salah dan selalu melakukan pelanggaran. Juga membangun opini seolah-olah Papua menjadi daerah yang tidak aman, dareah yang rawan sehingga butuh perhatian dunia internasional dan lainnya.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor di Dogiyai, 1 Keluarga Tewas

Hal ini disampaikan Faizal agar dari banyaknya informasi yang beredar diberbagai platform Medsos bisa disikapi secara bijak dan cerdas. Termasuk oleh media menurutnya.

“Media juga harus memahami kaidah jurnalistik sebab tanpa disadari media juga ikut menyebarkan propaganda politik yang merusak,” kata Faizal di ruang kerjanya belum lama ini.

Faizal juga menyinggung soal eksistensi sosok yang mengklaim sebagai Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sembom dengan berbagai upayanya melakukan provokasi sosial dan propaganda lewat media.

Sebby selama ini terus “menghambur” informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Menerima informasi dari satu pihak kemudian diolah menjadi sebuah narasi dan disebarkan. Kecenderungannya adalah menyudutkan salah satu pihak dan membenarkan semua tindakan yang dilakukannya.

Baca Juga :  Lanal Timika Tangkap Komplotan Pencurian 34 Karung Konsentrat Freeport

JAYAPURA – Wakapolda Papua, Brigjend Pol Faizal Ramadhani mengingatkan agar publik lebih cermat merespon berbagai informasi yang disampaikan oleh pihak-pihak yang memang tidak ingin Papua damai dan maju. Pihak yang selama ini terus mendengungkan soal kekerasan namun disatu sisi menjadi aktor dalam tindakan tersebut.

Pihak yang selama ini berbicara demokrasi dan HAM namun justru melanggar demokrasi dan HAM itu sendiri. Saat ini dikatakan banyak pihak yang berupaya membangun opini seolah-olah yang dilakukan aparat keamanan adalah salah dan selalu melakukan pelanggaran. Juga membangun opini seolah-olah Papua menjadi daerah yang tidak aman, dareah yang rawan sehingga butuh perhatian dunia internasional dan lainnya.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polda Papua Salurkan 165 Ton Beras SPHP

Hal ini disampaikan Faizal agar dari banyaknya informasi yang beredar diberbagai platform Medsos bisa disikapi secara bijak dan cerdas. Termasuk oleh media menurutnya.

“Media juga harus memahami kaidah jurnalistik sebab tanpa disadari media juga ikut menyebarkan propaganda politik yang merusak,” kata Faizal di ruang kerjanya belum lama ini.

Faizal juga menyinggung soal eksistensi sosok yang mengklaim sebagai Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sembom dengan berbagai upayanya melakukan provokasi sosial dan propaganda lewat media.

Sebby selama ini terus “menghambur” informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Menerima informasi dari satu pihak kemudian diolah menjadi sebuah narasi dan disebarkan. Kecenderungannya adalah menyudutkan salah satu pihak dan membenarkan semua tindakan yang dilakukannya.

Baca Juga :  Mahasiswa Beasiswa Luar Negeri Diminta Fokus Belajar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya