Friday, February 27, 2026
25.8 C
Jayapura

Tiga Sektor Jadi Fokus Pembangunan Jangka Panjang di Papua

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, yang dihadiri stakeholder terkait, Selasa (30/1). Dalam rancangan awal penyusunan RPJPD ini, ada tiga sektor yang menjadi fokus pembangunan jangka panjang untuk Papua ke depan.

  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Yohanis Walilo menyebutkan, tiga sektor tersebut meliputi pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Berbicara soal manusia pasti arahnya ke tiga sektor itu, sementara sektor lain menjadi pelengkap ketiga sektor tersebut,” ucap Walilo, kepada wartawan.

  Ia mencontohkan di sektor pendidikan, misalkan pembangunan jangka panjang difokuskan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Dengan demikian, anak-anak Papua kedepannya tidak perlu lagi kuliah di luar daerah atau bahkan di luar negeri.

Baca Juga :  Orientasi Ke-MUI-an untuk Perkuat Moderasi Beragama Daerah yang Damai

  “Selama ini mungkin kualitas perguruan tinggi di Papua belum bagus, jadi banyak yang memilih kuliah ke luar. Jika ke depan sudah bagus, berarti tidak perlu lagi anak-anak kita keluar Papua, sehingga dari sisi pembiayaan dan waktu lebih efektif,” ucapnya.

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, yang dihadiri stakeholder terkait, Selasa (30/1). Dalam rancangan awal penyusunan RPJPD ini, ada tiga sektor yang menjadi fokus pembangunan jangka panjang untuk Papua ke depan.

  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Yohanis Walilo menyebutkan, tiga sektor tersebut meliputi pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Berbicara soal manusia pasti arahnya ke tiga sektor itu, sementara sektor lain menjadi pelengkap ketiga sektor tersebut,” ucap Walilo, kepada wartawan.

  Ia mencontohkan di sektor pendidikan, misalkan pembangunan jangka panjang difokuskan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Dengan demikian, anak-anak Papua kedepannya tidak perlu lagi kuliah di luar daerah atau bahkan di luar negeri.

Baca Juga :  Semangat Pembangunan dari Kampung Masih Menjadi Komitmen

  “Selama ini mungkin kualitas perguruan tinggi di Papua belum bagus, jadi banyak yang memilih kuliah ke luar. Jika ke depan sudah bagus, berarti tidak perlu lagi anak-anak kita keluar Papua, sehingga dari sisi pembiayaan dan waktu lebih efektif,” ucapnya.

Berita Terbaru

Waspada Sindikat Jual Beli Bayi

THR PNS Mulai Disalurkan

Bukan THR Tapi BHR yang Diperoleh Ojol

Artikel Lainnya