Dua Kali “Dihantam”, Jadi Kebakaran Terbesar Selama Ini

“Sudah dua kali, tahun 2025 juga di lokasi yang sama, tetapi sekarang ini ternyata yang paling besar,” ujar Entis di lokasi kebakaran. “Untuk memenuhi kebutuhan air minum, kami sudah drop air minum dalam kemasan (AMDK) untuk saudara-saudara kita yang kena musibah. Ada juga mobil tangki,” katanya.

Pemerintah Kota Jayapura bersama petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi, tepatnya di lapangan basket Mandala. Pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak juga terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan dan penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

Sementara itu, Cenderawasih Pos yang ikut berjibaku dengan kepulan asap dan panasnya api mencatat tiga jam proses pemadaman ternyata api belum juga bisa dipadamkan. Pihak Dampak dibantu TNI Polri juga belum bisa menjinakkan api. Salah satu penyebabnya adalah kencangnya angin dan juga bahan rumah yang sebagian besar berbentuk semi permanen.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Belanja Sembako Murah

Seorang warga di lokasi kebakaran, Abdul Talib menyebut kebakaran awalnya dari rumah warga dekat Tirta, kemudian api merembet hingga ke Masjid Arrahman Dok V Bawah. “Sumber api awalnya dekat Tirta, namun merembet hingga ke tempat kami. Masjid juga ikut terbakar,” kata Abdul di lokasi. Ia menyebut api sulit dipadamkan karena angin kencang.

“Angin kencang sekali, kemungkinan sudah ada seratusan rumah yang terbakar. Semua rumah terbakar,” ungkapnya. Abdul sendiri hanya bisa menyelamatkan barang-barang berharga, sementara jualannya sudah terbakar. “Hanya amankan barang-barang penting, barang jualan kas biar begitu saja,” katanya. Sekedar informasi, musibah kebakaran sebelumnya sempat terjadi tak jauh di lokasi saat ini. Kejadian tahun lalu terjadi pada Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 04.00 WIT. Ketika itu sebanyak 26 unit rumah warga ludes dilalap si jago merah. (fia/rel/ade)

Baca Juga :  Pemkab Biak Numfor Gratiskan Pengurusan Jenazah untuk Warga Tidak Mampu

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Sudah dua kali, tahun 2025 juga di lokasi yang sama, tetapi sekarang ini ternyata yang paling besar,” ujar Entis di lokasi kebakaran. “Untuk memenuhi kebutuhan air minum, kami sudah drop air minum dalam kemasan (AMDK) untuk saudara-saudara kita yang kena musibah. Ada juga mobil tangki,” katanya.

Pemerintah Kota Jayapura bersama petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi, tepatnya di lapangan basket Mandala. Pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak juga terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan dan penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

Sementara itu, Cenderawasih Pos yang ikut berjibaku dengan kepulan asap dan panasnya api mencatat tiga jam proses pemadaman ternyata api belum juga bisa dipadamkan. Pihak Dampak dibantu TNI Polri juga belum bisa menjinakkan api. Salah satu penyebabnya adalah kencangnya angin dan juga bahan rumah yang sebagian besar berbentuk semi permanen.

Baca Juga :  Maraknya Kebakaran, Wali Kota Minta Damkar Siaga Penuh

Seorang warga di lokasi kebakaran, Abdul Talib menyebut kebakaran awalnya dari rumah warga dekat Tirta, kemudian api merembet hingga ke Masjid Arrahman Dok V Bawah. “Sumber api awalnya dekat Tirta, namun merembet hingga ke tempat kami. Masjid juga ikut terbakar,” kata Abdul di lokasi. Ia menyebut api sulit dipadamkan karena angin kencang.

“Angin kencang sekali, kemungkinan sudah ada seratusan rumah yang terbakar. Semua rumah terbakar,” ungkapnya. Abdul sendiri hanya bisa menyelamatkan barang-barang berharga, sementara jualannya sudah terbakar. “Hanya amankan barang-barang penting, barang jualan kas biar begitu saja,” katanya. Sekedar informasi, musibah kebakaran sebelumnya sempat terjadi tak jauh di lokasi saat ini. Kejadian tahun lalu terjadi pada Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 04.00 WIT. Ketika itu sebanyak 26 unit rumah warga ludes dilalap si jago merah. (fia/rel/ade)

Baca Juga :  Menanti 20 Tahun, Piter Gusbager Wujudkan Pembangunan Kantor Bupati Keerom

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya