JAYAPURA – Hingga kini situasi di Kabupaten Yahukimo diklaim dalam kondisi kondusif. Namun siapa sangka kasus kekerasan bersenjata bisa kembali terjadi kapan saja mengingat para pelaku yang sebelumnya melakukan penyerangan di lokasi penambangan di Distrik Seradala belum ada yang tertangkap
Aparat keamanan juga telah menyatakan untuk warga tidak melakukan aktifitas di lokasi yang tidak terjangkau oleh aparat. Namun terkait aksi kekerasan bersenjata yang menewaskan 13 masyarakat sipil akhirnya ditanggapi oleh DPR Papua. DPR belakangan ini memang tak banyak berkomentar terkait kasus HAM.
Tak ada pressure ataupun imbauan yang diberikan para wakil rakyat. Namun lewat Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda ini dikatakan DPR ikut berduka atas insiden penyerangan yang menimbulkan korban jiwa. Ia menyampaikan bahwa pihak pelaku seharusnya bisa membedakan mana yang jadi korban.
Bukan semua dihajar membabi buta, itu tidak berprikemanusiaan. “Pendapat kami begitu, kepentingan apapun tidak benar menghilangkan nyawa orang lain apalagi dilakukan secara membabi buta. Itu salah sekali,” kata Yunus Wonda di kantor DPRP, Senin (30/10).
Dengan aksi menyerang kemudian menghilangkan nyawa orang lain dikatakan ini menjadi tindakan tidak terpuji dan akan dikecam siapapun sebab pasti ada keluarga yang ditinggalkan dari setiap korban yang meninggal.