Bupati: Kongres AMAN Acaranya Masyarakat Adat

SENTANI- Bupati Jayapura Mathius Awoitauw i bersama  pengurus pusat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terus melakukan koordinasi terkait dengan pemantapan persiapan pelaksanaan kegiatan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ke-VI yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura pada Oktober mendatang.

Bupati Mathius dalam arahannya mengatakan, Kongres AMAN di Kabupaten Jayapura ini merupakan acaranya masyarakat adat.  Oleh karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan kebudayaan,  kuliner lokal dan seni milik masyarakat adat akan ditampilkan.

“Kongres AMAN miliknya masyarakat adat. Ada kuliner, kerajinan, kesenian dari berbagai daerah,” ujar Mathius Awoitauw kepada wartawan, Rabu (6/4).

Bahkan kegiatan nasional ini bukan saja dikhususkan bagi masyarakat adat di Wilayah Tabi,  yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten, namun  dari wilayah adat yang lain di Wilayah Papua dan Papua Barat juga bisa melibatkan diri untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini.

Baca Juga :  Realisasi Program Fisik Capai 35 Persen, Penyerapan Keuangan 45 Persen

“Kita akan kasih ruang dan kita akan komunikasikan dengan semua pihak,  ada tempatnya. Kita akan komunikasikan semua. Baik dari Papua maupun yang datang dari luar. Kita akan petakan dulu, misalnya kalau mereka datang bagaimana,”jelasnya.

Pelaksanaan Kongres AMAN yang bertempat di Kabupaten Jayapura ini harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat adat. Tidak hanya yang berasal dari Papua, tetapi juga masyarakat adat Nusantara lainnya yang turut serta ambil bagian dalam kegiatan nasional ini.

Dia menambahkan, panitia memang membutuhkan dana dalam penyelenggaraan kegiatan ini,  namun tidak harus dalam bentuk anggaran semata. Apabila ada yang memberikan bantuan dalam bentuk fasilitas yang dibutuhkan selama penyelenggaraan kegiatan  juga sangat baik. (roy/ary)

Baca Juga :  Ratusan Jamaah Hadiri Buka Puasa Perdana di Masjid Al-Aqsha Sentani

SENTANI- Bupati Jayapura Mathius Awoitauw i bersama  pengurus pusat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terus melakukan koordinasi terkait dengan pemantapan persiapan pelaksanaan kegiatan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ke-VI yang akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura pada Oktober mendatang.

Bupati Mathius dalam arahannya mengatakan, Kongres AMAN di Kabupaten Jayapura ini merupakan acaranya masyarakat adat.  Oleh karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan kebudayaan,  kuliner lokal dan seni milik masyarakat adat akan ditampilkan.

“Kongres AMAN miliknya masyarakat adat. Ada kuliner, kerajinan, kesenian dari berbagai daerah,” ujar Mathius Awoitauw kepada wartawan, Rabu (6/4).

Bahkan kegiatan nasional ini bukan saja dikhususkan bagi masyarakat adat di Wilayah Tabi,  yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten, namun  dari wilayah adat yang lain di Wilayah Papua dan Papua Barat juga bisa melibatkan diri untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini.

Baca Juga :  50 Ton Lebih Bantuan Cadangan Beras Disalurkan di Kabupaten Jayapura

“Kita akan kasih ruang dan kita akan komunikasikan dengan semua pihak,  ada tempatnya. Kita akan komunikasikan semua. Baik dari Papua maupun yang datang dari luar. Kita akan petakan dulu, misalnya kalau mereka datang bagaimana,”jelasnya.

Pelaksanaan Kongres AMAN yang bertempat di Kabupaten Jayapura ini harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat adat. Tidak hanya yang berasal dari Papua, tetapi juga masyarakat adat Nusantara lainnya yang turut serta ambil bagian dalam kegiatan nasional ini.

Dia menambahkan, panitia memang membutuhkan dana dalam penyelenggaraan kegiatan ini,  namun tidak harus dalam bentuk anggaran semata. Apabila ada yang memberikan bantuan dalam bentuk fasilitas yang dibutuhkan selama penyelenggaraan kegiatan  juga sangat baik. (roy/ary)

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Akan Lebih Baik, Dapat Menyediakan Data Kesehatan Pasien

Berita Terbaru

Artikel Lainnya