Bupati Romanus: Saya Segera Roling Pejabat

MERAUKE- Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT mengungkapkan, dalam satu dua hari ke depan, dirinya segera melakukan roling  pejabat.  Roling ini dilakukan menyikapi masalah pendidikan di Merauke, khsusunya di kampung-kampung yang menjadi basis Orang Asli Papua. 

Bupati Romanus Mbaraka menjelaskan, SD YPPK Bibikem yang sudah 3 tahun dilaporkan lumpuh atau tidak ada proses belajar mengajar itu sebenarnya tidak hanya terjadi di sekolah tersebut, tapi hampir semua sekolah yang ada  di kampung-kampung, kondisinya demikian.  ‘’Ini  yang lagi kita tata dengan baik. Kira-kira kenapa begitu. Kita seleksi guru-guru siapa yang  masuk dan kita akan teliti dengan baik. Ini  proses  sedang berjalan. Tapi,  coba kita akan lihat dulu, “ungkpnya.

Baca Juga :  Garuda Biru Kembali Viral, kini Ramai-ramai Tolak PPN 12 Persen

Diakui, hampir semua SD yang ada di kampung  rata-rata tidak jalan. Ini bukan baru, terjadi tahun ini, tapi sudah bertahun-tahun. Menurut bupati, orang cuma ambil dana BOS di kota. Begitu juga Cuma ambil  gaji di Merauke, tapi tidak pergi ke tempat tugas. Karena itu, lanjutnya, sistem manajemennya yang coba  disetting kembali.  Terutama manajemen  kontrol.

‘’Pengawasnya harus bekerja. Kepala distriknya harus bekerja. Kepala kampungnya juga harus bekerja. Semua ini saya coba satukan agar pelaksanaa tugas  di kampung-kampung bisa berjalan. Kepala distrik bisa kontrol guru dan kepala kampung dan sebaliknya begitu,’’katanya. 

Dikatakan, manajemen pendidikan kurang bagus. Ini sedang ditangani. Akan ada perombakan. Kalau manajerialnya bagus maka pendidikannya juga akan bagus. Begitu juga  kalau kontrolnya bagus maka pendidikanya juga akan baik. “Kita akan tertibkan mulai dari atas sampai ke bawah,’’tandasnya.

Baca Juga :  Jokowi: Presiden Boleh Memihak dan Kampanye

Begitu juga soal sanksi. Bagi yang melangar harus diberikan sanksi. Tapi kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan ini juga harus  menjadi pemicu.(ulo/tho)

MERAUKE- Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT mengungkapkan, dalam satu dua hari ke depan, dirinya segera melakukan roling  pejabat.  Roling ini dilakukan menyikapi masalah pendidikan di Merauke, khsusunya di kampung-kampung yang menjadi basis Orang Asli Papua. 

Bupati Romanus Mbaraka menjelaskan, SD YPPK Bibikem yang sudah 3 tahun dilaporkan lumpuh atau tidak ada proses belajar mengajar itu sebenarnya tidak hanya terjadi di sekolah tersebut, tapi hampir semua sekolah yang ada  di kampung-kampung, kondisinya demikian.  ‘’Ini  yang lagi kita tata dengan baik. Kira-kira kenapa begitu. Kita seleksi guru-guru siapa yang  masuk dan kita akan teliti dengan baik. Ini  proses  sedang berjalan. Tapi,  coba kita akan lihat dulu, “ungkpnya.

Baca Juga :  4 Orang Hilang dan 27 Lain Dinyatakan Meninggal Akibat Badai Otis

Diakui, hampir semua SD yang ada di kampung  rata-rata tidak jalan. Ini bukan baru, terjadi tahun ini, tapi sudah bertahun-tahun. Menurut bupati, orang cuma ambil dana BOS di kota. Begitu juga Cuma ambil  gaji di Merauke, tapi tidak pergi ke tempat tugas. Karena itu, lanjutnya, sistem manajemennya yang coba  disetting kembali.  Terutama manajemen  kontrol.

‘’Pengawasnya harus bekerja. Kepala distriknya harus bekerja. Kepala kampungnya juga harus bekerja. Semua ini saya coba satukan agar pelaksanaa tugas  di kampung-kampung bisa berjalan. Kepala distrik bisa kontrol guru dan kepala kampung dan sebaliknya begitu,’’katanya. 

Dikatakan, manajemen pendidikan kurang bagus. Ini sedang ditangani. Akan ada perombakan. Kalau manajerialnya bagus maka pendidikannya juga akan bagus. Begitu juga  kalau kontrolnya bagus maka pendidikanya juga akan baik. “Kita akan tertibkan mulai dari atas sampai ke bawah,’’tandasnya.

Baca Juga :  PB-IDI Kecam Dugaan Kekerasan Yang Dialami Dokter Onkologi Di Papua

Begitu juga soal sanksi. Bagi yang melangar harus diberikan sanksi. Tapi kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan ini juga harus  menjadi pemicu.(ulo/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya