Thursday, May 9, 2024
26.7 C
Jayapura

Gara-gara Miras, Setubuhi Keponakan yang Masih SD

AKP Ariffin, S.Sos  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Seorang warga di salah satu kampung di Distrik Merauke   berinisial BW (34)  tega menyetubuhi  keponakannya  sendiri.  Sebelum menyetubuhi  korban,   pelaku  terlebih dahulu   menganiaya  korban  karena  menolak ajakan  pelaku. Kasus  persetubuhan  anak   di bawah  umur  tersebut  terjadi Minggu  (3/5) lalu  sekira pukul 20.00 WIT.

    Pelaku  ditenggarai  dalam  pengaruh  minuman keras  saat  melakukan   persetubuhan  tersebut. Kapolres  Merauke  AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK melalui Kasubbag Humas Polres Merauke AKP Ariffin, S.Sos membenarkan   kasus  persetubuhan  yang  dilakukan  tersangka   terhadap keponakannya  tersebut.

  “Kasus yang  terjadi Minggu  lalu itu  sudah  ditangani  Polsek  Merauke  Kota,’’ kata mantan Kaunit Reskrim Polsek  Merauke Kota  ini. 

Baca Juga :  Masyarakat Merauke Diimbau Tidak Mudah Terprovokasi   

   Diketahui, korban   yang masih  berstatus   siswi  Sekolah Dasar  itu, tinggal bersama dengan  pelaku  selama  ini.  Kronologi  kejadiannya, ungkap Kasubag Humas,  berawal saat pelaku memanggil korban ke dalam kamarnya. Kemudian memukulnya hingga berkali-kali bahkan mata korban luka lebam.  

  Setelah menganiaya  korban, selanjutnya   pelaku  melucuti pakaian  korban selanjutnya  menyetubuhinya. ‘’Pelaku  sudah  diamankan dan saat  ini sedang menjalani  proses  penyidikan  di Polsek Merauke Kota,” terang  Kasubag Humas.  

   Pelaku  jelas  mantan penyidik  ini dijerat dengan pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan  kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (ulo/tri)  

Baca Juga :  Gelar Bakti Sosial Peringati  33 Tahun Pengabdian Alumni Akabri
AKP Ariffin, S.Sos  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Seorang warga di salah satu kampung di Distrik Merauke   berinisial BW (34)  tega menyetubuhi  keponakannya  sendiri.  Sebelum menyetubuhi  korban,   pelaku  terlebih dahulu   menganiaya  korban  karena  menolak ajakan  pelaku. Kasus  persetubuhan  anak   di bawah  umur  tersebut  terjadi Minggu  (3/5) lalu  sekira pukul 20.00 WIT.

    Pelaku  ditenggarai  dalam  pengaruh  minuman keras  saat  melakukan   persetubuhan  tersebut. Kapolres  Merauke  AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK melalui Kasubbag Humas Polres Merauke AKP Ariffin, S.Sos membenarkan   kasus  persetubuhan  yang  dilakukan  tersangka   terhadap keponakannya  tersebut.

  “Kasus yang  terjadi Minggu  lalu itu  sudah  ditangani  Polsek  Merauke  Kota,’’ kata mantan Kaunit Reskrim Polsek  Merauke Kota  ini. 

Baca Juga :  Jual Sabu, Nenek 54 Tahun Diciduk Polisi

   Diketahui, korban   yang masih  berstatus   siswi  Sekolah Dasar  itu, tinggal bersama dengan  pelaku  selama  ini.  Kronologi  kejadiannya, ungkap Kasubag Humas,  berawal saat pelaku memanggil korban ke dalam kamarnya. Kemudian memukulnya hingga berkali-kali bahkan mata korban luka lebam.  

  Setelah menganiaya  korban, selanjutnya   pelaku  melucuti pakaian  korban selanjutnya  menyetubuhinya. ‘’Pelaku  sudah  diamankan dan saat  ini sedang menjalani  proses  penyidikan  di Polsek Merauke Kota,” terang  Kasubag Humas.  

   Pelaku  jelas  mantan penyidik  ini dijerat dengan pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan  kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (ulo/tri)  

Baca Juga :  Menhub Bawa Petani Melenial Merauke ke Solo dan Sragen   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya