KMP3R Tegaskan Papua Bicara Masa Depan Bukan Konflik Masa Lalu

​JAYAPURA — Suasana di kawasan Lingkaran Abepura, dipenuhi semangat kebangsaan pada Rabu sore (30/9). Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) menggelar aksi Mimbar Bebas.

  Aksi damai ini dilaksanakan secara khusus memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen kebangsaan dan arah pembangunan di Tanah Papua.

   Dengan mengusung tema “Papua Bicara Masa Depan Bukan Konflik Masa Lalu”, KMP3R berupaya mengubah fokus dinamika publik di Papua agar lebih menatap langkah-langkah strategis ke depan. Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para koordinator lapangan dan pimpinan koalisi menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Siapkan 15 Bus Angkut Jemaat Katolik Ikubi Ibadah Bersama Paus di Vanimo

  Isu-isu krusial seperti pemerataan pembangunan, peningkatan mutu pendidikan, keterjangkauan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi bagi masyarakat asli Papua menjadi poin utama yang disuarakan di atas mimbar. Selain itu, mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi masyarakat sipil serta penghentian segala bentuk tindakan kekerasan di atas Tanah Papua.

  Sejumlah tokoh pemuda tampil menyampaikan orasinya di hadapan massa aksi dan warga sekitar, di antaranya Sekretaris KMP3R Rando Ridamaga, Paul Ohee, serta Ruswanto Narwawan. Dalam pemaparannya, Rando Ridamaga mengimbau kepada seluruh elemen pemuda dan mahasiswa agar tidak lagi terjebak dalam retorika konflik masa lalu yang sering kali menghambat kemajuan.

​JAYAPURA — Suasana di kawasan Lingkaran Abepura, dipenuhi semangat kebangsaan pada Rabu sore (30/9). Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) menggelar aksi Mimbar Bebas.

  Aksi damai ini dilaksanakan secara khusus memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen kebangsaan dan arah pembangunan di Tanah Papua.

   Dengan mengusung tema “Papua Bicara Masa Depan Bukan Konflik Masa Lalu”, KMP3R berupaya mengubah fokus dinamika publik di Papua agar lebih menatap langkah-langkah strategis ke depan. Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para koordinator lapangan dan pimpinan koalisi menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat saat ini.

Baca Juga :   Pembangunan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terus Ditingkatkan

  Isu-isu krusial seperti pemerataan pembangunan, peningkatan mutu pendidikan, keterjangkauan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi bagi masyarakat asli Papua menjadi poin utama yang disuarakan di atas mimbar. Selain itu, mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi masyarakat sipil serta penghentian segala bentuk tindakan kekerasan di atas Tanah Papua.

  Sejumlah tokoh pemuda tampil menyampaikan orasinya di hadapan massa aksi dan warga sekitar, di antaranya Sekretaris KMP3R Rando Ridamaga, Paul Ohee, serta Ruswanto Narwawan. Dalam pemaparannya, Rando Ridamaga mengimbau kepada seluruh elemen pemuda dan mahasiswa agar tidak lagi terjebak dalam retorika konflik masa lalu yang sering kali menghambat kemajuan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya