Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan 

JAYAPURA–Polda Papua melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Papua menggelar uji coba pilot project Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan di SD Negeri Inpres Dok 8, Kota Jayapura, Kamis (1/10). Kegiatan itu dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin, serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Papua.

  Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, uji coba ini merupakan bagian dari koordinasi SPPG Polda Papua dengan pihak sekolah sekaligus gladi bersih. Tujuannya memastikan penyajian MBG dengan sistem prasmanan berjalan aman, tertib, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi siswa.

  Sistem prasmanan diterapkan bagi siswa kelas 5 dan kelas 6. Sejumlah siswa dilibatkan sebagai relawan yang membantu menyajikan makanan kepada teman-temannya. “Kami mencoba pola prasmanan ini agar makanan disajikan tetap higienis dan hangat. Targetnya, paling lama dua jam setelah dimasak, makanan sudah disantap anak-anak dalam kondisi suhu di atas 60 derajat Celsius,” ujar Jannus.

Baca Juga :  Tur Jatim, Persipura Boyong 25 Pemain

  Menurut dia, keterlibatan siswa sebagai relawan juga bernilai edukatif dan melatih kepedulian antarsiswa. Relawan membantu menyesuaikan porsi dengan kebutuhan masing-masing teman, sehingga makanan termanfaatkan optimal dan potensi sisa makanan dapat ditekan.

JAYAPURA–Polda Papua melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Papua menggelar uji coba pilot project Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan di SD Negeri Inpres Dok 8, Kota Jayapura, Kamis (1/10). Kegiatan itu dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin, serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Papua.

  Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, uji coba ini merupakan bagian dari koordinasi SPPG Polda Papua dengan pihak sekolah sekaligus gladi bersih. Tujuannya memastikan penyajian MBG dengan sistem prasmanan berjalan aman, tertib, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi siswa.

  Sistem prasmanan diterapkan bagi siswa kelas 5 dan kelas 6. Sejumlah siswa dilibatkan sebagai relawan yang membantu menyajikan makanan kepada teman-temannya. “Kami mencoba pola prasmanan ini agar makanan disajikan tetap higienis dan hangat. Targetnya, paling lama dua jam setelah dimasak, makanan sudah disantap anak-anak dalam kondisi suhu di atas 60 derajat Celsius,” ujar Jannus.

Baca Juga :  Tim Terpadu Mulai Sweeping Meriam Spiritus

  Menurut dia, keterlibatan siswa sebagai relawan juga bernilai edukatif dan melatih kepedulian antarsiswa. Relawan membantu menyesuaikan porsi dengan kebutuhan masing-masing teman, sehingga makanan termanfaatkan optimal dan potensi sisa makanan dapat ditekan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya