Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

JAYAPURA-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes, mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menerima laporan dari pusat posko layanan di Puskesmas Depapre lebih dari 527 warga mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, sejak kejadian pertama dilaporkan. Menurutnya, warga yang memeriksakan diri berasal dari berbagai kelompok usia. Namun, sebagian besar pasien merupakan anak usia sekolah, terutama tingkat SD dan SMP.

“Korban berasal dari berbagai usia, mulai PAUD sekitar 3–4 tahun hingga orang dewasa. Tetapi yang paling banyak berada pada usia SD dan SMP,” kata dr. Beeri saat ditemui RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura. Selain anak sekolah, sejumlah anggota keluarga juga ikut mengalami keluhan setelah makanan yang dibawa pulang dikonsumsi bersama di rumah.

Baca Juga :  Total Capai Rp 10 Miliar Dana PON XX yang Berhasil Disita Kejati

Beeri mengatakan, terdapat pula bayi yang diperiksa. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti terjadi penularan keracunan melalui bayi. Tim medis masih perlu memastikan penyebab dan mekanisme gangguan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan. Terkait penyebab gangguan kesehatan tersebut, Dinkes Papua masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan pemeriksaan terkait lainnya.

Beeri menjelaskan, pemeriksaan dengan metode kultur membutuhkan waktu karena sampel harus melalui proses pembiakan untuk mengetahui jenis bakteri atau mikroorganisme yang mungkin terdapat di dalamnya. “Uji sampel biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena menggunakan metode kultur. Sampel terlebih dahulu diproses untuk mengidentifikasi jenis kuman atau bakteri,” jelasnya.

JAYAPURA-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes, mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua menerima laporan dari pusat posko layanan di Puskesmas Depapre lebih dari 527 warga mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, sejak kejadian pertama dilaporkan. Menurutnya, warga yang memeriksakan diri berasal dari berbagai kelompok usia. Namun, sebagian besar pasien merupakan anak usia sekolah, terutama tingkat SD dan SMP.

“Korban berasal dari berbagai usia, mulai PAUD sekitar 3–4 tahun hingga orang dewasa. Tetapi yang paling banyak berada pada usia SD dan SMP,” kata dr. Beeri saat ditemui RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura. Selain anak sekolah, sejumlah anggota keluarga juga ikut mengalami keluhan setelah makanan yang dibawa pulang dikonsumsi bersama di rumah.

Baca Juga :  KPK Jebloskan Dua Penyuap Bupati Mamberamo Tengah ke Lapas Sukamiskin

Beeri mengatakan, terdapat pula bayi yang diperiksa. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti terjadi penularan keracunan melalui bayi. Tim medis masih perlu memastikan penyebab dan mekanisme gangguan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan. Terkait penyebab gangguan kesehatan tersebut, Dinkes Papua masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan pemeriksaan terkait lainnya.

Beeri menjelaskan, pemeriksaan dengan metode kultur membutuhkan waktu karena sampel harus melalui proses pembiakan untuk mengetahui jenis bakteri atau mikroorganisme yang mungkin terdapat di dalamnya. “Uji sampel biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena menggunakan metode kultur. Sampel terlebih dahulu diproses untuk mengidentifikasi jenis kuman atau bakteri,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya