Ujian di Rusia Dilakukan Secara Lisan, Sedangkan di Indonesia Dilakukan Tertulis

Mengenal Safina Lutfiah Zahro, Mahasiswa Asal Pati yang Kuliah di Rusia dengan Nilai A Tanpa Remedial

Kuliah di salah satu kampus paling bergengsi di Rusia bukan perkara mudah. Hal itu dibuktikan Safina Lutfiah Zahro. Namun, dia berhasil mendapat nilai A berturut-turut tanpa remidial.

Laporan: Andre Faidhil_Pati

Mahasiswi asal Desa Bulungan, Tayu, Pati, bernama Safina Lutfiah Zahro kini menempuh studi magister di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) Rusia. Kesehariannya pun tak seperti mahasiswi lain di Indonesia. Harus lebih giat belajar. Ia membagikan pengalaman menghadapi sistem pendidikan dengan standar akademik yang ketat.

Mulai dari ujian lisan hingga ancaman drop out (DO), jika gagal menyelesaikan mata kuliah sesuai kurikulum. Perempuan yang lahir pada 4 Maret 2001 itu, mengawali pendidikannya di SMP Negeri 1 Tayu. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Pare. Setelah lulus, langkahnya membawanya ribuan kilometer dari kampung halaman menuju Rusia.

Baca Juga :  Ungkap 14 Kasus Termasuk Sindikat dari Palu, 20 Tersangka Diamankan

Di Negeri Beruang Merah itu, Safina menempuh pendidikan strata 1 (S-1) di Kazan Federal University pada program studi World and Regional Economics.Tak berhenti di situ. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia kembali melanjutkan studi magister (S-2) di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO).

Itu salah satu universitas bergengsi di Rusia yang berada di bawah Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia. Di kampus itu, Safina mengambil program Political Economy of Russia-ASEAN Strategic Partnership. Yaitu sebuah bidang studi yang mempelajari hubungan strategis Rusia dan negara-negara ASEAN dari sisi ekonomi dan politik.

Mengenal Safina Lutfiah Zahro, Mahasiswa Asal Pati yang Kuliah di Rusia dengan Nilai A Tanpa Remedial

Kuliah di salah satu kampus paling bergengsi di Rusia bukan perkara mudah. Hal itu dibuktikan Safina Lutfiah Zahro. Namun, dia berhasil mendapat nilai A berturut-turut tanpa remidial.

Laporan: Andre Faidhil_Pati

Mahasiswi asal Desa Bulungan, Tayu, Pati, bernama Safina Lutfiah Zahro kini menempuh studi magister di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) Rusia. Kesehariannya pun tak seperti mahasiswi lain di Indonesia. Harus lebih giat belajar. Ia membagikan pengalaman menghadapi sistem pendidikan dengan standar akademik yang ketat.

Mulai dari ujian lisan hingga ancaman drop out (DO), jika gagal menyelesaikan mata kuliah sesuai kurikulum. Perempuan yang lahir pada 4 Maret 2001 itu, mengawali pendidikannya di SMP Negeri 1 Tayu. Kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Pare. Setelah lulus, langkahnya membawanya ribuan kilometer dari kampung halaman menuju Rusia.

Baca Juga :  Timnas Tak Berada di Grup Maut, Justru Menciptakan Neraka Bagi Tim Lain

Di Negeri Beruang Merah itu, Safina menempuh pendidikan strata 1 (S-1) di Kazan Federal University pada program studi World and Regional Economics.Tak berhenti di situ. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia kembali melanjutkan studi magister (S-2) di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO).

Itu salah satu universitas bergengsi di Rusia yang berada di bawah Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia. Di kampus itu, Safina mengambil program Political Economy of Russia-ASEAN Strategic Partnership. Yaitu sebuah bidang studi yang mempelajari hubungan strategis Rusia dan negara-negara ASEAN dari sisi ekonomi dan politik.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya