78 TK Meriahkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya

MIMIKA — Sebanyak 78 Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar pawai budaya di Kota Timika untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kamis (23/7).

Ratusan anak tampak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mengenalkan keberagaman budaya sejak usia dini.

Pawai mengambil titik rute memutar, dimulai dari halaman Gedung Eme Neme Yauware, melintasi Jalan Belibis menuju Bank Papua, dan kembali berakhir di halaman Eme Neme Yauware.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, mengapresiasi sinergi lintas pihak yang membuat perayaan tahun ini berlangsung semarak.

“Hari ini kami sangat bangga karena antusias dari pihak sekolah maupun orang tua sangat luar biasa. Semua dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi bersama Dinas Pendidikan,” kata Antoneta, Kamis (23/7)

Baca Juga :  Miris, 25 Kasus Anak Nikah Dibawah Umur

Sementara itu Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Alowisia Emakeparo, menegaskan bahwa esensi Peringatan Hari Anak Nasional tak boleh berhenti di tingkat PAUD, melainkan harus digelorakan oleh seluruh jenjang pendidikan hingga SMA/SMK. Menurutnya, kesadaran akan hak dan perlindungan anak merupakan isu krusial.

“Anak-anak harus mendapatkan perlindungan sejak usia dini. Orang tua maupun guru memiliki peran penting agar tidak terjadi penelantaran anak dan mereka memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan,” kata Alowisia. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

MIMIKA — Sebanyak 78 Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar pawai budaya di Kota Timika untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kamis (23/7).

Ratusan anak tampak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mengenalkan keberagaman budaya sejak usia dini.

Pawai mengambil titik rute memutar, dimulai dari halaman Gedung Eme Neme Yauware, melintasi Jalan Belibis menuju Bank Papua, dan kembali berakhir di halaman Eme Neme Yauware.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, mengapresiasi sinergi lintas pihak yang membuat perayaan tahun ini berlangsung semarak.

“Hari ini kami sangat bangga karena antusias dari pihak sekolah maupun orang tua sangat luar biasa. Semua dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi bersama Dinas Pendidikan,” kata Antoneta, Kamis (23/7)

Baca Juga :  Satlantas Kembali Razia,  40 Pelanggar Terjaring

Sementara itu Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Alowisia Emakeparo, menegaskan bahwa esensi Peringatan Hari Anak Nasional tak boleh berhenti di tingkat PAUD, melainkan harus digelorakan oleh seluruh jenjang pendidikan hingga SMA/SMK. Menurutnya, kesadaran akan hak dan perlindungan anak merupakan isu krusial.

“Anak-anak harus mendapatkan perlindungan sejak usia dini. Orang tua maupun guru memiliki peran penting agar tidak terjadi penelantaran anak dan mereka memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan,” kata Alowisia. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya