Proses Penjemputan Ternyata Tak Mudah

Taufik Kerap Ganti Nomor Hp

JAKARTA – Kepanikan Taufik Hidayat (30) semakin memuncak setelah namanya menjadi viral di Indonesia akibat dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung. Buronan yang sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu akhirnya memilih menghentikan pelariannya dan menyerahkan diri kepada kepolisian.

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53), yang kemudian berperan penting dalam proses penyerahan dirinya. Dadang mengungkapkan, beberapa hari sebelum ditangkap, Taufik menghubunginya melalui telepon. Dalam percakapan itu, ia merasakan langsung kepanikan Taufik Hidayat yang merasa tertekan karena identitas dan kasusnya telah menjadi viral di berbagai platform media sosial.

“Dia telepon saya dan bilang, ‘Pak, bagaimana ini? Saya sudah viral bahkan se-Indonesia’,” kata Dadang saat ditemui di kediamannya di kawasan Perumahan Griya Pesona, Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6).

Mendengar keluhan tersebut, Dadang mencoba memberikan nasihat agar Taufik menghentikan pelariannya. Menurutnya, terus bersembunyi hanya akan memperburuk keadaan.Ia menjelaskan kepada mantan anak buahnya itu bahwa ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi apabila tetap melarikan diri, yakni terus hidup dalam pelarian, diamankan warga yang mengenalinya karena viral di Indonesia, atau akhirnya ditangkap aparat kepolisian.

Nasihat tersebut tampaknya membuat Taufik berpikir ulang. Setelah mempertimbangkan berbagai risiko, ia menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan diri.Namun, Taufik meminta satu syarat, yakni Dadang harus mendampinginya selama proses penyerahan kepada polisi. Setelah mendapatkan persetujuan dari Taufik, Dadang segera berkoordinasi dengan anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat. Meski demikian, proses penjemputan sempat berlangsung cukup rumit.

Baca Juga :  Ada Empat Kasus Kekerasan Menonjol Awal 2026, Dorong Dialog Untuk Redam Konflik

Selama menjadi buronan, Taufik disebut beberapa kali mengganti nomor telepon sehingga keberadaannya sulit dilacak dan komunikasi tidak berjalan lancar. Strategi penjemputan kemudian disusun di rumah Dadang yang berada di wilayah Majalaya. Pada Selasa (23/6) sore, Taufik akhirnya datang ke lokasi yang telah disepakati. Sesampainya di rumah tersebut, Taufik langsung bertemu dengan petugas kepolisian yang telah bersiap melakukan pengamanan.

Setelah berbincang sejenak, ia kemudian dibawa menuju kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dadang mengatakan dirinya ikut mendampingi perjalanan tersebut karena hal itu menjadi bagian dari kesepakatan yang sebelumnya diminta oleh Taufik. Dalam kesempatan yang sama, Dadang juga menanggapi berbagai informasi yang beredar terkait hubungan antara Taufik Hidayat dan perempuan yang diduga menjadi korban.

Berdasarkan cerita yang pernah diterimanya, keduanya diketahui menjalin hubungan asmara dan sempat tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan. Dadang menyebut Taufik pernah mengaku telah menikah secara siri dengan perempuan tersebut setelah hubungan mereka dipertanyakan oleh pemilik kontrakan.Meski demikian, Dadang menegaskan dirinya tidak mengetahui secara pasti bagaimana perjalanan hubungan keduanya maupun peristiwa yang kini sedang ditangani aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Polres Paniai Selidiki Dua Kasus Penganiayaan di Jalan Trans Papua

Ia hanya memastikan bahwa Taufik pernah bekerja bersamanya pada periode 2023 hingga 2024. Selama bekerja, Dadang mengaku tidak melihat perilaku yang mencurigakan dari Taufik.

“Yang saya tahu, dia bekerja seperti biasa dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik,” ujarnya.

Kasus yang membuat Taufik Hidayat viral di Indonesia ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa YTR sedang berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kecelakaan.

Namun, setelah mendatangi rumah sakit, keluarga menemukan kondisi korban mengalami luka berat. Temuan tersebut kemudian membuka dugaan adanya tindak penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban. Keluarga juga mengungkapkan bahwa YTR telah sulit dihubungi sejak tahun 2023.

Sebelum kehilangan kontak, korban diketahui berkenalan dengan Taufik dalam sebuah konser musik di Bandung dan kemudian menjalin hubungan asmara.Kini, kasus yang bermula dari hilangnya komunikasi korban tersebut terus didalami oleh penyidik. Sementara itu, kepanikan Taufik Hidayat setelah viral di Indonesia akhirnya berujung pada keputusan menyerahkan diri dan menghadapi proses hukum yang berjalan.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Taufik Kerap Ganti Nomor Hp

JAKARTA – Kepanikan Taufik Hidayat (30) semakin memuncak setelah namanya menjadi viral di Indonesia akibat dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung. Buronan yang sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu akhirnya memilih menghentikan pelariannya dan menyerahkan diri kepada kepolisian.

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53), yang kemudian berperan penting dalam proses penyerahan dirinya. Dadang mengungkapkan, beberapa hari sebelum ditangkap, Taufik menghubunginya melalui telepon. Dalam percakapan itu, ia merasakan langsung kepanikan Taufik Hidayat yang merasa tertekan karena identitas dan kasusnya telah menjadi viral di berbagai platform media sosial.

“Dia telepon saya dan bilang, ‘Pak, bagaimana ini? Saya sudah viral bahkan se-Indonesia’,” kata Dadang saat ditemui di kediamannya di kawasan Perumahan Griya Pesona, Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6).

Mendengar keluhan tersebut, Dadang mencoba memberikan nasihat agar Taufik menghentikan pelariannya. Menurutnya, terus bersembunyi hanya akan memperburuk keadaan.Ia menjelaskan kepada mantan anak buahnya itu bahwa ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi apabila tetap melarikan diri, yakni terus hidup dalam pelarian, diamankan warga yang mengenalinya karena viral di Indonesia, atau akhirnya ditangkap aparat kepolisian.

Nasihat tersebut tampaknya membuat Taufik berpikir ulang. Setelah mempertimbangkan berbagai risiko, ia menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan diri.Namun, Taufik meminta satu syarat, yakni Dadang harus mendampinginya selama proses penyerahan kepada polisi. Setelah mendapatkan persetujuan dari Taufik, Dadang segera berkoordinasi dengan anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat. Meski demikian, proses penjemputan sempat berlangsung cukup rumit.

Baca Juga :  Prabowo Sowan Jokowi, Anies Bertemu SBY

Selama menjadi buronan, Taufik disebut beberapa kali mengganti nomor telepon sehingga keberadaannya sulit dilacak dan komunikasi tidak berjalan lancar. Strategi penjemputan kemudian disusun di rumah Dadang yang berada di wilayah Majalaya. Pada Selasa (23/6) sore, Taufik akhirnya datang ke lokasi yang telah disepakati. Sesampainya di rumah tersebut, Taufik langsung bertemu dengan petugas kepolisian yang telah bersiap melakukan pengamanan.

Setelah berbincang sejenak, ia kemudian dibawa menuju kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dadang mengatakan dirinya ikut mendampingi perjalanan tersebut karena hal itu menjadi bagian dari kesepakatan yang sebelumnya diminta oleh Taufik. Dalam kesempatan yang sama, Dadang juga menanggapi berbagai informasi yang beredar terkait hubungan antara Taufik Hidayat dan perempuan yang diduga menjadi korban.

Berdasarkan cerita yang pernah diterimanya, keduanya diketahui menjalin hubungan asmara dan sempat tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan. Dadang menyebut Taufik pernah mengaku telah menikah secara siri dengan perempuan tersebut setelah hubungan mereka dipertanyakan oleh pemilik kontrakan.Meski demikian, Dadang menegaskan dirinya tidak mengetahui secara pasti bagaimana perjalanan hubungan keduanya maupun peristiwa yang kini sedang ditangani aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Polres Paniai Selidiki Dua Kasus Penganiayaan di Jalan Trans Papua

Ia hanya memastikan bahwa Taufik pernah bekerja bersamanya pada periode 2023 hingga 2024. Selama bekerja, Dadang mengaku tidak melihat perilaku yang mencurigakan dari Taufik.

“Yang saya tahu, dia bekerja seperti biasa dan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik,” ujarnya.

Kasus yang membuat Taufik Hidayat viral di Indonesia ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa YTR sedang berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kecelakaan.

Namun, setelah mendatangi rumah sakit, keluarga menemukan kondisi korban mengalami luka berat. Temuan tersebut kemudian membuka dugaan adanya tindak penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban. Keluarga juga mengungkapkan bahwa YTR telah sulit dihubungi sejak tahun 2023.

Sebelum kehilangan kontak, korban diketahui berkenalan dengan Taufik dalam sebuah konser musik di Bandung dan kemudian menjalin hubungan asmara.Kini, kasus yang bermula dari hilangnya komunikasi korban tersebut terus didalami oleh penyidik. Sementara itu, kepanikan Taufik Hidayat setelah viral di Indonesia akhirnya berujung pada keputusan menyerahkan diri dan menghadapi proses hukum yang berjalan.(*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya