Simulasi CAT IPDN Jadi Role Model Pembinaan Generasi Muda Papua

JAYAPURA – Komisioner V DPN IKAPTK Wilayah Timur, Benhur Tomi Mano (BTM), menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan simulasi Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) IPDN yang digelar DPK-IKAPTK Kota Jayapura merupakan langkah awal yang dapat menjadi role model dalam mempersiapkan generasi muda asli Papua untuk menembus sekolah kedinasan, khususnya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Menurut BTM, program tersebut bukan sekadar kegiatan sosialisasi biasa, melainkan sebuah upaya nyata untuk membuka akses dan memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak asli Papua agar mampu bersaing dalam seleksi masuk IPDN.

“Kegiatan yang dilakukan DPK-IKAPTK Kota Jayapura ini merupakan role model atau contoh yang baik dalam mempersiapkan generasi muda Papua. Ini adalah langkah awal untuk membuka ruang bagi anak-anak asli Papua agar memiliki kesempatan yang lebih besar masuk ke IPDN,” ujar BTM.

Baca Juga :  KEP Himpun Masukan Terkait Pelaksanaan MBG di Kota Sorong

Ia mengatakan, simulasi dan sosialisasi CAT memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta mengenai mekanisme seleksi yang akan dihadapi. Dengan demikian, para peserta dapat mempersiapkan diri lebih baik sejak dini, baik dari sisi akademik maupun mental.

Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan mengingat masih minimnya jumlah putra-putri asli Papua yang berhasil lolos dalam seleksi sekolah kedinasan setiap tahunnya. BTM menilai program yang dimulai dari Kota Jayapura ini harus terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai daerah di Provinsi Papua sehingga semakin banyak generasi muda Papua yang mendapatkan kesempatan dan pembinaan yang sama.

JAYAPURA – Komisioner V DPN IKAPTK Wilayah Timur, Benhur Tomi Mano (BTM), menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan simulasi Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) IPDN yang digelar DPK-IKAPTK Kota Jayapura merupakan langkah awal yang dapat menjadi role model dalam mempersiapkan generasi muda asli Papua untuk menembus sekolah kedinasan, khususnya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Menurut BTM, program tersebut bukan sekadar kegiatan sosialisasi biasa, melainkan sebuah upaya nyata untuk membuka akses dan memberikan ruang yang lebih luas bagi anak-anak asli Papua agar mampu bersaing dalam seleksi masuk IPDN.

“Kegiatan yang dilakukan DPK-IKAPTK Kota Jayapura ini merupakan role model atau contoh yang baik dalam mempersiapkan generasi muda Papua. Ini adalah langkah awal untuk membuka ruang bagi anak-anak asli Papua agar memiliki kesempatan yang lebih besar masuk ke IPDN,” ujar BTM.

Baca Juga :  KEP Himpun Masukan Terkait Pelaksanaan MBG di Kota Sorong

Ia mengatakan, simulasi dan sosialisasi CAT memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta mengenai mekanisme seleksi yang akan dihadapi. Dengan demikian, para peserta dapat mempersiapkan diri lebih baik sejak dini, baik dari sisi akademik maupun mental.

Menurutnya, pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan mengingat masih minimnya jumlah putra-putri asli Papua yang berhasil lolos dalam seleksi sekolah kedinasan setiap tahunnya. BTM menilai program yang dimulai dari Kota Jayapura ini harus terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai daerah di Provinsi Papua sehingga semakin banyak generasi muda Papua yang mendapatkan kesempatan dan pembinaan yang sama.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya