MERAUKE – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian di Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke dihadapan Menteri Transmigrasi RI,Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Dubes Tiongkok saat melakukan kunjungan kerja ke Telaga Sari, Salor I, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke guna memantau potensi pertanian di kampung itu, Selasa (2/6).
Dalam pemaparan, Sekda Ferdinandus menyebut, Kampung Telaga Sari termasuk salah satu kawasan transmigrasi yang berkembang dan menjadi contoh harmonisasi masyarakat transmigrasi dan masyarakat asli Papua.
Dikatakan, potensi utama kawasan ini yakni padi dan hortikultura, peternakan dan perikanan. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ketahanan pangan masyarakat.
“Luas wilayah Kampung Telaga Sari kurang lebih 16 kilo meter persegi, pengembangan pertanian potensial lahan pertanian seluas 1.058 hektare,”kata dia.
Ferdinandus mengatakan, target utama program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk meningkatkan kualitas tanah dan sistem irigasi di Telaga Sari seluas kurang lebih 888 hektare. “Fokus komoditas prioritas pengembangan pada tanaman padi sebagai pilar ketahanan pangan lokal,”ujar Ferdinandus.