Ada Yang Berjuang Puluhan Tahun Mencari Pekerjaan

Melihat Upaya Disnakertrans Atasi Kebutuhan Para Pencaker

Di tengah ketatnya persaingan kerja, para pencaker kini memiliki satu hal penting yang sebelumnya tidak mereka punya pengalaman kerja dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dari sulitnya mencari kerja, harapan itu muncul lewat program magang di Sentani.

Laporan : Yohana_SENTANI

Persaingan mencari pekerjaan di Kabupaten Jayapura semakin hari semakin berat. Setiap tahun, ratusan bahkan ribuan lulusan SMA dan SMK keluar dari sekolah dengan harapan memperoleh pekerjaan yang layak. Belum lagi para lulusan perguruan tinggi di Jayapura yang juga ikut bersaing mencari peluang kerja di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa kepastian. Ada yang diterima bekerja, tetapi hanya beberapa bulan. Ada pula yang harus kembali menganggur setelah kontrak kerja selesai. Kondisi itu dirasakan langsung oleh Klemens Ongge, lulusan SMK Negeri 1 Sentani tahun 2011. Sudah bertahun-tahun ia mencoba mencari pekerjaan tetap, namun kesempatan yang datang tidak pernah bertahan lama. “Kalau pun ada pekerjaan, paling hanya kontrak satu tahun,” katanya.

Baca Juga :  Enam Tahun Menjabat Kasat Intel, Banyak Aksi Demonstrasi Batal Digelar

Klemens bukan satu-satunya. Banyak pencari kerja di Kabupaten Jayapura mengalami hal serupa. Harapan perlahan mulai memudar karena lapangan kerja terasa semakin sempit, sementara jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahun.

Namun di tengah situasi tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura mencoba menghadirkan harapan baru melalui program pelatihan dan pemagangan kerja.

Program ini tidak hanya memberikan teori di ruang pelatihan, tetapi juga membuka jalan bagi para pencari kerja untuk turun langsung ke dunia kerja melalui sistem magang di perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Melihat Upaya Disnakertrans Atasi Kebutuhan Para Pencaker

Di tengah ketatnya persaingan kerja, para pencaker kini memiliki satu hal penting yang sebelumnya tidak mereka punya pengalaman kerja dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dari sulitnya mencari kerja, harapan itu muncul lewat program magang di Sentani.

Laporan : Yohana_SENTANI

Persaingan mencari pekerjaan di Kabupaten Jayapura semakin hari semakin berat. Setiap tahun, ratusan bahkan ribuan lulusan SMA dan SMK keluar dari sekolah dengan harapan memperoleh pekerjaan yang layak. Belum lagi para lulusan perguruan tinggi di Jayapura yang juga ikut bersaing mencari peluang kerja di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa kepastian. Ada yang diterima bekerja, tetapi hanya beberapa bulan. Ada pula yang harus kembali menganggur setelah kontrak kerja selesai. Kondisi itu dirasakan langsung oleh Klemens Ongge, lulusan SMK Negeri 1 Sentani tahun 2011. Sudah bertahun-tahun ia mencoba mencari pekerjaan tetap, namun kesempatan yang datang tidak pernah bertahan lama. “Kalau pun ada pekerjaan, paling hanya kontrak satu tahun,” katanya.

Baca Juga :  Enam Tahun Menjabat Kasat Intel, Banyak Aksi Demonstrasi Batal Digelar

Klemens bukan satu-satunya. Banyak pencari kerja di Kabupaten Jayapura mengalami hal serupa. Harapan perlahan mulai memudar karena lapangan kerja terasa semakin sempit, sementara jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahun.

Namun di tengah situasi tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura mencoba menghadirkan harapan baru melalui program pelatihan dan pemagangan kerja.

Program ini tidak hanya memberikan teori di ruang pelatihan, tetapi juga membuka jalan bagi para pencari kerja untuk turun langsung ke dunia kerja melalui sistem magang di perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya