Ada Yang Berjuang Puluhan Tahun Mencari Pekerjaan

Salah satunya adalah kerja sama dengan Hotel Suni Sentani. Sebanyak 15 peserta diterima untuk mengikuti program magang di hotel tersebut. Mereka ditempatkan di berbagai bidang pekerjaan seperti housekeeping, kitchen, engineering, front office hingga food and beverage. Sebelum turun langsung ke tempat kerja, para peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan dasar selama dua minggu. Mereka dibekali materi keselamatan kerja, peningkatan keterampilan, hingga pembentukan karakter kerja.

Setelah itu, mereka mulai menjalani masa magang selama kurang lebih tiga bulan, mulai 4 April hingga 8 Agustus 2026. Bagi para peserta, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga.  Selain mendapat pelatihan, mereka juga memperoleh penghasilan yang dibayarkan melalui dana Otonomi Khusus (Otsus). Setiap peserta menerima insentif sekitar Rp100 ribu per hari atau sekitar Rp3 juta per bulan.

Jumlah itu memang bukan angka yang besar bagi sebagian orang, tetapi bagi para pencari kerja yang sudah lama menganggur, penghasilan tersebut sangat berarti untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  35 Ekor Babi di Wilayah Sentani Timur Dimusnahkan

“Kami sangat bersyukur ada pelatihan seperti ini agar pencari kerja yang masih mencari pekerjaan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut,” ujar Klemens.

Menurutnya, program dari Disnakertrans sangat membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pengalaman dan sertifikat yang nantinya bisa digunakan saat melamar pekerjaan.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, jangan hanya sampai di sini,” katanya penuh harap.

Hal senada juga disampaikan Maikel Kawai, peserta magang lainnya. Ia mengaku bersyukur karena program tersebut tidak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga membantu peserta bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Kami bisa magang sekaligus digaji. Tidak hanya itu, kami juga diberikan pelatihan tenaga kerja yang sangat membantu,” ujarnya.

Ia berharap kesempatan magang tersebut dapat membuka peluang agar para peserta nantinya direkrut menjadi pegawai tetap.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, menjelaskan bahwa program magang merupakan bagian dari skema penempatan kerja melalui on the job training. “Sekarang kita masuk magang kedua di bidang perhotelan. Yang pertama kemarin di bidang otomotif,” jelas Edward.

Baca Juga :  Atasi Stunting, DKP Bantu Fiber Kolam, Pakan dan Benih Ikan

Menurutnya, masa magang minimal tiga bulan sangat penting agar pengalaman peserta benar-benar diakui oleh perusahaan. “Supaya perusahaan bisa mengakui bahwa mereka pernah bekerja di hotel dan memenuhi standar kerja,” katanya.

Edward mengatakan, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga sertifikat yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu sertifikat yang diberikan adalah sertifikat safety officer atau K3, yang menurutnya tidak mudah diperoleh dan menjadi syarat penting di banyak perusahaan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan alat berat selama satu minggu yang nantinya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar. “Gelombang ini mereka juga mendapat sertifikat pernah bekerja di grup hotel,” ujarnya.

Salah satunya adalah kerja sama dengan Hotel Suni Sentani. Sebanyak 15 peserta diterima untuk mengikuti program magang di hotel tersebut. Mereka ditempatkan di berbagai bidang pekerjaan seperti housekeeping, kitchen, engineering, front office hingga food and beverage. Sebelum turun langsung ke tempat kerja, para peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan dasar selama dua minggu. Mereka dibekali materi keselamatan kerja, peningkatan keterampilan, hingga pembentukan karakter kerja.

Setelah itu, mereka mulai menjalani masa magang selama kurang lebih tiga bulan, mulai 4 April hingga 8 Agustus 2026. Bagi para peserta, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga.  Selain mendapat pelatihan, mereka juga memperoleh penghasilan yang dibayarkan melalui dana Otonomi Khusus (Otsus). Setiap peserta menerima insentif sekitar Rp100 ribu per hari atau sekitar Rp3 juta per bulan.

Jumlah itu memang bukan angka yang besar bagi sebagian orang, tetapi bagi para pencari kerja yang sudah lama menganggur, penghasilan tersebut sangat berarti untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Ikut Ajakan Teman Malah Tidak Digaji, Sempat Dikira Sudah Meninggal

“Kami sangat bersyukur ada pelatihan seperti ini agar pencari kerja yang masih mencari pekerjaan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut,” ujar Klemens.

Menurutnya, program dari Disnakertrans sangat membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pengalaman dan sertifikat yang nantinya bisa digunakan saat melamar pekerjaan.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, jangan hanya sampai di sini,” katanya penuh harap.

Hal senada juga disampaikan Maikel Kawai, peserta magang lainnya. Ia mengaku bersyukur karena program tersebut tidak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga membantu peserta bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Kami bisa magang sekaligus digaji. Tidak hanya itu, kami juga diberikan pelatihan tenaga kerja yang sangat membantu,” ujarnya.

Ia berharap kesempatan magang tersebut dapat membuka peluang agar para peserta nantinya direkrut menjadi pegawai tetap.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, menjelaskan bahwa program magang merupakan bagian dari skema penempatan kerja melalui on the job training. “Sekarang kita masuk magang kedua di bidang perhotelan. Yang pertama kemarin di bidang otomotif,” jelas Edward.

Baca Juga :  35 Ekor Babi di Wilayah Sentani Timur Dimusnahkan

Menurutnya, masa magang minimal tiga bulan sangat penting agar pengalaman peserta benar-benar diakui oleh perusahaan. “Supaya perusahaan bisa mengakui bahwa mereka pernah bekerja di hotel dan memenuhi standar kerja,” katanya.

Edward mengatakan, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga sertifikat yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu sertifikat yang diberikan adalah sertifikat safety officer atau K3, yang menurutnya tidak mudah diperoleh dan menjadi syarat penting di banyak perusahaan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan alat berat selama satu minggu yang nantinya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar. “Gelombang ini mereka juga mendapat sertifikat pernah bekerja di grup hotel,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya