WAMENA- Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menekankan kepada seluruh masyarakat yang ada di 8 Kabupaten untuk tidak lagi perang suku. Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menegaskan sejak masuknya injil ke lembah Baliem 72 tahun yang lalu sudah menghentikan perang-perang antara suku, oleh karena itu, tidak boleh lagi ada perang yang terjadi diatas tanah ini, ini perlu didengar dan dilakukan karena pemerintah merupakan wakil Allah di bumi.
“Bagi kelompok -kelompok yang masih suka melakukan perang berhenti dan harus mencari titik temu dalam kristus, “tegasnya di lapangan Pendidikan Sabtu (20/4)
Wagub Papua Pegunungan menekankan kematian itu bukan hak dari manusia, sama sekali manusia tidak boleh dan tak pernah diijinkan untuk mengakhiri hudup sesamanya, sebab kematian itu adalah hak mutlak dari Tuhan, oleh karena itu, tidak boleh lagi ada perang-perang diatas tanah ini.
“Jangan bikin susah pemerintah dengan perang-perang yang terjadi, dari penyelesaian perang yang kemarin telah diselesaikan saat saya turun terasa panas seperti api neraka karena semua terlibat dalam keadaan itu dibutakan oleh emosi sesaat,”bebernya.
Mantan Bupati Yahukimo dua Periode mengaku meskipun dimana -mana terjadi kebisingan atau keributan, namun Lembah Baliem harus kembali ke habitat Allah, sehingga ditekankan disini untuk tidak boleh lagi ada perang yang bisa memakan korban jiwa
“Kami tidak mau lagi tanah tempat Injil ini mulai dikabarkan terus terjadi perang suku, sebab kalau dilihat tempat ini sering kali dijadikan tempat untuk perang, ini tidak boleh lagi terjadi, Lembah Baliem bukan arena perang tetapi tempat yang menjadi dasar Pekabaran injil itu diletakan 72 tahun lalu,”tegas Pahabol
WAMENA- Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menekankan kepada seluruh masyarakat yang ada di 8 Kabupaten untuk tidak lagi perang suku. Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menegaskan sejak masuknya injil ke lembah Baliem 72 tahun yang lalu sudah menghentikan perang-perang antara suku, oleh karena itu, tidak boleh lagi ada perang yang terjadi diatas tanah ini, ini perlu didengar dan dilakukan karena pemerintah merupakan wakil Allah di bumi.
“Bagi kelompok -kelompok yang masih suka melakukan perang berhenti dan harus mencari titik temu dalam kristus, “tegasnya di lapangan Pendidikan Sabtu (20/4)
Wagub Papua Pegunungan menekankan kematian itu bukan hak dari manusia, sama sekali manusia tidak boleh dan tak pernah diijinkan untuk mengakhiri hudup sesamanya, sebab kematian itu adalah hak mutlak dari Tuhan, oleh karena itu, tidak boleh lagi ada perang-perang diatas tanah ini.
“Jangan bikin susah pemerintah dengan perang-perang yang terjadi, dari penyelesaian perang yang kemarin telah diselesaikan saat saya turun terasa panas seperti api neraka karena semua terlibat dalam keadaan itu dibutakan oleh emosi sesaat,”bebernya.
Mantan Bupati Yahukimo dua Periode mengaku meskipun dimana -mana terjadi kebisingan atau keributan, namun Lembah Baliem harus kembali ke habitat Allah, sehingga ditekankan disini untuk tidak boleh lagi ada perang yang bisa memakan korban jiwa
“Kami tidak mau lagi tanah tempat Injil ini mulai dikabarkan terus terjadi perang suku, sebab kalau dilihat tempat ini sering kali dijadikan tempat untuk perang, ini tidak boleh lagi terjadi, Lembah Baliem bukan arena perang tetapi tempat yang menjadi dasar Pekabaran injil itu diletakan 72 tahun lalu,”tegas Pahabol