WAMENA- Sebanyak tiga kampung yang berada di Distrik Tagime dan Tagineri mengalami musibah tanah longsor dan satu di distrik Bolakme alami musibah banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak semalam, akibatnya dari musibah tersebut kini akses jalan yang menghubungkan ibukota Papua Pegunungan Wamena menuju Kabupaten Tolikara terpustus.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasie Humas Iptu Efendi membenarkan adanya bencana tersebut, dari informasi yang didapatkan dari masyarakat, ada 3 kampung yang mengalami musibah tanah longsor yaitu kampung wandik gunik dan kampung porome Distrik Tagime, dan kampung binibaga Distrik Tagineri.
“3 kampung yang mengalami musibah tanah longsor di 5 titik, pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 wit, Dampak dari terjadinya tanah longsor tersebut mengakibatkan tertutupnya badan jalan sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan Roda 2, Roda 4, maupun Roda 6 yang menghubungkan Jayawijaya dan Tolikara,”ungkapnya Senin (20/4)
Selain itu, masyarakat setempat juga tidak dapat melakukan aktivitas, akibat tertutupnya akses jalan. Informasi yang diterima dari Kepala Distrik Tagime, Yasmina Tabuni bahwa musibah tanah longsor tersebut tak menimbulkan adanya korban jiwa namun hanya menutuskan akses transportasi sementara waktu.
“Kami dari Kepolisian dalam hal ini personil Polsek Bolakme segera bergerak cepat mendatangi lokasi tanah longsor, dan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat guna menyampaikan imbauan dan pendataan, serta melihat dampak dari musibah tanah longsor itu ,” beber Efendi
Sementara itu bencana banjir juga terjadi di kampung Wagambak Distrik bolakme akibat dari curah hujan yang tinggi sejak malam hari, mengakibatkan terputusnya badan jalan sehingga tidak dapat di lalui oleh kendaraan barik roda dua, roda empat maupun roda 6
“Dampak dari bencana banjir tersebut menghambat akses jalan untuk semua aktivitas masyarakat setempat kareta terputusnya badan jalan akibat luapan aliran kali baliem yang yang melewati wilayah itu,”katanya