Gunakan APBN, Perbaikan Jalan di Tugu Theys Capai Rp 7 Miliar

JAYAPURA – Proyek perbaikan jalan yang menghubungkan Entrop – Abepura tepatnya di dekat Tugu Theys, di belakang Perumahan pemerintah daerah (Pemda) l, Entrop sementara berlangsung.

Jalan yang ambles pada November 2025 lalu itu, dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua, sejak Maret lalu, melalui rekanan CV. Rajawali. Perbaikan jalan ini mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 7 Milyar.

Kepada Cenderawasih Pos, Samuel selaku kontraktor proyek itu menyampaikan bahwa proyek perbaikan jalan tersebut akan membutuhkan waktu kurang lebih 240 hari kalender lamanya atau sampai Oktober 2026 mendatang.

Meskipun demikian Samuel mengatakan pihaknya terus berupaya agar proyek perbaikan jalan tersebut cepat selesai. Sehingga aktivitas masyarakat Kota Jayapura dapat berjalan lancar.

Baca Juga :  Giliran Perumahan Kodam Lama Terbakar

Diakui banyak faktor yang dapat menghambat proses pekerjaan itu, salah satunya adalah kondisi cuaca di Kota Jayapura yang tidak menentu. Cenderung terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga pekerja terpaksa diliburkan dan kerja terpaksa dihentikan.

“Kita target selesainya bulan Oktober (2026) mendatang, tetapi kita tetap berusaha agar proyek ini cepat selesai. Banyak faktor yang sebenarnya dapat menghambat kerja kita. Salah satunya faktor cuaca. Proyek ini menggunakan anggaran APBN dengan total sekira Rp 7 Miliar,” beber Samuel, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/4).

Meski belum bisa dipastikan, namun dari pihak kontraktor dari CV Rajawali itu menargetkan proyek perbaikan jalan dan tanah longsor itu dapat ditempuh maksimal dua bulan selesai, bila tidak ada kendala yang berarti.

Baca Juga :  BPS Mencatat Okupansi Hotel di Papua Alami Kenaikan

JAYAPURA – Proyek perbaikan jalan yang menghubungkan Entrop – Abepura tepatnya di dekat Tugu Theys, di belakang Perumahan pemerintah daerah (Pemda) l, Entrop sementara berlangsung.

Jalan yang ambles pada November 2025 lalu itu, dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua, sejak Maret lalu, melalui rekanan CV. Rajawali. Perbaikan jalan ini mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 7 Milyar.

Kepada Cenderawasih Pos, Samuel selaku kontraktor proyek itu menyampaikan bahwa proyek perbaikan jalan tersebut akan membutuhkan waktu kurang lebih 240 hari kalender lamanya atau sampai Oktober 2026 mendatang.

Meskipun demikian Samuel mengatakan pihaknya terus berupaya agar proyek perbaikan jalan tersebut cepat selesai. Sehingga aktivitas masyarakat Kota Jayapura dapat berjalan lancar.

Baca Juga :  PKK Harus  Terus Programkan Pemberdayaan

Diakui banyak faktor yang dapat menghambat proses pekerjaan itu, salah satunya adalah kondisi cuaca di Kota Jayapura yang tidak menentu. Cenderung terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga pekerja terpaksa diliburkan dan kerja terpaksa dihentikan.

“Kita target selesainya bulan Oktober (2026) mendatang, tetapi kita tetap berusaha agar proyek ini cepat selesai. Banyak faktor yang sebenarnya dapat menghambat kerja kita. Salah satunya faktor cuaca. Proyek ini menggunakan anggaran APBN dengan total sekira Rp 7 Miliar,” beber Samuel, kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/4).

Meski belum bisa dipastikan, namun dari pihak kontraktor dari CV Rajawali itu menargetkan proyek perbaikan jalan dan tanah longsor itu dapat ditempuh maksimal dua bulan selesai, bila tidak ada kendala yang berarti.

Baca Juga :  BPS Mencatat Okupansi Hotel di Papua Alami Kenaikan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya