Ajakan Jatuhkan Presiden Sebelum 2029 Hebohkan Dunia Maya

JAKARTA – Media sosial dihebohkan oleh beredarnya video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia. Dalam video tersebut, muncul narasi yang dinilai sebagai ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.

Pernyataan itu pun memicu polemik di tengah masyarakat. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, menilai pernyataan tersebut sangat disayangkan, terlebih disampaikan oleh seorang akademisi bergelar profesor. Ia menilai ajakan tersebut berada di luar nalar demokrasi yang berpotensi membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ajakan menjatuhkan presiden sebelum waktunya adalah sikap yang tidak mencerminkan kedewasaan demokrasi dan lepas dari realitas kehendak rakyat yang telah menentukan pilihan melalui pemilu,” kata Rico kepada wartawan, Minggu (5/4). Rico menjelaskan, dalam konteks kinerja, pemerintah saat ini tetap menunjukkan capaian yang tidak bisa dianggap remeh, meskipun berada di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik. Ia mencontohkan stabilitas harga bahan pokok pasca-Lebaran yang relatif terjaga serta ketersediaan yang masih aman di pasar.

Baca Juga :  Bertemu Putin, Prabowo Ungkap Ketertarikannya Pada Energi Nuklir 

Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM). “Di saat beberapa negara mengalami lonjakan harga BBM hingga kisaran Rp50 ribu per liter, pemerintah Indonesia masih mampu menahan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, agar tidak mengalami kenaikan signifikan,” jelasnya.

Dalam aspek keamanan dan penegakan hukum, Rico menyoroti sikap tegas Presiden Prabowo terhadap tindakan kekerasan politik. Ia mengapresiasi langkah presiden yang mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis, bahkan menyebutnya sebagai tindakan terorisme, serta memastikan aparat telah menahan terduga pelaku.

JAKARTA – Media sosial dihebohkan oleh beredarnya video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia. Dalam video tersebut, muncul narasi yang dinilai sebagai ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.

Pernyataan itu pun memicu polemik di tengah masyarakat. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, menilai pernyataan tersebut sangat disayangkan, terlebih disampaikan oleh seorang akademisi bergelar profesor. Ia menilai ajakan tersebut berada di luar nalar demokrasi yang berpotensi membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ajakan menjatuhkan presiden sebelum waktunya adalah sikap yang tidak mencerminkan kedewasaan demokrasi dan lepas dari realitas kehendak rakyat yang telah menentukan pilihan melalui pemilu,” kata Rico kepada wartawan, Minggu (5/4). Rico menjelaskan, dalam konteks kinerja, pemerintah saat ini tetap menunjukkan capaian yang tidak bisa dianggap remeh, meskipun berada di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik. Ia mencontohkan stabilitas harga bahan pokok pasca-Lebaran yang relatif terjaga serta ketersediaan yang masih aman di pasar.

Baca Juga :  Ini 10 Tanda Seseorang Berbohong Menurut Psikologi, Kenali Tandanya ?

Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM). “Di saat beberapa negara mengalami lonjakan harga BBM hingga kisaran Rp50 ribu per liter, pemerintah Indonesia masih mampu menahan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, agar tidak mengalami kenaikan signifikan,” jelasnya.

Dalam aspek keamanan dan penegakan hukum, Rico menyoroti sikap tegas Presiden Prabowo terhadap tindakan kekerasan politik. Ia mengapresiasi langkah presiden yang mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis, bahkan menyebutnya sebagai tindakan terorisme, serta memastikan aparat telah menahan terduga pelaku.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya