JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyatakan kesiapan memfasilitasi proses identifikasi kerangka jenazah korban Perang Dunia (PD) II yang ditemukan di Papua sebagai bagian dari kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua L Christian Sohilait, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut sebagai wujud hubungan kemanusiaan dan persahabatan yang telah lama terjalin antara kedua negara.
“Oleh sebab itu kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini dan siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun masyarakat setempat agar proses ekskavasi dan pengambilan sampel dapat berjalan dengan baik,” katanya di Jayapura, Kamis (6/8).
Dia menjelaskan dukungan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berlangsung lancar, mulai dari survei lokasi, ekskavasi, hingga pengambilan sampel untuk keperluan identifikasi ilmiah.
“Selain memiliki nilai kemanusiaan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Papua melalui pengembangan situs memorial perdamaian yang memiliki nilai sejarah, edukasi, dan pariwisata,” ujarnya.
Dia mengharapkan kegiatan ini membawa manfaat tidak hanya dirasakan dalam aspek kemanusiaan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian sejarah dan pengembangan destinasi memorial.
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyatakan kesiapan memfasilitasi proses identifikasi kerangka jenazah korban Perang Dunia (PD) II yang ditemukan di Papua sebagai bagian dari kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua L Christian Sohilait, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut sebagai wujud hubungan kemanusiaan dan persahabatan yang telah lama terjalin antara kedua negara.
“Oleh sebab itu kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini dan siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun masyarakat setempat agar proses ekskavasi dan pengambilan sampel dapat berjalan dengan baik,” katanya di Jayapura, Kamis (6/8).
Dia menjelaskan dukungan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berlangsung lancar, mulai dari survei lokasi, ekskavasi, hingga pengambilan sampel untuk keperluan identifikasi ilmiah.
“Selain memiliki nilai kemanusiaan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Papua melalui pengembangan situs memorial perdamaian yang memiliki nilai sejarah, edukasi, dan pariwisata,” ujarnya.
Dia mengharapkan kegiatan ini membawa manfaat tidak hanya dirasakan dalam aspek kemanusiaan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian sejarah dan pengembangan destinasi memorial.