Minta Masyarakat Persiapkan Diri, Kembali Kelola Dusun
JAYAPURA – Perkembangan geo politik internasional yang tak menentu nampaknya tak hanya membuat pemerintah mengambil sikap bersiap untuk mengantisipasi namun sikap serupa juga dilakukan United Liberation Movement for West Papua (ULWMP).Organisasi yang tengah memperjuangkan kemerdekaan bagi Tanah Papua.
Imbauan itu dituangkan dalam surat tertulis Nomor: 0076/P-034/A-24/ULMWP/EC-1/III/2026. President Executive, Menase Tabuni didampingi Octovianus Mote selaku Wakil President Executive dan Markus Haluk selaku Secretaris Executive menyampaikan bahwa 6 Maret 2026 lalu mereka telah menyerukan seruan spiritual agar saudara-saudari sekalian, di mana pun berada, memulai doa pada jam kerahiman ilahi setiap hari pada pukul 15.00 (Jam 3 Sore).
Kini, dengan penuh kesadaran akan waktu yang semakin mendesak, ULMWP kembali berseru atas nama rakyat Papua untuk mulai menyiapkan bahan makanan masing-masing sebagai bekal hidup dalam menghadapi berbagai kemungkinan risiko terburuk di Tanah Papua. Meski tak menyebut akan terjadi moment apa namun kondisi ini nampaknya masih erat kaitannya dengan kondisi geo politik global belakangan ini.
“Kami mengajak masyarakat kembali mengambil alat-alat kerja kemudian mulai bekerja di kebun menanam bahan makanan tradisional. Pangkurlah Sagu sebagai makanan asli kita, dan siapkanlah dalam jumlah yang cukup. Lalu kalau pohon sagu yang telah ditebang habis maka perlu carilah lokasi-lokasi baru untuk menanam sagu dan bahan makanan tradisional lainnya,” ujar Menase dalam rilis yang dikirimkan, Senin (16/3).
Selain itu, masyarakat juga diminta memeliara hewan ternak sebagai sumber protein: babi, sapi, ayam, telur. Kemudian menyiapkan hasil laut dan danau, khususnya segala jenis ikan. Dikatakan seruan di atas perlu segera dilakukan tanpa menunda waktu.
“Jadi kepada para bapak dan seluruh kaum laki-laki dimana pun dan dalam keadaan apa pun, bangkit dan lakukanlah secara sadar serta bertanggung jawab sebagai seorang bapak dalam kelangsungan hidup keluarga dan bangsa,” bebernya.
Minta Masyarakat Persiapkan Diri, Kembali Kelola Dusun
JAYAPURA – Perkembangan geo politik internasional yang tak menentu nampaknya tak hanya membuat pemerintah mengambil sikap bersiap untuk mengantisipasi namun sikap serupa juga dilakukan United Liberation Movement for West Papua (ULWMP).Organisasi yang tengah memperjuangkan kemerdekaan bagi Tanah Papua.
Imbauan itu dituangkan dalam surat tertulis Nomor: 0076/P-034/A-24/ULMWP/EC-1/III/2026. President Executive, Menase Tabuni didampingi Octovianus Mote selaku Wakil President Executive dan Markus Haluk selaku Secretaris Executive menyampaikan bahwa 6 Maret 2026 lalu mereka telah menyerukan seruan spiritual agar saudara-saudari sekalian, di mana pun berada, memulai doa pada jam kerahiman ilahi setiap hari pada pukul 15.00 (Jam 3 Sore).
Kini, dengan penuh kesadaran akan waktu yang semakin mendesak, ULMWP kembali berseru atas nama rakyat Papua untuk mulai menyiapkan bahan makanan masing-masing sebagai bekal hidup dalam menghadapi berbagai kemungkinan risiko terburuk di Tanah Papua. Meski tak menyebut akan terjadi moment apa namun kondisi ini nampaknya masih erat kaitannya dengan kondisi geo politik global belakangan ini.
“Kami mengajak masyarakat kembali mengambil alat-alat kerja kemudian mulai bekerja di kebun menanam bahan makanan tradisional. Pangkurlah Sagu sebagai makanan asli kita, dan siapkanlah dalam jumlah yang cukup. Lalu kalau pohon sagu yang telah ditebang habis maka perlu carilah lokasi-lokasi baru untuk menanam sagu dan bahan makanan tradisional lainnya,” ujar Menase dalam rilis yang dikirimkan, Senin (16/3).
Selain itu, masyarakat juga diminta memeliara hewan ternak sebagai sumber protein: babi, sapi, ayam, telur. Kemudian menyiapkan hasil laut dan danau, khususnya segala jenis ikan. Dikatakan seruan di atas perlu segera dilakukan tanpa menunda waktu.
“Jadi kepada para bapak dan seluruh kaum laki-laki dimana pun dan dalam keadaan apa pun, bangkit dan lakukanlah secara sadar serta bertanggung jawab sebagai seorang bapak dalam kelangsungan hidup keluarga dan bangsa,” bebernya.