Saturday, March 7, 2026
27.7 C
Jayapura

Berstatus KLB Campak, Strategi “Imunisasi Kejar” Dijalankan

​MIMIKA – Kabupaten Mimika masih berjuang menghadapi tingginya kasus campak. Setelah ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada tahun 2025 dengan 120 kasus positif, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika kini merumuskan strategi khusus untuk menekan angka penyebaran di tahun 2026. ​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, mengonfirmasi bahwa tren kasus campak saat ini tengah mengalami kenaikan.

​”Kita punya kasus campak lagi naik ya, jadi yang sekarang kita bahas di sini nih strategi untuk bagaimana kita bisa mengatasi KLB campak ini,” ujar Linus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3).

Linus memaparkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan, di tahun 2023 kasus campak di Mimika sempat mengalami peningkatan dengan jumlah terduga campak sebanyak 356.

Baca Juga :  Berburu Tiket AFC

Dari jumlah tersebut, Dinas Kesehatan mengirim sebayak 89 sampel ke luar Mimika untuk dilakukan uji labboratorium, dan hasilnya, 19 sampel dinyatakan positif campak. Di tahun berikutnya, yakni pada 2024 jumlah kasus campak menurun dengan kasus terduga campak hanya mencapai 65 kasus. Dinas lalu mengirim seluruh sampel tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya, 32 sampel dinyatakan positif campak.

Di tahun 2025, status Kejadian Luar Biasa Campak kembali menimpa Kabupaten Mimika dengan jumlah kasus terduga campak sebanyak 524. 348 sampel dari jumlah tersebut pun dikirim untuk dilakukan uji laboratorium.

Hasilnya, 120 sampel dinyatakan positif. Kemudian, di tahun 2026, menurut data terahir per 2 Maret telah ada sebanyak 77 kasus terduga campak. 10 sampel pun dikirim untuk diuji. Kini, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium 10 sampel tersebut.

Baca Juga :  Disnakkeswan Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban 

​MIMIKA – Kabupaten Mimika masih berjuang menghadapi tingginya kasus campak. Setelah ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada tahun 2025 dengan 120 kasus positif, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika kini merumuskan strategi khusus untuk menekan angka penyebaran di tahun 2026. ​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, mengonfirmasi bahwa tren kasus campak saat ini tengah mengalami kenaikan.

​”Kita punya kasus campak lagi naik ya, jadi yang sekarang kita bahas di sini nih strategi untuk bagaimana kita bisa mengatasi KLB campak ini,” ujar Linus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3).

Linus memaparkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan, di tahun 2023 kasus campak di Mimika sempat mengalami peningkatan dengan jumlah terduga campak sebanyak 356.

Baca Juga :  Klasis GKI Baliem Yalimo Kecewa Dua Tukangnya Tewas

Dari jumlah tersebut, Dinas Kesehatan mengirim sebayak 89 sampel ke luar Mimika untuk dilakukan uji labboratorium, dan hasilnya, 19 sampel dinyatakan positif campak. Di tahun berikutnya, yakni pada 2024 jumlah kasus campak menurun dengan kasus terduga campak hanya mencapai 65 kasus. Dinas lalu mengirim seluruh sampel tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya, 32 sampel dinyatakan positif campak.

Di tahun 2025, status Kejadian Luar Biasa Campak kembali menimpa Kabupaten Mimika dengan jumlah kasus terduga campak sebanyak 524. 348 sampel dari jumlah tersebut pun dikirim untuk dilakukan uji laboratorium.

Hasilnya, 120 sampel dinyatakan positif. Kemudian, di tahun 2026, menurut data terahir per 2 Maret telah ada sebanyak 77 kasus terduga campak. 10 sampel pun dikirim untuk diuji. Kini, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium 10 sampel tersebut.

Baca Juga :  Enam Puskesmas Mulai Terapkan BLUD

Berita Terbaru

Artikel Lainnya