Cuaca Tak Bersahabat, Terpaksa Bertahan dengan Kasbon

Menilik Aktifitas Nelayan di Lampu Satu Merauke saat Bulan Suci RamadanDi bulan

Suci Ramadan ini, hampir semua umat muslim berusaha memperbanyak ibadah dan amal saleh. Begitu juga dengan aktifitas nelayan di Lampu Satu, Merauke. Cenderawasih Pos sempat duduk dan ngobrol terkait beratnya berpuasa sambil tetap mencari nafkah.

Laporan: Yulius Sulo_Merauke

Aktifitas nelayan di Lampu Satu, Merauke masih tetap menarik untuk ditarik dalam bentuk sebuah tulisan. Termasuk saat moment bulan ramadan tentu ada hal-hal yang tak biasa dilakukan oleh mereka. Cenderawasih Pos mencoba kembali ke lokasi ini untuk melihat apakah bulan puasa membuat para nelayan merubah jadwal untuk melaut atau tetap teguh dengan anggapan rejeki telah disiapkan apalagi di bulan penuh rahmat ini.

Baca Juga :  Fokus Layani Tamu, Tanpa Melihat Latar Belakang dan Kepentingannya

Pagi menjelang siang sekira pukul 10.30 WIT, Cenderawasih Pos menyusuri Pantai Lampu Satu Merauke. Pantai Lampu Satu Merauke selain dikenal sebagai tempat untuk melepas lelah di sore hari untuk menikmati panorama sunset atau terbenamnya matahari, lokasi ini juga dikenal sebagai kampung nelayan. Artinya, sebagian besar warga yang tinggal di wilayah tersebut adalah nelayan.

Tak lama setelah menyusuri pantai yang sebagian adalah rumah panggung, media ini menemui salah satu nelayan Bernama Husein bersama dengan 2 anggotanya yang sedang menjahit atau memperbaiki jaring yang rusak. Husein mengaku jika pihaknya belum berlayar mencari ikan ke laut. Selain karena sudah masuk bulan Suci Ramadan, juga karena kondisi di tengah laut belum sepenuhnya aman untuk berlayar.

Baca Juga :  Hadapi Gugatan, Korindo Tunjuk Kuasa Hukum

Menilik Aktifitas Nelayan di Lampu Satu Merauke saat Bulan Suci RamadanDi bulan

Suci Ramadan ini, hampir semua umat muslim berusaha memperbanyak ibadah dan amal saleh. Begitu juga dengan aktifitas nelayan di Lampu Satu, Merauke. Cenderawasih Pos sempat duduk dan ngobrol terkait beratnya berpuasa sambil tetap mencari nafkah.

Laporan: Yulius Sulo_Merauke

Aktifitas nelayan di Lampu Satu, Merauke masih tetap menarik untuk ditarik dalam bentuk sebuah tulisan. Termasuk saat moment bulan ramadan tentu ada hal-hal yang tak biasa dilakukan oleh mereka. Cenderawasih Pos mencoba kembali ke lokasi ini untuk melihat apakah bulan puasa membuat para nelayan merubah jadwal untuk melaut atau tetap teguh dengan anggapan rejeki telah disiapkan apalagi di bulan penuh rahmat ini.

Baca Juga :  Sempat Gugup, Akhirnya Bisa Kalahkan Pesaing dari  Sekolah Unggulan di Jakarta 

Pagi menjelang siang sekira pukul 10.30 WIT, Cenderawasih Pos menyusuri Pantai Lampu Satu Merauke. Pantai Lampu Satu Merauke selain dikenal sebagai tempat untuk melepas lelah di sore hari untuk menikmati panorama sunset atau terbenamnya matahari, lokasi ini juga dikenal sebagai kampung nelayan. Artinya, sebagian besar warga yang tinggal di wilayah tersebut adalah nelayan.

Tak lama setelah menyusuri pantai yang sebagian adalah rumah panggung, media ini menemui salah satu nelayan Bernama Husein bersama dengan 2 anggotanya yang sedang menjahit atau memperbaiki jaring yang rusak. Husein mengaku jika pihaknya belum berlayar mencari ikan ke laut. Selain karena sudah masuk bulan Suci Ramadan, juga karena kondisi di tengah laut belum sepenuhnya aman untuk berlayar.

Baca Juga :  Akibat Pandemi Target PAD Tidak Tercapai, Pansus Diharap Beri Masukan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya