Empat Bupati Desak Percepatan Provinsi Papua Utara

BIAK – Kendari masih ditentang oleh provinsi induk Papua, semangat untuk memekarkan wilayah Saireri menjadi sebuah provinsi sendiri yang disebut Papua Utara ternyata maskin makin sulit dibendung. Di gedung negara Biak Numfor menjadi saksi sejarah kuatnya komitmen para pemimpin di wilayah adat Saireri.

Empat kepala daerah dari Kabupaten Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Supiori berkumpul dalam pertemuan tertutup selama dua jam pada Kamis malam (12/2) guna menyusun langkah strategis percepatan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Kepulauan Papua Utara. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut tidak hanya dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, tetapi juga pimpinan DPRK dari masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Oknum Guru Honorer Terancam 18 Tahun Penjara

Menariknya, rapat ini juga terhubung secara virtual dengan Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan P. Mandenas, guna mensinkronkan langkah daerah dengan kebijakan di tingkat pusat. Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoi, usai pertemuan, menegaskan bahwa aspirasi ini bukan sekadar keinginan politik, melainkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat adat Saireri. Ia menyoroti ketimpangan yang terjadi saat ini di Tanah Papua.

“Dari tujuh wilayah adat di Papua, enam di antaranya sudah dimekarkan menjadi provinsi mandiri. Hanya Saireri yang hingga kini belum. Kami adalah perpanjangan tangan masyarakat untuk memastikan hal ini terwujud,” ujar Benyamin usai pertemuan.

Isu krusial dalam pertemuan ini adalah penyelesaian dokumen administrasi. Bupati Waropen, Drs. FX Mote, M.Si, mengungkapkan bahwa proses ini sebenarnya sudah berjalan lama di pusat, namun sempat tertunda karena beberapa kendala teknis di masa lalu.

Baca Juga :  Angkatan Darat Pastikan Sanksi Tegas Para Pelaku

BIAK – Kendari masih ditentang oleh provinsi induk Papua, semangat untuk memekarkan wilayah Saireri menjadi sebuah provinsi sendiri yang disebut Papua Utara ternyata maskin makin sulit dibendung. Di gedung negara Biak Numfor menjadi saksi sejarah kuatnya komitmen para pemimpin di wilayah adat Saireri.

Empat kepala daerah dari Kabupaten Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Supiori berkumpul dalam pertemuan tertutup selama dua jam pada Kamis malam (12/2) guna menyusun langkah strategis percepatan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Kepulauan Papua Utara. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut tidak hanya dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, tetapi juga pimpinan DPRK dari masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Sah, DPP PPP Berikan Rekomendasi Tunggal Untuk Abisai Rollo

Menariknya, rapat ini juga terhubung secara virtual dengan Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan P. Mandenas, guna mensinkronkan langkah daerah dengan kebijakan di tingkat pusat. Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoi, usai pertemuan, menegaskan bahwa aspirasi ini bukan sekadar keinginan politik, melainkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat adat Saireri. Ia menyoroti ketimpangan yang terjadi saat ini di Tanah Papua.

“Dari tujuh wilayah adat di Papua, enam di antaranya sudah dimekarkan menjadi provinsi mandiri. Hanya Saireri yang hingga kini belum. Kami adalah perpanjangan tangan masyarakat untuk memastikan hal ini terwujud,” ujar Benyamin usai pertemuan.

Isu krusial dalam pertemuan ini adalah penyelesaian dokumen administrasi. Bupati Waropen, Drs. FX Mote, M.Si, mengungkapkan bahwa proses ini sebenarnya sudah berjalan lama di pusat, namun sempat tertunda karena beberapa kendala teknis di masa lalu.

Baca Juga :  Pria Paro Baya Ditemukan Tewas di Perumahan Kehutanan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya