Sunday, February 8, 2026
31.4 C
Jayapura

Prodi Spesialis Anestesi Uncen Diharap Prioritaskan OAP

JAYAPURA–Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih (Uncen) tengah bersiap melakukan terobosan besar dalam dunia pendidikan medis di Bumi Cenderawasih. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uncen kini sedang dalam tahapan visitasi untuk pembukaan Program Studi (Prodi) Spesialis Anestesi.

Langkah ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua. Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Laura Rumbiak, menyatakan bahwa kehadiran program spesialis ini merupakan jawaban atas urgensi kebutuhan tenaga medis ahli di Tanah Papua.

Dina menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini sejalan dengan program akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis untuk mendukung visi strategis Asta Cita.

Baca Juga :  Sekolah Anak Hebat Papua Pamerkan Hasil Kreatifitas Karyanya

“Kemendikbud telah melakukan visitasi bersama FK Uncen dan beberapa rumah sakit pengampu di Provinsi Papua serta Kota/Kabupaten Jayapura. Ini adalah upaya yang sangat baik karena Tanah Papua saat ini sangat membutuhkan percepatan jumlah tenaga dokter spesialis,” ujar Dina kepada awak media saat hadiri kegiatan visitasi Prodi Spesialis Anastesi di Rektorat Uncen, Rabu (4/2)

Menurutnya, luasnya wilayah Papua tidak sebanding dengan ketersediaan dokter spesialis yang ada saat ini. Oleh karena itu, kehadiran pendidikan spesialis di tingkat lokal dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif.

Dalam implementasinya, pendidikan dokter spesialis ini nantinya akan mengintegrasikan peran rumah sakit besar sebagai pusat praktik, salah satunya adalah RSUD Jayapura (Dok II).

Baca Juga :  Jelang Pendaftaran, Simpatisan Wajib Jaga Kamtibmas 

“Kami berharap visitasi ini segera tuntas agar proses pendidikan bisa langsung berjalan. Kehadiran spesialis Anestesi ini sangat krusial untuk menolong masyarakat di berbagai rumah sakit yang tersebar di Tanah Papua,” tambahnya.

Dina juga menekankan bahwa DPR Papua mendorong agar kedepannya tidak hanya spesialis Anestesi yang dibuka, tetapi juga bidang spesialisasi lainnya untuk melengkapi layanan kesehatan di Papua.

Terkait mekanisme perekrutan mahasiswa, Dina Laura Rumbiak memberikan catatan khusus. Mengingat status Papua sebagai daerah Otonomi Khusus (Otsus), ia meminta agar ada afirmasi bagi dokter-dokter lulusan Uncen dan putra-putri asli Papua.

JAYAPURA–Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih (Uncen) tengah bersiap melakukan terobosan besar dalam dunia pendidikan medis di Bumi Cenderawasih. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Uncen kini sedang dalam tahapan visitasi untuk pembukaan Program Studi (Prodi) Spesialis Anestesi.

Langkah ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua. Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Laura Rumbiak, menyatakan bahwa kehadiran program spesialis ini merupakan jawaban atas urgensi kebutuhan tenaga medis ahli di Tanah Papua.

Dina menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini sejalan dengan program akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis untuk mendukung visi strategis Asta Cita.

Baca Juga :  Ancaman Bioterorisme Lebih Berbahaya

“Kemendikbud telah melakukan visitasi bersama FK Uncen dan beberapa rumah sakit pengampu di Provinsi Papua serta Kota/Kabupaten Jayapura. Ini adalah upaya yang sangat baik karena Tanah Papua saat ini sangat membutuhkan percepatan jumlah tenaga dokter spesialis,” ujar Dina kepada awak media saat hadiri kegiatan visitasi Prodi Spesialis Anastesi di Rektorat Uncen, Rabu (4/2)

Menurutnya, luasnya wilayah Papua tidak sebanding dengan ketersediaan dokter spesialis yang ada saat ini. Oleh karena itu, kehadiran pendidikan spesialis di tingkat lokal dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif.

Dalam implementasinya, pendidikan dokter spesialis ini nantinya akan mengintegrasikan peran rumah sakit besar sebagai pusat praktik, salah satunya adalah RSUD Jayapura (Dok II).

Baca Juga :  Frans Pekey: Penghargaan Diraih karena Kinerja

“Kami berharap visitasi ini segera tuntas agar proses pendidikan bisa langsung berjalan. Kehadiran spesialis Anestesi ini sangat krusial untuk menolong masyarakat di berbagai rumah sakit yang tersebar di Tanah Papua,” tambahnya.

Dina juga menekankan bahwa DPR Papua mendorong agar kedepannya tidak hanya spesialis Anestesi yang dibuka, tetapi juga bidang spesialisasi lainnya untuk melengkapi layanan kesehatan di Papua.

Terkait mekanisme perekrutan mahasiswa, Dina Laura Rumbiak memberikan catatan khusus. Mengingat status Papua sebagai daerah Otonomi Khusus (Otsus), ia meminta agar ada afirmasi bagi dokter-dokter lulusan Uncen dan putra-putri asli Papua.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya