Wednesday, February 11, 2026
30.9 C
Jayapura

Bagian dari Jaringan Lampung

Brigjen Pol Yakobus Marjuki (FOTO : Elfira/Cepos)

Penangkapan 7 Terduga Teroris Sebagai Bentuk Pencegahan Dini

JAYAPURA-Polda Papua akhirnya buka suara terkait penangkapan terduga teroris yang dilakukan tim Densus 88 Mabes Polri yang dibackup tim Gegana Brimob Polda Papua di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, awal Desember lalu.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Yakobus Marjuki menyebutkan, penangkapan yang dilakukan oleh tim sebagai bentuk pencegahan dini agar tidak terjadi dan tidak kecolongan. “Di Papua sudah ada penegakan hukum dalam rangka antisipasi  karena mereka ada di sini,” ucap Wakapolda kepada wartawan di Mapolda Papua usai melakukan pertemuan, Jumat (13/12) kemarin.

Dikatakan, upaya tim Mabes Polri dengan melakukan penangkapan terhadap orang yang mau bermain-main dengan membuat bom di tanah Papua. “Artinya upaya-upaya menganggu Natal di Papua  sudah kami upayakan sejak dini  untuk dilakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Keresahan Warga Hilang Usai Aske Mabel Ditangkap

Adapun terduga teroris yang sudah diamankan yakni sebanyak 7 orang, dimana mereka yang telah diamankan tersebut berasal dari Lampung dan Medan. Disinggung apakah target dari kelompok ini untuk mengacaukan perayaan Natal di Papua, Wakapolda enggan menerangkan secara panjang. Sebab pihaknya masih menunggu hasil pengembangan.

“Yang jelas mereka ini jaringan Lampung dan, yang paling penting kita sudah melakukan upaya-upaya pencegahan. Penangkapan yang dilakukan di Doyo kemarin sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi dan tidak  kecolongan,” katanya.

Terkait keberadaan meraka usai ditangkap, Wakapolda juga enggan memberikan komentarnya. Ia hanya meminta agar kejadian ini tidak perlu dibesar-besarkan.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menyebutkan terkait dengan penanganan teroris.  Kodam XVII/Cenderawasih mendukung langkah-langkah yang dilakukan  oleh pihak Kepolisian.

Baca Juga :  Kapolda Perintahkan Dua Oknum Polisi Diproses dan Ditahan

“Kalau ada hal-hal yang disiapkan dan meminta bantuan dari Kodam untuk menangani masalah tersebut kita siapa,” ucap Asaribab. (fia/nat)

Brigjen Pol Yakobus Marjuki (FOTO : Elfira/Cepos)

Penangkapan 7 Terduga Teroris Sebagai Bentuk Pencegahan Dini

JAYAPURA-Polda Papua akhirnya buka suara terkait penangkapan terduga teroris yang dilakukan tim Densus 88 Mabes Polri yang dibackup tim Gegana Brimob Polda Papua di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, awal Desember lalu.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Yakobus Marjuki menyebutkan, penangkapan yang dilakukan oleh tim sebagai bentuk pencegahan dini agar tidak terjadi dan tidak kecolongan. “Di Papua sudah ada penegakan hukum dalam rangka antisipasi  karena mereka ada di sini,” ucap Wakapolda kepada wartawan di Mapolda Papua usai melakukan pertemuan, Jumat (13/12) kemarin.

Dikatakan, upaya tim Mabes Polri dengan melakukan penangkapan terhadap orang yang mau bermain-main dengan membuat bom di tanah Papua. “Artinya upaya-upaya menganggu Natal di Papua  sudah kami upayakan sejak dini  untuk dilakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Mamteng Taati Kesepakatan Formasi CPNS 2018

Adapun terduga teroris yang sudah diamankan yakni sebanyak 7 orang, dimana mereka yang telah diamankan tersebut berasal dari Lampung dan Medan. Disinggung apakah target dari kelompok ini untuk mengacaukan perayaan Natal di Papua, Wakapolda enggan menerangkan secara panjang. Sebab pihaknya masih menunggu hasil pengembangan.

“Yang jelas mereka ini jaringan Lampung dan, yang paling penting kita sudah melakukan upaya-upaya pencegahan. Penangkapan yang dilakukan di Doyo kemarin sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi dan tidak  kecolongan,” katanya.

Terkait keberadaan meraka usai ditangkap, Wakapolda juga enggan memberikan komentarnya. Ia hanya meminta agar kejadian ini tidak perlu dibesar-besarkan.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menyebutkan terkait dengan penanganan teroris.  Kodam XVII/Cenderawasih mendukung langkah-langkah yang dilakukan  oleh pihak Kepolisian.

Baca Juga :  Dianggap Kebiasaan Buruk, Pemerintah Sebut Tak Ada "Uang Permisi" Buka Palang

“Kalau ada hal-hal yang disiapkan dan meminta bantuan dari Kodam untuk menangani masalah tersebut kita siapa,” ucap Asaribab. (fia/nat)

Berita Terbaru

Longsor, Jalan Trans Papua Putus

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Artikel Lainnya