Friday, January 30, 2026
25.6 C
Jayapura

Penantian Panjang, Blacksteel Akhirnya Kembali ke Rumah

JAYAPURA – Tim futsal Blacksteel Papua kembali ke rumah. Tim kebanggaan masyarakat Papua itu untuk pertama kalinya bermain di rumah sendiri sejak tampil perdana di Pro Futsal League (PFL) Indonesia pada tahun 2016 lalu. Diketahui, PFL Indonesia pekan keenam dan ketujuh atau Papua Series akan digelar di Bumi Cenderawasih, tepatnya di Istana Olahraga (Istora) Papua Bangkit, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Saat ini Blacksteel Papua berada pada peringkat 5 dengan koleksi 14 poin dari 7 pertandingan. Mereka memiliki poin sama dengan Sadakata United yang sudah bermain 9 kali. Dan terpaut 3 poin dari Bintang Timur Surabaya di posisi ketiga yang juga sudah bermain 9 kali. Kemudian terpaut 5 poin dari Fafage Banua (main  7 kali) dan Unggul FC Malang (main 9 kali) yang menempati peringkat satu dan dua.

Baca Juga :  Kick-off Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Sentani

Ini kesempatan bagi Blacksteel Papua untuk mendongkrak posisi mereka ke posisi atas. Bermain di depan pendukung sendiri tentu menjadi motivasi bagi para penggawa Blacksteel untuk meraih kemenangan.  Presiden klub Blacksteel Papua, Muhammad Rizky la Hadalia, mengatakan bahwa ini sebuah sejarah dan penantian panjang bagi Blacksteel bisa bermain di rumah sendiri.

“Ini penantian panjang dari pemain, ofisial dan manajemen. Karena kita memang 9 tahun ada di Liga Pro, ini pertama main di Papua dan kita bangga,” ungkap Rizky kepada Cenderawasih Pos di Jayapura, Kamis (13/1).

“Kami juga memberikan apresiasi kepada federasi dan teman-teman klub dengan besar hati bermain di Papua,” sambungnya. Senada dengan itu, Owner klub, Meike Evelyn Teurupun menjelaskan bahwa kehadiran Blacksteel di PFL menjadi bukti bahwa Tanah Papua merupakan gudang atlet si kulit bundar.

Baca Juga :  Pengacara Lukas Enembe Minta Hakim Tolak Eksepsi KPK

“Kalau bola besar ada Persipura, bola kecil ada Blacksteel. Kita sama-sama rambut keriting dan punya tujuan yang sama yaitu memajukan olahraga futsal dan sepakbola,” ujar Maike.

JAYAPURA – Tim futsal Blacksteel Papua kembali ke rumah. Tim kebanggaan masyarakat Papua itu untuk pertama kalinya bermain di rumah sendiri sejak tampil perdana di Pro Futsal League (PFL) Indonesia pada tahun 2016 lalu. Diketahui, PFL Indonesia pekan keenam dan ketujuh atau Papua Series akan digelar di Bumi Cenderawasih, tepatnya di Istana Olahraga (Istora) Papua Bangkit, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Saat ini Blacksteel Papua berada pada peringkat 5 dengan koleksi 14 poin dari 7 pertandingan. Mereka memiliki poin sama dengan Sadakata United yang sudah bermain 9 kali. Dan terpaut 3 poin dari Bintang Timur Surabaya di posisi ketiga yang juga sudah bermain 9 kali. Kemudian terpaut 5 poin dari Fafage Banua (main  7 kali) dan Unggul FC Malang (main 9 kali) yang menempati peringkat satu dan dua.

Baca Juga :  Trigana Air Service Pastikan Tak Masuk Ke Yahukimo

Ini kesempatan bagi Blacksteel Papua untuk mendongkrak posisi mereka ke posisi atas. Bermain di depan pendukung sendiri tentu menjadi motivasi bagi para penggawa Blacksteel untuk meraih kemenangan.  Presiden klub Blacksteel Papua, Muhammad Rizky la Hadalia, mengatakan bahwa ini sebuah sejarah dan penantian panjang bagi Blacksteel bisa bermain di rumah sendiri.

“Ini penantian panjang dari pemain, ofisial dan manajemen. Karena kita memang 9 tahun ada di Liga Pro, ini pertama main di Papua dan kita bangga,” ungkap Rizky kepada Cenderawasih Pos di Jayapura, Kamis (13/1).

“Kami juga memberikan apresiasi kepada federasi dan teman-teman klub dengan besar hati bermain di Papua,” sambungnya. Senada dengan itu, Owner klub, Meike Evelyn Teurupun menjelaskan bahwa kehadiran Blacksteel di PFL menjadi bukti bahwa Tanah Papua merupakan gudang atlet si kulit bundar.

Baca Juga :  Empat Srikandi Papua Gabung Timnas Rugby

“Kalau bola besar ada Persipura, bola kecil ada Blacksteel. Kita sama-sama rambut keriting dan punya tujuan yang sama yaitu memajukan olahraga futsal dan sepakbola,” ujar Maike.

Berita Terbaru

Persipura Dihantam Badai Cedera

Anggaran MRP 2026 Turun Signifikan

Direktur RSUD Abepura Siap Diaudit

Artikel Lainnya