Friday, January 30, 2026
25.6 C
Jayapura

Bantah Gereja Efesus GIDI Oksop Dijadikan Pos Militer

JAYAPURA-Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa situasi keamanan di Distrik Oksop, Papua, berada dalam kondisi kondusif. Pernyataan ini sebagai respon tudingan bahwa Gereja Efesus GIDI di Oksop digunakan sebagai pos militer dan gudang logistik perang oleh aparat TNI-Polri. Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan dianggap sebagai upaya provokasi untuk memecah belah masyarakat Papua.

“Isu yang menyebut Gereja Efesus GIDI dijadikan markas militer adalah tidak benar alias hoax. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu-isu negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan menciptakan kegaduhan,” tegas Kombes Pol Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/1).

Adapun TNI-Polri hadir di Papua untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan. Sehingga dapat dipastikan bahwa aktivitas masyarakat di Distrik Oksop saat ini berjalan normal dan aman. “TNI-Polri, selalu menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) serta bekerja sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga :  DPD Soroti Maraknya Kasus Illegal Loging di Papua

Kombes Yusuf meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan waspada terhadap berita palsu atau hoaks yang dapat memicu keresahan. Ia mengajak masyarakat untuk menyaring setiap informasi yang diterima dan memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

“Jika ada informasi yang meragukan, masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang atau saluran resmi Satgas Operasi Damai Cartenz. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” sarannya. Lebih lanjut disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.

Operasi yang dilakukan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata dan memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Oleh sebab itu pihaknya mengajak semua pihak untuk mendukung upaya penegakan hukum dan perdamaian yang ada.

Baca Juga :  Banjir Bandang di Tembagapura, Dua Tewas

“Distrik Oksop aman. Mari bersama-sama menjaga Papua tetap damai dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” imbuh Kombes Yusuf. Dengan situasi yang terkendali, masyarakat Papua diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa merasa terintimidasi oleh berbagai isu yang sengaja diembuskan untuk mengganggu ketertiban.

“Kami harap aktfitas masyarakat di Distrik Oksop, berjalan seperti biasa, tanpa adanya rasa takuat, atau cemas akan keadaan sebab kami pastikan situasi dalam kondisi aman,” pungkasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa situasi keamanan di Distrik Oksop, Papua, berada dalam kondisi kondusif. Pernyataan ini sebagai respon tudingan bahwa Gereja Efesus GIDI di Oksop digunakan sebagai pos militer dan gudang logistik perang oleh aparat TNI-Polri. Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan dianggap sebagai upaya provokasi untuk memecah belah masyarakat Papua.

“Isu yang menyebut Gereja Efesus GIDI dijadikan markas militer adalah tidak benar alias hoax. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu-isu negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan menciptakan kegaduhan,” tegas Kombes Pol Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/1).

Adapun TNI-Polri hadir di Papua untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan. Sehingga dapat dipastikan bahwa aktivitas masyarakat di Distrik Oksop saat ini berjalan normal dan aman. “TNI-Polri, selalu menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) serta bekerja sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga :  DPD Soroti Maraknya Kasus Illegal Loging di Papua

Kombes Yusuf meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan waspada terhadap berita palsu atau hoaks yang dapat memicu keresahan. Ia mengajak masyarakat untuk menyaring setiap informasi yang diterima dan memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

“Jika ada informasi yang meragukan, masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang atau saluran resmi Satgas Operasi Damai Cartenz. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” sarannya. Lebih lanjut disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.

Operasi yang dilakukan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata dan memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Oleh sebab itu pihaknya mengajak semua pihak untuk mendukung upaya penegakan hukum dan perdamaian yang ada.

Baca Juga :  Prioritaskan Pembangunan SDM OAP Percepat Atasi Masalah

“Distrik Oksop aman. Mari bersama-sama menjaga Papua tetap damai dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” imbuh Kombes Yusuf. Dengan situasi yang terkendali, masyarakat Papua diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa merasa terintimidasi oleh berbagai isu yang sengaja diembuskan untuk mengganggu ketertiban.

“Kami harap aktfitas masyarakat di Distrik Oksop, berjalan seperti biasa, tanpa adanya rasa takuat, atau cemas akan keadaan sebab kami pastikan situasi dalam kondisi aman,” pungkasnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Persipura Dihantam Badai Cedera

Anggaran MRP 2026 Turun Signifikan

Direktur RSUD Abepura Siap Diaudit

Artikel Lainnya