Saturday, March 21, 2026
25.5 C
Jayapura

Animo Ikut KB di Papua dan DOB Masih Rendah

JAYAPURA-Kepala Perwakilan Bkkbn Papua, Sarles Brabar mengatakan, partisipasi masyarakat di Papua dan DOB dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) masih cukup rendah, rata-rata setiap tahunnya hanya mencapai 39 persen.

  Capaian ini mendorong mereka untuk memasifkan sosialiasi kepada masyarakat, sebab KB ini bagian dari upaya untuk mencegah terjadinya resiko stunting bagi balita.

  “Kita di Papua masih rendah, ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat dari KB,” ujarnya Jumat (7/12).

  Ia pun menjelaskan program KB memiliki banyak manfaat, diantaranya menjaga kesehatan ibu dan anak, KB dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan risiko kanker rahim dan kanker serviks, serta mengurangi risiko kematian bayi.

Baca Juga :  Pelni Gratiskan Keberangkatan Ratusan Pelajar Papua ke Jakarta

  Selain itu tumbuh kembang anak, dengan mengikuti program KB, maka dapat membantu orang tua mengatur jarak kelahiran sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.

   Kemudian kesejahteraan keluarga, dikatakan KB dapat membantu keluarga merencanakan kapan akan hamil, berapa jumlah anak yang akan dilahirkan, dan berapa lama jarak kelahirannya.

  KB juga dapat mengurangi kebutuhan rumah tangga, seperti biaya untuk pemeriksaan kehamilan, biaya melahirkan, biaya kesehatan, dan biaya pendidikan. Serta dapat meningkatkan kesempatan bermasyarakat karena keluarga akan mempunyai waktu luang yang lebih banyak.

  “Jadi jangan pernag mempersepsikan bahwa program KB itu menghilangkan etnis tertentu, tapi ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan generasi penerus yang  berkualitas,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemprov Papua Ingatkan Pengusaha Wajib Terapkan UMP 2025 Mulai Januari

JAYAPURA-Kepala Perwakilan Bkkbn Papua, Sarles Brabar mengatakan, partisipasi masyarakat di Papua dan DOB dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) masih cukup rendah, rata-rata setiap tahunnya hanya mencapai 39 persen.

  Capaian ini mendorong mereka untuk memasifkan sosialiasi kepada masyarakat, sebab KB ini bagian dari upaya untuk mencegah terjadinya resiko stunting bagi balita.

  “Kita di Papua masih rendah, ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat akan manfaat dari KB,” ujarnya Jumat (7/12).

  Ia pun menjelaskan program KB memiliki banyak manfaat, diantaranya menjaga kesehatan ibu dan anak, KB dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan risiko kanker rahim dan kanker serviks, serta mengurangi risiko kematian bayi.

Baca Juga :  Masyarakat Diharapkan Awasi Pembangunan

  Selain itu tumbuh kembang anak, dengan mengikuti program KB, maka dapat membantu orang tua mengatur jarak kelahiran sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.

   Kemudian kesejahteraan keluarga, dikatakan KB dapat membantu keluarga merencanakan kapan akan hamil, berapa jumlah anak yang akan dilahirkan, dan berapa lama jarak kelahirannya.

  KB juga dapat mengurangi kebutuhan rumah tangga, seperti biaya untuk pemeriksaan kehamilan, biaya melahirkan, biaya kesehatan, dan biaya pendidikan. Serta dapat meningkatkan kesempatan bermasyarakat karena keluarga akan mempunyai waktu luang yang lebih banyak.

  “Jadi jangan pernag mempersepsikan bahwa program KB itu menghilangkan etnis tertentu, tapi ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan generasi penerus yang  berkualitas,” tegasnya.

Baca Juga :  Ada TPS Berpotensi Direkomendasikan PSU

Berita Terbaru

Artikel Lainnya