Tuesday, January 6, 2026
27.3 C
Jayapura

Jarang Dibersihkan, Kondisi Kali Sborhoinyi Dipenuhi Gulma

JAYAPURA-Kondisi Kali Siborhonyi Kotaraja, tepatnya di sekitar pasar otonom, Kotaraja, semakin memperihatinkan. Saluran air tersebut merupakan salah satu yang terbesar setelah saluran air Kali Acai y agn sama-sama bermuara di Teluk Youtefa. Namun kondisinya benar benar tidak terawat dan dipenuhi gulma yang mampir menutupi hampir seluruh badan saluran drainase itu.

  “Sebenarnya ini harus dibersihkan, dan itu rutin tidak boleh dibiarkan. Karena kita tidak tahu kapan  hujan itu tiba, kapan banjir. Jadi kalau tidak dibersihkan begini kalau banjir bisa berdampak besar bagi masyarakat,” kata pengamat lingkungan yang juga mantan pegawai Kementerian PURP,  Albert Meraudje, Kamis (14/3).

   Pantauan media ini, saluran air besar tersebut membentang sepanjang jalan masuk pasar otonom dan muaranya menyatu dengan Kali Acay di dermaga Abesauw. Kondisi saat ini ditumbuhi gulma yang hampir menutupi seluruh saluran air tersebut.

Baca Juga :  Forki Kota Jayapura Target Juara Umum di Kejurda Forki Papua 2025

   Sementara itu, Wandi salah satu warga di sekitar lokasi itu, menerangkan, bahwa di lokasi itu, ada beberapa titik tertentu di dalam badan drainase yang dijadikan sebagai tempat budidaya  tanaman kangkung yang dilakukan oleh masyarakat lokal.

   “Jadi kalau kita lihat di dalam saluran air ini ada tanaman kangkung, itu ada masyarakat  yang membersihkan rumputnya kemudian mereka menanam  untuk ternak,” ujarnya.

   Dia mengatakan bencana banjir memang tidak menentu dan biasanya ada waktu tertentu terjadi banjir besar hingga meluap di luar saluran drainase.  Meskipun bencana banjir tidak selalu terjadi setiap tahunm namun potensi itu pasti selalu ada.

Baca Juga :  Sejumlah Bapok di Timika Merangkak Naik

   Karena itu, pihaknya berharap agar isntansi  terkait bisa melakukan pembersihan secara rutin dengan mengeruk material yang ada di dasar saluran drainase termasuk tumbuhan gulma yang sudah hampir memenuhi badan saluran tersebut.

  “Jadi di saluran ini tidak hanya gulma ada juga sampah-sampah plastik botol-botol plastik yang sengaja dibuang, bahkan ada juga dari aktivitas pasar otonom,” bebernya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Kondisi Kali Siborhonyi Kotaraja, tepatnya di sekitar pasar otonom, Kotaraja, semakin memperihatinkan. Saluran air tersebut merupakan salah satu yang terbesar setelah saluran air Kali Acai y agn sama-sama bermuara di Teluk Youtefa. Namun kondisinya benar benar tidak terawat dan dipenuhi gulma yang mampir menutupi hampir seluruh badan saluran drainase itu.

  “Sebenarnya ini harus dibersihkan, dan itu rutin tidak boleh dibiarkan. Karena kita tidak tahu kapan  hujan itu tiba, kapan banjir. Jadi kalau tidak dibersihkan begini kalau banjir bisa berdampak besar bagi masyarakat,” kata pengamat lingkungan yang juga mantan pegawai Kementerian PURP,  Albert Meraudje, Kamis (14/3).

   Pantauan media ini, saluran air besar tersebut membentang sepanjang jalan masuk pasar otonom dan muaranya menyatu dengan Kali Acay di dermaga Abesauw. Kondisi saat ini ditumbuhi gulma yang hampir menutupi seluruh saluran air tersebut.

Baca Juga :  Jalan TPA Kembali Dipalang, Pemerintah Lakukan Negosiasi

   Sementara itu, Wandi salah satu warga di sekitar lokasi itu, menerangkan, bahwa di lokasi itu, ada beberapa titik tertentu di dalam badan drainase yang dijadikan sebagai tempat budidaya  tanaman kangkung yang dilakukan oleh masyarakat lokal.

   “Jadi kalau kita lihat di dalam saluran air ini ada tanaman kangkung, itu ada masyarakat  yang membersihkan rumputnya kemudian mereka menanam  untuk ternak,” ujarnya.

   Dia mengatakan bencana banjir memang tidak menentu dan biasanya ada waktu tertentu terjadi banjir besar hingga meluap di luar saluran drainase.  Meskipun bencana banjir tidak selalu terjadi setiap tahunm namun potensi itu pasti selalu ada.

Baca Juga :  Pedagang dari Luar dan Tidak Terdata, Paling Susah Diatur

   Karena itu, pihaknya berharap agar isntansi  terkait bisa melakukan pembersihan secara rutin dengan mengeruk material yang ada di dasar saluran drainase termasuk tumbuhan gulma yang sudah hampir memenuhi badan saluran tersebut.

  “Jadi di saluran ini tidak hanya gulma ada juga sampah-sampah plastik botol-botol plastik yang sengaja dibuang, bahkan ada juga dari aktivitas pasar otonom,” bebernya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya