Saturday, April 5, 2025
24.7 C
Jayapura

Gempa 7,6 SR di Jepang Tewaskan 6 Orang, Evakuasi Terpantau Cukup Sulit

JAKARTAGempa bumi dahsyat yang melanda Jepang tengah pada hari tahun baru 2024 menewaskan sedikitnya enam orang.

Polisi dan pemerintah setempat pada Selasa (2/1) melaporkan evakuasi jenazah yang dievakuasi dari reruntuhan bangunan.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang menggoyang Prefektur Ishikawa pada senin (1/1) memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah dan memaksa penduduk di beberapa daerah pesisir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Hingga Selasa (2/1) pagi, Badan Meteorologi Jepang telah menurunkan semua peringatan tsunami yang dikeluarkan di sepanjang laut Jepang menjadi peringatan.

Dilansir dari Sky News pada Selasa (2/1), badan tersebut mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Baca Juga :  Pendaftaran PPPK 2024 Resmi Dibuka Dua Kali Mulai 1 Oktober, Cek Jadwalnya

Personel Angkatan Darat dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan sementara satu bandara setempat tetap ditutup setelah gempa menyebabkan retakan di landasan pacu.

Gempa susulan terus terjadi seiring dilaporkannya kebakaran di wilayah tersebut dan gangguan jalur kereta api besar di beberapa wilayah di negara tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, Otoritas Pengaturan Nuklir mengatakan ledakan dan bau sesuatu yang terbakar dilaporkan terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir Shika di Prefektur Ishikawa.

Operator mengatakan pembangkit listrik tersebut kehilangan daya dari trafo, tetapi kedua reaktor nuklir tersebut dapat berfungsi dengan baik menggunakan sistem cadangan.

Sementara itu, negara tetangga Korea Selatan melaporkan tsunami kecil pada Senin (1/1) setelah gempa besar dan belum ada laporan korban cedera atau kerugian harta benda. (*)

Baca Juga :  Wacana Pasukan Siber Diisi Orang Sipil, Siapa Cyber Army yang Disegani?

Sumber: Jawapos

JAKARTAGempa bumi dahsyat yang melanda Jepang tengah pada hari tahun baru 2024 menewaskan sedikitnya enam orang.

Polisi dan pemerintah setempat pada Selasa (2/1) melaporkan evakuasi jenazah yang dievakuasi dari reruntuhan bangunan.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang menggoyang Prefektur Ishikawa pada senin (1/1) memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah dan memaksa penduduk di beberapa daerah pesisir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Hingga Selasa (2/1) pagi, Badan Meteorologi Jepang telah menurunkan semua peringatan tsunami yang dikeluarkan di sepanjang laut Jepang menjadi peringatan.

Dilansir dari Sky News pada Selasa (2/1), badan tersebut mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Baca Juga :  Perkuat Pertahanan Udara, KSAU Rangkul Jajaran TNI-Polri

Personel Angkatan Darat dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan sementara satu bandara setempat tetap ditutup setelah gempa menyebabkan retakan di landasan pacu.

Gempa susulan terus terjadi seiring dilaporkannya kebakaran di wilayah tersebut dan gangguan jalur kereta api besar di beberapa wilayah di negara tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, Otoritas Pengaturan Nuklir mengatakan ledakan dan bau sesuatu yang terbakar dilaporkan terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir Shika di Prefektur Ishikawa.

Operator mengatakan pembangkit listrik tersebut kehilangan daya dari trafo, tetapi kedua reaktor nuklir tersebut dapat berfungsi dengan baik menggunakan sistem cadangan.

Sementara itu, negara tetangga Korea Selatan melaporkan tsunami kecil pada Senin (1/1) setelah gempa besar dan belum ada laporan korban cedera atau kerugian harta benda. (*)

Baca Juga :  Jelang Natari PLN UP3 Wamena Memastikan Pelayanan Listrik Yang Handal

Sumber: Jawapos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya