Dikatakan sang anak kini sudah lebih baik meski masih suka menangis. Ini tak lepas dari nyeri di perutnya akibat lama tidak mengkonsumsi makanan. Sang ayah yang bekerja sebagai guru di Batani, Pegunungan Bintang menyampaikan bahwa ia tak mengetahui jika sang anak kondisinya seperti saat ini.
Apalagi kedua orang tua pasien nampaknya sudah pasrah dengan keadaan bayinya sehingga lebih memilih membawa sang anak pulang ke kampung. Dari situasi ytak mengenakkan itu ia memilih membawa pulang sang anak yang selama ini tinggal di Kabupaten Jayapura menuju keluarganya di Distrik Nalca, Yahukimo.
“Saya sudah konfirmasi kepala Dinas Kesehatan Yahukimo, dengan menyampaikan bahwa kita akan turunkan tim ke Yahukimo sebagai tindakan awal jika memang tidak bisa ditangani. Namun, Kepala Dinas Kesehatan setempat menyatakan mereka bisa menangani kasus tersebut,” terang dr. Ronny saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (10/5).
"Setelah kami telusuri yang pertama anak ini lahir di Sentani dan mereka tinggal selama ini di Sentani dan berdomisili disana, dan dalam waktu 4 hari ini orang tua bawa ke Nalca di Yahukimo, maka di indetifikasi langsung oleh tenaga dokter,
Dalam beberapa hari ini tersiar kabar, ada anak balita berusia 1,5 tahun bernama Demesto Salla mengalami gizi buruk. Foto anak tersebut beredar di berbagai platform media sosial. bocah tersebut kini tengah ditangani di Klinik Siloam, Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Selain itu kata Esau, pihaknya akan melakukan pembangunan pos-pos pengamanan TNI-Polri di titik titik yang dianggap rawan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari. “Dengan didirikannya pos TNI-Polri, zona merah yang ada di Yahukimo bisa diminimalisir,” kata Esau.
“Ada fenomenal baru kekerasan yang masif di beberapa wilayah di Papua. Problem utama kita membutuhkan adanya ruang dialog, karena fenomena kekerasan bukan hanya soal di yahukimo melainkan siklus kekerasan yang masif juga terjadi di beberapa wailayh potensial seperti Lanny Jaya, Puncak Jaya dan Intan Jaya,” terangnya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyatakan, rata rata pelaku pembacokan atau penyerangan di Kabupaten Yahukimo dengan korban warga sipil maupun aparat pelakunya diduga KKB Wilayah Yahukimo.