Berdasar keterangan resmi dari Koarmada III, latihan operasi amfibi itu sudah berlangsung sejak 9 September 2024. Dimulai dengan tahap geladi posko, Tactical Floor Game (TFG), latihan parsial, gelar pasukan, serta puncaknya dilaksanakan latihan manuver lapangan dengan melakukan Full Mission Profile (FMP) oleh pasukan khusus tersebut.
Sang pilot setelah dijemput di Nduga, langsung diterbangkan ke Timika dan kini berada di Jakarta dan rencananya akan bertemu keluarganya di Bali. Intensitas upaya pembebasan dalam sebulan terakhir memang cukup tinggi.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TNPB-OPM) mengajukan proposal pembebasan Pilot Susi Air, Marten Philips beberapa hari lalu dan telah dipublish ke beberapa media sosial. Menurut Ketua DPC Peradi Suara Advokat Indonesia Kota Jayapura, Dr. Anthon Raharusun, permintaan tersebut tidak perlu direspon.
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sembom menjelaskan bahwa pembebasan ini murni didasari karena nilai kemanusiaan. Iapun mengkisahkan bahwa pada 7 Februari 2023 pasukan TPNPB Komando Wilayah Pertahanan III Ndugama Derakma di bawah Pimpinan Panglima Brigadir General Egianus Kogeya dan pasukannya menahan pilot asal Selandia Baru, Philips Mark Mehrtens dan membakar pesawatnya.
Untuk motifnya kata Pangdam karyawan PLN ini dikira mata-mata TNI. “Dia dikira mata mata TNI, dan negoisasinya hanya sekedarnya saja. Karena sejatinya hanya kesalahpahaman saja sebab warga setempat menganggap yang bersangkutan adalah orang asing di kampung itu,” jelasnya.
Untuk memadamkan api yang semakin membesar, maka Polres Jayapura langsung menerjunkan satu unit mobil water canon dan beberapa personelnya dibantu aparat TNI dan warga setempat. Tidak dibutuhkan waktu lama, akhirnya kobaran api yang melahap lahan penuh dengan semak belukar tersebut berhasil dipadamkan, tidak sampai merambat ke rumah warga.
Ia disandera saat melakukan survey dalam rangka pelayanan penerangan menggunakan solar cell di Kampung Aguet, Kampung Kemru dan Kampung Molu, Distrik Kembru, Kabupaten Puncak.
TPNPB sedikit keberatan mengingat sebelumnya pihaknya memiliki niat untuk membebaskan sandera Kapten Philips Mark Marthens namun kembali melakukan prank kepada publik. Heli yang berkeliaran ini juga dikhawatirkan akan melakukan serangan udara sehingga kelompok tersebut meminta agar publik mengeluarkan kecaman atas keberadaan heli yang sewaktu - waktu bisa melukai masyarakat sipil.
Jenderal bintang satu TNI AD itu mengingatkan bahwa TNI memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas nasional. Karena itu, pilkada serentak sebagai salah satu agenda nasional harus mendapat atensi. ”Mari kita sukseskan pilkada serentak di tanah Papua sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang,” ajak Thevi kepada seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih.
‘’Rakyat dan bangsa Indonesia bangga memiliki Angkatan Laut yang profesional dan modern sebagai penjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pelindung bangsa Indonesia dari segala ancaman dan gangguan khususnya di wilayah Laut Indonesia," kata panglima.