“Yang jelas Pemprov mendukung asosiasi ayam petelur lokal apalagi jika hasilnya sudah surplus. Pelan – pelan kita coba kendalikan dulu dan itu kebijakan yang diambil. Ini akan dimulai dari dari sisi volume,” kata Herman kepada wartawan di kantor DPR Papua, Kamis (16/11)
“Kami berharap juga seperti itu, artinya untuk saat ini telur sudah surplus di Jayapura, Timika dan beberapa daerah lainnya dan kami harapkan telur – telur dari luar tidak dibawa masuk lagi sebab peternak telur akan mengalami kesulitan untuk mencari pasar karena telur dari luar terkadang lebih murah,” kata Mega melalui ponselnya, Rabu (15/11).
Wakil Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Setanah Tabi, Johny Nofriady mengatakan, jumlah peternak ayam petelur di Papua saat ini 76 peternak. Dengan produksi telur setiap harinya 442.000 butir.