Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi bandara terhadap penumpang, menyusul maraknya pembahasan persoalan perebutan penumpang taksi offline dan online di media sosial d
Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara Sentani setelah tiba dari Wamena. Ia mengaku sempat ditawari menggunakan taksi bandara, namun menolak karena telah menunggu j
Untungnya aksi yang dilakukan sejumlah warga tersebut dengan cepat diantisipasi Porsenel Polsek Merauke Kota dibantu dari Polres Merauke sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kapolsek Merauke Kota AKP Susanto Bakri, SH dida
Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula korban Mulyono seorang sopir truk bersama rekannya hendak mengantar barang ke Kampung Logpon. Namun dalam perjalanan tepatnya di KM 7 mobil yang mereka gunakan ditembak OTK dari
Sanksi paling berat yang akan dijatuhkan adalah pencabutan izin trayek. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat dikonfirmasi Cepos, Kamis (8/1).
Kasat Reskrim Polres Merauke melalui KBO Reskrim Ipda Sewang menjelaskan, pelaku yang ditangkap tentara PNG dan diserahkan ke pihaknya tersebut yang melakukan pembacokan terhadap korban yang meninggal.
Mirisnya dari penganiayaan secara brutal ini salah satu sopir dinyatakan meninggal dunia sedangkan satunya lagi harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius. Hingga kini polisi masih menyelidiki identitas
“Saya melihat area parkir dan penumpang sudah diaspal, tapi masih ada genangan air di beberapa titik. Saya sudah minta pihak ketiga untuk segera memperbaikinya agar tidak mengganggu aktivitas di terminal,” ujarnya.
Kecelakaan tersebut terjadi antara Mobil Suzuki Carry PA 1497 RK dengan Dump Truck PA 8826 AE. Akibatnya, pengemudi Suzuki Carry meninggal di tempat kejadian, dan satu orang penumpang mengalami luka cukup berat. Sementar
‘’Kondisi ini kami sudah alami selama 6 tahun, tapi sampai sekarang tidak ada solusinya. Setiap hari hanya mobil-mobil itu yang mengetap. Begitu SPBU dibuka, mobil pengetap yang duluan masuk. Giliran kami yang memberikan