Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping Gereja GKI Harapan Abepura, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Abepura, Kota Jayapura, pada Senin, 6 Juli 2026 sekira pukul 21.30
Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan pilar penting yang menghubungkan masyarakat, barang, dan hasil bumi dari distrik-distrik, bahkan Kabupaten lain untuk masuk ke Kota Wame
Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi bandara terhadap penumpang, menyusul maraknya pembahasan persoalan perebutan penumpang taksi offline dan online di media sosial d
Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara Sentani setelah tiba dari Wamena. Ia mengaku sempat ditawari menggunakan taksi bandara, namun menolak karena telah menunggu j
Untungnya aksi yang dilakukan sejumlah warga tersebut dengan cepat diantisipasi Porsenel Polsek Merauke Kota dibantu dari Polres Merauke sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kapolsek Merauke Kota AKP Susanto Bakri, SH dida
Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula korban Mulyono seorang sopir truk bersama rekannya hendak mengantar barang ke Kampung Logpon. Namun dalam perjalanan tepatnya di KM 7 mobil yang mereka gunakan ditembak OTK dari
Sanksi paling berat yang akan dijatuhkan adalah pencabutan izin trayek. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat dikonfirmasi Cepos, Kamis (8/1).
Kasat Reskrim Polres Merauke melalui KBO Reskrim Ipda Sewang menjelaskan, pelaku yang ditangkap tentara PNG dan diserahkan ke pihaknya tersebut yang melakukan pembacokan terhadap korban yang meninggal.
Mirisnya dari penganiayaan secara brutal ini salah satu sopir dinyatakan meninggal dunia sedangkan satunya lagi harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius. Hingga kini polisi masih menyelidiki identitas
“Saya melihat area parkir dan penumpang sudah diaspal, tapi masih ada genangan air di beberapa titik. Saya sudah minta pihak ketiga untuk segera memperbaikinya agar tidak mengganggu aktivitas di terminal,” ujarnya.
Kecelakaan tersebut terjadi antara Mobil Suzuki Carry PA 1497 RK dengan Dump Truck PA 8826 AE. Akibatnya, pengemudi Suzuki Carry meninggal di tempat kejadian, dan satu orang penumpang mengalami luka cukup berat. Sementar
‘’Kondisi ini kami sudah alami selama 6 tahun, tapi sampai sekarang tidak ada solusinya. Setiap hari hanya mobil-mobil itu yang mengetap. Begitu SPBU dibuka, mobil pengetap yang duluan masuk. Giliran kami yang memberikan
Menyikapi hal ini, J. Sitorus menilai bahwa oknum juru parkir liar dan para sopir angkutan umum ini masih kurang peduli terhadap regulasi yang ada. "Kita ambil contoh di Entrop, banyak angkutan yang tidak masuk ke dalam
Kedatangan para sopir angkutan umum yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkutan Kota Papua Selatan bersama mobil rental tersebut diterima langsung Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun dan Wakil Ketua II DPRP Papu
"Sesampainya di TKP, tepatnya di tikungan ex Tanjung Elmo, Asei Kecil, pengemudi mobil truck hilang kendali karena mengantuk, aehingga mobil trucuk canter, keluar badan jalan dan menabrak pondasi parit lalu terbalik,"
"Pemerintah kan sudah bangun terminal, jadi silakan gunakan fasilitas yang dibangun pemerintah ini dan tidak perlu lagi parkir sembarangan apalagi mau buat terminal bayangan seperti yang diinformasikan oleh masyarakat
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan bahwa perubahan trayek angkutan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat bagi semua pihak, baik pelaku usaha, masyarakat dan juga para sopir taksi. "Kita harapkan kebijaka
"Adanya tempat sampah di dalam mobil akan membuat sopir atau penumpang terbiasa membuang sampah pada tempatnya, jadi mereka tidak akan membuang sampah ke jalan," ujar Abisai Rollo di hadapan ratusan sopir taksi saat la
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK melalui Kasat Lantas AKP Darwis, SH, ditemui media mengungkapkan, pengemudi atau sopir truk yang melarikan diri setelah menabrak rumah itu berhasil ditangkap ditempat persembunyi
Sejumlah sopir angkutan umum dan pengemudi ojek mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat waktu kerja yang terbuang saat mengantre BBM. Salah seorang tukang ojek yang cukup paruh baya Sarno, mengatakan bahwa antrean panjang membuatnya kehilangan banyak pelanggan di pagi hari, yang merupakan waktu tersibuk bagi para pencari nafkah di jalanan.
Wilhelmus, yang dipercaya untuk menyampaikan aspirasi para sopir truk sampah ini, mengaku sudah hampir 4 hari mereka mengalami kekurangan BBM untuk operasional, jika tidak ada penyelesaian dari dinas terkait maka kemungkinan besar mereka akan mogok kerja.
Menurut Sudirman, kehadiran Maxim telah menjadikan layanan angkot konvensional ditinggalkan. Akibatnya, pendapatan harian mereka juga merosot tajam.Dia mencontohkan, mengenai tarif angkot bahkan turun karena harus disesuaikan dengan tarif Maxim.
"Penembakan dialami tiga mobil sopir lajuran berjenis truck di kampung Wilak KM 76, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat," jelas Kapolres.
Adapun di dalam SK tersebut mengatur bahwa untuk taksi online tarif untuk jarak 5 kilometer harus diangka Rp. 42.000, namun yang terjadi sampai saat ini driver Maxime masih memberlakukan tarif Rp. 22.000. Sistem inilah yang dianggap merugikan taksi konvensional. Karena tidak selaras dengan kualitas kendaraan. Sehingga masyarakat lebih dominan menggunakan taksi online dibandingkan angkot.
Fajar menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku yang hingga kini belum dapat disebutkan inisialnya tersebut mengaku, saat itu ia melihat sebuah mobil Maxim mengantri di salah satu POM Bensin di kawasan Jalan Yos Soedarso menggunakan stiker Maxim namun bukanlah jenis stiker yang sesuai dengan kesepakatan antara pihak taksi gelap dan juga Maxim.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Bayu Suseno mengatakan dari informasi yang diperoleh, insiden ini terjadi ketika korban Abdul Muzakir, yang merupakan supir truk, sedang dalam perjalanan menuju Kampung Masi untuk mengambil kayu.
Kabupaten Yahukimo kembali tegang. Setelah cukup lama tenang, pada Rabu (31/6) terjadi kasus pembacokan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) yang mengakibatkan korban tewas. Korban bernama Abdul Muzakir tewas usai mengalami sejumlah luka bacok.
Akibatnya tidak hanya pada sopir, tapi juga berpengaruh pada arus lalulintas. Karena akibat dari antrean panjang tersebut, membuat kemacetan panjang. Menurut pengakuan sopir truk Abdulah Azis (53), antrean solar di beberapa SPBU, salah satunya di SPBU Padang Bulan sudah terjadi sejak awal bulan juli 2024 ini.
Dia mengatakan, apabila taksi online ditempatkan pada satu titik, sudah pasti pihaknya akan sangat kesulitan untuk mendapatkan orderan. Kata dia, misalkan ditempatkan pada satu titik saja, sudah pasti yang mendapatkan orderan tidak semua taksi online. Karena konsep taksi online ini akan terhubung dengan konsumen terdekat.
Terminal yang dulunya ramai dengan masyarakat yang mencari angkutan, dan teriakan kondektur atau sopir yang mencari penumpang, kini sudah jarang terlihat. Terminal, terliht mulai sepi, bahkan sebagian angkutan enggan masuk antri penumpang di terminal dan memilih mencari terminal bayangan untuk mencari penumpang.
Aksi dari kedua kubu ini, kata Kapolsek Heram Iptu Bernadus Yunus Ick, terjadi karena kesalapahaman informasi. Dimana awal mulanya salah satu sopir Maxim melepas stiker dari bodi mobilnya, lalu kirim foto itu ke whastapp group.
Kapolsek Heram Iptu Yunus Ick menerangkan kasus penganiayaan itu terjadi saat Sopir angkot melakukan aksi mogok di tanjakan Ale Ale Padang Bulan. Sekitar pukul 13.53 WIT, Korban sopir taksi online (Maxime) ini, datang dari arah Hamadi dengan membawa dua orang penumpang di dalamnya.
Kepala Bidang Perhubungan Darat Provinsi Papua, Rein Sahetapy mengatakan aksi yang dilakukan para sopir taksi konvensional tersebut, merupakan penyampaian aspirasi atas keresahan yang mereka alami di lapangkan dengan maraknya angkutan taksi online di Kota Jayapura.
Puluhan mobil angkot Kota Jayapura terutama yang mangkal di terminal Mesran, tampak berjejer rapi menyebar hingga disudut-sudut terminal Mesran. Dulunya mereka pernah berjaya, sebagai satu-satunya moda transportasi dalam kota. Tapi itu hanya cerita kenangan yang terjadi di era tahun 80-an sampai awal tahun 2000-an.
Ketua terminal A1 Obenius Wenda, mengatakan soal pengakalan ojek di wilayah terminal sinakma ini pihaknya sudah pernah umumkan bahkan juga melarang agar para tukang ojek di larang mangkal di wilayah terminal apalagi angkut penumpang di dalam terminal dan sekitarnya.
Moses Rumfabe mengatakan, dampak dari tidak tertibnya mobil pickup plat hitam tersebut telah mengakibatkan adanya kejadian keributan antara sopir angkutan umum trayek 105-A jurusan Sentani-Depapre, dengan sopir pick up plat hitam dari Dormena.