Kepala SMP Negeri 9 Kota Jayapura, Anggoro Subiakto, sehubungan dengan penerapan kurikulum Merdeka di sekolah itu pihaknya juga melaksanakan pameran Project Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan salah satu bagian tema yang dipelajari oleh siswa-siswi dalam kurikulum merdeka belajar.
Dia berpesan kepada bapak/ibu guru untuk terus berkolaborasi, tingkatkan perofesional dalam mengimplementasikan profil pelajar Pancasila. Ia meyakinkan dari setiap penampilan dan tarian dari pelajaran untuk memeriahkan acara tersebut merupakan cerminan dari penerapan pelajaran Pancasila.
Dikatakan, ada 4 kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus yaitu, menyelesaikan seluruh program Pembelajaran, Nominasi Memperolah nilai sikap / perilaku Baik, Terdaftar pada Daftar Tetap (DNT) Ujian Sekolah Tahun Ajaran 2023/2024, dan Mendapat nilai minimal 75.
Ratusan siswa siswi di SMPN 1 Kota Jayapura, Selasa (4/6) kemarin kompak mengenakan pakaian adat daerah dari berbagai etnis dan suku yang ada di Indonesia. Ini disesuaikan dengan tema program P5 di sekolah itu, tentang kebhinekaan. Di mana melalui tema 3 itu anak didik diperkenalkan dengan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
Dia menjelaskan, saat ini ada beberapa sekolah di Kota Jayapura yang menjadi pilot project pelaksanaan program makan sehat bekerja sama pemerintah kota Jayapura dengan UNICEF. Program itu didanai langsung oleh pihak ketiga dalam hal ini UNICEF. Tujuan dari program itu adalah meningkatkan gizi anak-anak usia sekolah di Kota Jayapura.
Lanjut dia, untuk pengumuman kelulusan dapat dilaksanakan pada tanggal 10 Juni mendatang dengan melalui pengumuman online. Pihaknya memastikan semua lembaga pendidikan SMP di Kota Jayapura sudah dapat mengakses internet sehingga tidak ada masalah terkait dengan pengumuman sistem online yang akan dilaksanakan.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Elen Montolalu menerangkan pelaksanaan ujian pada jenjang sekolah dasar yang sudah dilaksanakan itu berjalan aman dan lancar sampai selesai.
Kemudian yang tak kalah penting mengenai kesiapan jaringan internetnya. Sehingga sekolah memang harus bekerja ekstra untuk mengatasi persoalan-persoalan seperti itu. Sebelumnya, untuk mengatasi dua persoalan ini pihaknya terpaksa menggunakan lab komputer untuk siswa-siswi peserta ujian.
Kepala SMPN 1 Kota Jayapura, Purnama Sinaga mengungkapkan, sebelum pelaksanaan ujian sekolah tahun ini, pihaknya sudah melakukan persiapan terutama mengenai peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam menunjang siswa di sekolah itu, selama melaksanakan ujian tersebut. Misalnya kesiapan peralatan komputer dan juga termasuk jaringan internet yang memadai.
"Sehingga kepada 43 sekolah tersebut kami masih menyusun soal secara bersama. Soal itu sudah dalam bentuk master soal, yang akan kami bagikan besok pada masing-masing sekolah untuk kemudian digandakan di sekolah," bebernya.