Diakuinya, melanjutkan dukungan terhadap berbagai perhelatan event pariwisata, baik di tingkat lokal dan nasional di Papua, Telkomsel telah melakukan sejumlah optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan broadband 4G/LTE di Khalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.
"Kami setiap tahunnya selalu hadir dan kalau jualan di FDS jauh lebih cepat laku jualan kami, dibandingkan jualan di Kota, jadi event seperti ini harus kita manfaatkan,"ungkapnya.
Ketua Panitia FDS 2024 Ted Yones Mokay mengatakan, karena keterbatasan anggaran, pihaknya memaksimalkan kegiatan FDS tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Meski demikian, pihaknya pastikan pelaksanaan FDS tetap dilakukan, meski H-1 masih melalui jalur utama. "Pemalangan ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat, namun kami upayakan agar pelaksanaan FDS nanti semua akses bisa digunakan, " terangnya.
Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 dihadiri Pj Bupati Jayapura, Ketua KPU Papua Steve Dumbon, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Cintiya Rulliani Talantan dan jajaran Forkopimda Kabupaten Jayapura, serta para kepala OPD, kepala distrik dan masyarakat Kabupaten Jayapura.
Kondisi ini mulai dirasakan setelah Daerah Otonomi Baru (DOB) terjadi, bahkan hal ini bukan saja dialami mahasiswa STIPER, tetapi juga beberapa universitas lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayapura, Herald Berhitu mengatakan, sampai dengan saat ini pelayanan Dukcapil di Kabupaten Jayapura lebih optimal menggunakan layanan Whatsapp.
Diakuinya, untuk wabah tersebut telah ditemukan di Kabupaten. Jayapura tepatnya di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur,."Kami sudah membatasi lalu lintas ternak dari Kabupaten Jayapura, keluar ke Kota Jayapura dan sekitarnya. Serta ternak babi yang masuk ke Kabupaten Jayapura,"ujarnya.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Steve Dumbon, mengatakan rekapitulasi ulang akan dilakukan di 225 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Mama Yosephina mengaku, pohon sagu yang ia tebang kali ini usianya sudah sekitar 15 tahun sehingga secara ukuran dan hasilnya juga banyak. Untuk satu pohon sagu ia mengaku bisa olah menjadi sagu sekira 100 kg atau 10 sak beras ukuran 10 kg.