Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkannya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana.
Dikatakan, saat hendak kembali ke Poumako menggunakan kapal LCT Prima Jaya 128, kapal tersebut kandas di sekitar muara Poumako tepatnya perairan Naja dan mereka membutuhkan bantuan pertolongan evakuasi segera.
Pada pukul 16.54 Wit Tim SAR gabungan berangkat ke Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) Dengan personil sebanyak 8 orang dengan menggunakan 3 Speed dan membawa Pal Sar Air, PAL SAR Pendukung lainnya serta membawa BBM sebanyak 1 Ton ( Bantuan Pemda Sarmi)dengan estimasi waktu 2,5 jam ,cuaca di LKK cerah berawan kata Anton.
"Pelatihan tersebut dapat membantu mengembangkan berbagai keterampilan tetapi juga membentuk kedisiplinan, konsentrasi, rasa solidaritas kebersamaan dan ketangkasan," kata Kepala Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Nur Jaya di Jayapura, Jumat.
Alman menjelaskan bahwa operasi pencarian ini ditutup karena sesuai dengan SOP pencarian hanya dapat dilakukan selama 7 hari. Dengan perhitungan bahwa selama 7 hari tersebut kemampuan manusia bertahan hidup tanpa makan dan minum saat hanyut di laut.
Menurut Darmawan, jika ditarik garis lurus dari dermaga Merauke, lokasi kejadian berjarak sekitar 87 kilometer ke arah selatan atau tidak terlalu jauh dari perbatasan perairan dengan negara Papua New Guinea (PNG).
Tajuk utama latihan SAR gabungan tahun 2024 ini bertemakan teknik pertolongan di air. Tema ini dipilih mengingat dominasi kejadian kecelakaan di wilayah Merauke adalah di perairan. Sehingga latihan gabungan ini dipandang penting guna mengantisipasi dan meminimalisir jatuhnya korban kecelakaan laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, Bernardus bersama beberapa penumpang yang ada di Long Boat yang dilaporkan hilang saat berlayar dari Poumako Timika menuju Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, Jumat 13 September 2024 itu telah tiba di Kampung Otakwa dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna membenarkan, Valentino ditemukan oleh seorang anggota keluarganya yang ikut serta dalam pencarian sekitar pukul 10.45 WIT dengan lokasi penemuan sejauh 1,61 km dari tempat kejadian. “Selanjutnya korban langsung dievakuasi menuju rumah duka,” kata I Wayan dalam keterangan tertulis yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat malam.
“Adik korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya, bersama pihak kepolisian Polsek Atsj dan masyarakat setempat pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga sampai saat ini korban belum juga ditemukan,” kata I Wayan saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Kepala Kantor SAR Jayapura, Anton Sucipto, ST membenarkan informasi tersebut saat di hubungi Cenderawasih Pos. Ia mengatakan kurang lebih sebanyak 8 kru kapal ada di dalam kapal tersebut ikut tengelam. Untungnya semuanya bisa menyelamatkan diri. Delapan kru kapal tersebut adalah Capt Hiiman (42), Akuarius (53), La Bahtiar (38), Jhon Lee (27), Herman (32), M Yusuf (35), Imam Salahuddin (48) dan Daetoho (38).
Menurut dia, jika selama ini sudah ada lahan untuk pembangunan Posko tim SAR BPBD, maka sudah pasti tim SAR akan tetap stand by 24 jam untuk mengawasi aktivitas masyarakat di sepanjang pantai tersebut.
Kepala Kantor SAR Jayapura, Anton Sucipto, ST membenarkan informasi tersebut, bahwa korban bernama, Yulius Wakum (47) berhasil ditemukan oleh tim SAR. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua menggunakan mobil jenasah Baznas Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan diserahkan ke pihak keluarga.
"Dalam menunjang dan mempermudah kerja kami saat mencari dan menolong korban yang tenggelam atau terseret ombak di laut, maka kami sudah menggunakan drone, karena dengan menggunakan drone kita bisa lihat kondisi awal di lokasi kejadian,"ungkapnya.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke yang menerima laporan terkait dengan kejadian ini langsung merespon dengan menurunkan 2 alut air yakni Rigid Inflatable Boat dan sebuah speed boat untuk menuju ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian korban.
pencarian di hari keempat tersebut dilakukan sesuai dengan pembagian area pencarian, SRU (Search, And rescue Unit.red) udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak melakukan penyisiran udara sejauh 3,7 km kearah pesisir muara Sungai Kumbe 2 dan juga 3,7 km kearah pesisir muara Kumbe 1. SRU laut menggunakan perahu karet melakukan penyisiran di dalam sungai Kumbe.
Revan ditemukan tidak jauh dari lokasinya tenggelam usai enam jam dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan bersama pihak keluarga. Kasat Samapta Polresta Jayapura Kota Iptu Budiman Sianturi selaku Perwira Pengawas (Piket Perwira) Polresta Jayapura Kota saat dikonfirmasi membenarkan perihal ditemukannya korban Revan dalam keadaan meninggal dunia.
Dalam laporannya, Daniel merinci kronologis kejadian, pada Jumat sore itu bahwa sebuah speed boat berisi 7 orang pada pukul 14. 00 WIT mengantarkan logistik ke kapal Tug Boat yang berada di Muara Sungai Maro. Setelah itu, pada pukul 17.00 WIT, speedboat kembali ke dermaga. Namun 30 menit setelah meninggalkan tug boat, mesin speed boat mengalami mati mesin dan terbalik.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Timika, TNI AL dan masyarakat setempat menggunakan 1 unit perahu karet bermesin 30 PK melakukan penyisiran perairan Amar dengan memperhitungkan pasang surut air mengantisipasi jika korban telah terbawa arus pasang surut air perairan Amar.
Setibanya KM Syukurillah di perairan Amar, kapal tersebut tenggelam. Dua diantara 15 penumpang kapal itu hilang dan 13 orang berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal asal Dobo, Kepulauan Aru, Maluku yang melintas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal yang memuat kayu dengan jumlah penumpang sebanyak 15 orang termasuk nakhoda itu, bertolak dari Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh menuju kota Timika kemudian tenggelam di perairan Amar.
Kecelakaan kapal masih mewarnai pelayaran di Kabupaten Merauke. Berdasarkan catatan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, selama 6 bulan terakhir terhitung sejak Januari-Juni 2024, tercatat 10 laporan yang diterima oleh Kantor SAR Merauke.
Menurut Wayan Sutayana, guna mengefisiensikan waktu pencarian terhadap korban, Tim SAR Gabungan Timika menginap di Muara Iwura sekitara Kampung Ararau. “Karena kalau balik ke Timika jauh, jadi tim menginap di sana,” ujarnya.
Operasi SAR ini dilaksanakan setelah tim SAR mendapatkan informasi dari lokasi kejadian bahwa salah satu korban dari Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua atas Aiptu Gunawan Wibisono yang menjabat sebagai Komandan Pos (Danpos) PT. Mutiara Alas Khatulistiwa (MAK) telah ditemukan dan satu korban lainnya masih dalam pencarian.
I Wayan menjelaskan, menurut laporan bahwa pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIT, longboat tersebut berangkat dari Timika tujuan Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh dengan perkiraan waktu sekira 6 jam perjalanan.
“Yang nanti membantu dalam pencarian adalah dari Danlanal, bila mana ada kapal beliau nanti yang berpatroli dan ditemukan, nanti akan dilaporkan kemudian dari Danlanud dan Dansatgas udara akan melaksanakan pencarian di sela-sela pelaksanaan tugas,” tambah dia.
Sejak dilaporkan hilang kontak, Tim SAR langsung menggelar operasi pencarian hilangnya kapal yang membawa 12 orang ini. Tim SAR gabungan diberangkatkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir jalur yang direncanakan dilalui Kapal LCT Cita XX, pada Sabtu, 20 Juli 2024. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Direncanakan, pesawat Boeing 737-200 Surveillance milik TNI AU akan melakukan penyisiran sejauh perairan Timika, Asmat dan Dobo dengan jangkauan pencarian yang lebih luas menggunakan kamera pesawat.
Oleh karena itu, untuk mengefektifkan upaya pencarian, SAR meminta bantuan pesawat Boeing 737-200 Surveillance milik TNI Angkatan Udara (AU) membantu melakukan pencarian Kapal LCT Cita XX di hari keempat pencarian. Kapal yang hilang kontak ini, diketahui mengangkut material tower BTS milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Sutayana menyebut, kapal tersebut berangkat dari Mimika pada Senin 15 Juli 2024 dan dijadwalkan tiba di Yahukimo Kamis 18 Juli 2024. Namun, hingga saat ini kapal tersebut hilang kontak dan tak kunjung tiba di pelabuhan tujuan.
Wayan meminta agar para nelayan tidak memaksakan diri untuk pergi melaut saat cuaca memburuk. Hal ini dilakukan agar mengantisipasi hal-hal yanh tidak diinginkan. “Memang hanya ramalan tapi bisa saja terjadi dan tidak,” kata Wayan.
“Pencarian yang telah memasuki hari ke 5 tersebut Tim SAR gabungan menggunakan 2 unit perahu karet dan 1 unit RIB 400 PK telah melakukan pencarian di lokasi yang dicurigai terdapat korban sesuai SARMAP PREDICTION yang dikirimkan oleh BCC (Basarnas Command Center)
Penutupan operasi SAR ini tepat pada hari keempat pencarian dan berdasarkan evaluasi bersama tim SAR bersama keluarga korban yang diwakili oleh agen pengelola kapal, setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Charles menjelaskan, berdasarkan laporan dari pengelola kapal, bahwa pada rabu dini hari sekitar pukul 03.00 satu orang ABK KM. Papua Jaya 02 atas nama Muhammad Royani (43) diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Timika saat hendak buang air besar (BAB).
Untungnya, salah satu dari penumpang perahu tersebut berhasil menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke sehingga keempat nelayan tersebut berhasil diselamatkan. Humas SAR Merauke Darmawan menjelaskan bahwa keempat nelayan tersbeut yakni Makmur (47), Acho (28), Ismail (32), dan Fajar (17).
Posisi jenazah berusia 10 tahun ini bukan mengapung di air namun sudah tergeletak di pinggir pantai tak jauh dari PLTD. Saat itu juga jenazah langsung dibawa ke rumah duka atas kesepakatan keluarga.
Masih banyak warga yang memilih pantai ini untuk berenang dan akhirnya pada Minggu (14/4) dua bocah dilaporkan mengalami kecelakaan laut atau tenggelam. Kejadian ini terjadi di Pantai Palong Holtekamp Distrik Muara Tami dimana dua anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi di pantai tersebut.
Untuk mengantisipasi peristiwa itu terulang, pihaknya akan membangun Pos SAR. Diharapkan Tim SAR dan juga dari BPBD dan tim terpadu dari kepolisian tetap siaga setiap saat di sepanjang pantai ini, untuk mewaspadai jangan sampai ada korban tenggelam di pantai lagi.
Melianus ini menambah panjang daftar nama korban yang tewas usai berenang di Pantai Holtekam. Dan sejak Januari hingga Maret ini tercatat sudah 4 korban yang meninggal. jenazah Melianus ditemukan pertama kali oleh Dit Pol Air Polda Papua sekira pukul 11.20 WIT usai menyusur perairan di Teluk Youtefa.
Kepala Kantor SAR Jayapura Melkianus Kotta, mengatakan korban bersama seorang rekannya mandi di depan Hotel 88 Pantai Holtekamp Kota Jayapura, Senin (25/3), tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam.
“Bukan kami melarang tapi kami mengimbau agar untuk sementara jangan berenang dulu di Holtekamp. Kondisi ombaknya belum kondusif untuk digunakan berenang,” jelas Jafar di ruang kerjanya belum lama ini.
Namun naas, ia dan TY terjatuh dan akhirnya tewas. Kejadian ini terjadi pada Rabu (13/3). Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan korban Tri Sudarno sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yowari namun nyawanya tidak tertolong.
Walaupun sudah satu hari lebih korban belum ditemukan, Saiful mengharapkan korban bisa ketemu dalam keadaan selamat. "Mengingat korban sudah berkeluarga dan punya anak saya harapkan korban ditemukan dalam keadaan selamat, " kata Saiful.
Selanjutnya pada pukul 13.40 WIT rekan korban melaporkan ke Kantor SAR Jayapura terkait kejadian tersebut. Menyikapi laporan adanya korban tenggelam di pantai ini, Tim SAR Jayapura mengerapkan satu tim Rescue RB 222 bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB, pada pukul 13.50 WIT.
Imbiri menjelaskan bahwa pencarian tersebut masih akan dilanjutkan hingga hari ketujuh pencarian, yakni Selasa (20/02/2024). Jika dalam pencarian tersebut juga tidak ada tanda-tanda maka sesuai pencarian akan ditutup.
Sebanyak 50 peserta yang berasal dari TNI,POLRI, Instansi pemerintah, Pramuka dan organisasi masyarakat mengikuti penutupan pelatihan ini. Kegiatan ditutup langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura Sunarto,S.IAN didampingi Oleh Observer dari pusat dan Kepala Sumber Daya yang juga Ketua Panitia Pelatihan Iwan Gunawan,S.E.
"Kami melaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan sikap dan perilaku rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura dalam rangka kesiapsiagaan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,"ucapnya.
Titik berat latihan kali ini adalah pengenalan bahaya-bahaya di gunung hutan yang materinya dibawakan oleh pemateri dari Balai Taman Nasional Wasur serta pengaplikasian peralatan pindai direktion finder guna mencari keberadaan korban di tengah hutan yang mempergunakan alat pemancar signal marabahaya dengan pemateri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke.
Taufik ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, dalam posisi tertelungkup di tepian sungai Maro pada pukul 06.15 WIT. Ini hanya berkisar 15 menit sejak operasi pencarian di hari ke tiga ini dimulai
Darmawan, Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, dihubungi media ini mengungkapkan, pencarian terhadap korban dengan melakukan penyisiran sepanjang Sungai Maro tersebut belum membuahkan hasil.