- Advertisement -spot_img

TAG

SAR

Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang Kontak Saat Mencari Ikan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil.  Mereka kemudian melaporkannya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Kaimana.

Kapal Kandas di Perairan Poumako, 109 Orang Dievakuasi Tim SAR

Dikatakan, saat hendak kembali ke Poumako menggunakan kapal LCT Prima Jaya 128, kapal tersebut kandas di sekitar muara Poumako tepatnya perairan Naja dan mereka membutuhkan bantuan pertolongan evakuasi segera.

Tim  Rescuer Pos SAR Sarmi Berikan Dukungan BBM Kepada Speed Boad Roman Mandira

Pada pukul 16.54 Wit Tim SAR gabungan berangkat ke Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) Dengan personil sebanyak 8 orang dengan menggunakan 3 Speed dan membawa Pal Sar Air, PAL SAR Pendukung lainnya serta membawa BBM sebanyak 1 Ton ( Bantuan Pemda Sarmi)dengan estimasi waktu 2,5 jam ,cuaca di LKK cerah berawan kata Anton.

Kembangkan Ketrampilan, Sejumlah Siswa SMA/SMK Dilatih SAR

   "Pelatihan tersebut dapat membantu mengembangkan berbagai keterampilan tetapi juga membentuk kedisiplinan, konsentrasi, rasa solidaritas kebersamaan dan ketangkasan," kata Kepala Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Nur Jaya di Jayapura, Jumat.   

Upaya Pencarian ABK KM Farhan Sanjaya Dihentikan 

Alman menjelaskan bahwa  operasi pencarian ini ditutup karena sesuai dengan SOP pencarian hanya dapat dilakukan selama 7 hari. Dengan perhitungan  bahwa selama 7 hari tersebut kemampuan manusia bertahan hidup tanpa makan dan minum saat hanyut di laut.

Jatuh dari Kapal,  ABK KM Farhan Sanjaya Dilaporkan Hilang

Menurut Darmawan, jika  ditarik garis lurus dari dermaga Merauke, lokasi kejadian berjarak sekitar 87 kilometer ke arah selatan atau tidak terlalu jauh dari perbatasan perairan dengan negara Papua New Guinea (PNG).

Kantor Pencarian dan Pertolongan  Gelar Latihan SAR Operasi Gabungan 

    Tajuk utama latihan SAR gabungan tahun 2024 ini bertemakan teknik pertolongan di air. Tema ini dipilih mengingat dominasi kejadian kecelakaan di wilayah Merauke adalah di perairan. Sehingga latihan gabungan ini dipandang penting guna mengantisipasi dan meminimalisir jatuhnya korban kecelakaan laut.

Kepala Kampung Otakwa Ditemukan Selamat, Operasi SAR Ditutup 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan, Bernardus bersama beberapa penumpang yang ada di Long Boat yang dilaporkan hilang saat berlayar dari Poumako Timika menuju Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, Jumat 13 September 2024 itu telah tiba di Kampung Otakwa dalam keadaan selamat.

Valentino Ditemukan Meninggal Dunia

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna membenarkan, Valentino ditemukan oleh seorang anggota keluarganya yang ikut serta dalam pencarian sekitar pukul 10.45 WIT dengan lokasi penemuan sejauh 1,61 km dari tempat kejadian.    “Selanjutnya korban langsung dievakuasi menuju  rumah duka,” kata I Wayan dalam keterangan tertulis yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat malam. 

Seorang Anak Jatuh dari Dermaga Apung

“Adik korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya, bersama pihak kepolisian Polsek Atsj dan masyarakat setempat pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga sampai saat ini korban belum juga ditemukan,” kata I Wayan saat dikonfirmasi, Rabu sore. 

Overload dan Tertidur Saat Kapal Tenggelam

Kepala Kantor SAR Jayapura, Anton Sucipto, ST membenarkan informasi tersebut saat di hubungi Cenderawasih Pos. Ia mengatakan kurang lebih sebanyak 8 kru kapal ada di dalam kapal tersebut ikut tengelam. Untungnya semuanya bisa menyelamatkan diri. Delapan kru kapal tersebut adalah Capt Hiiman (42), Akuarius (53), La Bahtiar (38), Jhon Lee (27),  Herman (32), M Yusuf (35),  Imam Salahuddin (48)  dan Daetoho (38).

Banyak Korban, Posko SAR Perlu Dibangun di Holtekamp

   Menurut dia, jika selama ini sudah ada lahan untuk pembangunan Posko tim SAR BPBD, maka sudah pasti tim SAR akan tetap  stand by 24 jam untuk mengawasi aktivitas masyarakat di sepanjang pantai tersebut.

Korban Tenggelam di Jembatan Youtefa  Ditemukan

   Kepala Kantor SAR Jayapura, Anton Sucipto, ST membenarkan informasi tersebut, bahwa korban bernama, Yulius Wakum (47) berhasil ditemukan oleh tim SAR. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua menggunakan mobil jenasah Baznas Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan diserahkan ke pihak keluarga.

SAR Maksimalkan Pencarian Korban Tenggelam di Laut Dengan Drone

"Dalam menunjang dan mempermudah kerja kami saat mencari dan menolong korban yang tenggelam atau terseret ombak di laut, maka kami sudah menggunakan drone, karena dengan menggunakan drone kita bisa lihat kondisi awal di lokasi kejadian,"ungkapnya.

Terjatuh ke Kali Maro Remaja 17 Tahun Ditemukan  Tewas

Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke yang menerima laporan terkait dengan kejadian ini langsung merespon dengan menurunkan  2  alut air yakni Rigid Inflatable Boat dan sebuah speed boat untuk menuju ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian korban.

Korban Speed Terbalik Ditemukan Meninggal Dunia 

pencarian di hari keempat tersebut dilakukan sesuai dengan pembagian  area pencarian, SRU (Search, And rescue Unit.red) udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak melakukan penyisiran udara sejauh 3,7 km kearah pesisir muara Sungai Kumbe 2 dan juga 3,7 km kearah pesisir muara Kumbe 1.  SRU laut menggunakan perahu karet melakukan penyisiran di dalam sungai Kumbe.

Pantai  Holtekamp Kembali Menelan Korban

  Revan ditemukan tidak jauh dari lokasinya tenggelam usai enam jam dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan bersama pihak keluarga. Kasat Samapta Polresta Jayapura Kota Iptu Budiman Sianturi selaku Perwira Pengawas (Piket Perwira) Polresta Jayapura Kota saat dikonfirmasi membenarkan perihal ditemukannya korban Revan dalam keadaan meninggal dunia.

Speedboat Terbalik, 6 Selamat, 1 Korban Hilang

Dalam laporannya, Daniel merinci kronologis kejadian, pada Jumat sore itu bahwa sebuah speed boat berisi 7 orang pada pukul 14. 00 WIT mengantarkan logistik ke kapal Tug Boat yang berada di Muara Sungai Maro. Setelah itu, pada pukul 17.00 WIT,  speedboat kembali ke dermaga. Namun 30 menit setelah meninggalkan tug boat, mesin speed boat mengalami mati mesin dan terbalik.

Hingga Hari ke-3 Korban Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Timika, TNI AL dan masyarakat setempat menggunakan 1 unit perahu karet bermesin 30 PK melakukan penyisiran perairan Amar dengan memperhitungkan pasang surut air mengantisipasi jika korban telah terbawa arus pasang surut air perairan Amar.

Satu Korban Tenggelamnya KM Syukurillah Masih Belum Ditemukan

Setibanya KM Syukurillah di perairan Amar, kapal tersebut tenggelam. Dua diantara 15 penumpang kapal itu hilang dan 13 orang berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal asal Dobo, Kepulauan Aru, Maluku yang melintas.

Kapal Kayu Berpenumpang 15 Orang Tenggelam di Perairan Amar

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal yang memuat kayu dengan jumlah penumpang sebanyak 15 orang termasuk nakhoda itu, bertolak dari Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh menuju kota Timika kemudian tenggelam di perairan Amar.

Perhatikan Larangan dan Kondisi Cuaca, Agar Kecelakaan Laut bisa Diminimalisir

Kecelakaan kapal masih mewarnai pelayaran di Kabupaten Merauke. Berdasarkan catatan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke,  selama 6 bulan terakhir terhitung sejak Januari-Juni  2024, tercatat 10  laporan yang diterima oleh Kantor SAR Merauke.

Tim SAR Kembali Mencari Edi Prayitno

   Menurut Wayan Sutayana, guna mengefisiensikan waktu pencarian terhadap korban, Tim SAR Gabungan Timika menginap di Muara Iwura sekitara Kampung Ararau. “Karena kalau balik ke Timika jauh, jadi tim menginap di sana,” ujarnya.

8 Orang Selamat, 3 Meninggal, 1 Masih Dicari

  Operasi SAR ini dilaksanakan setelah tim SAR mendapatkan informasi dari lokasi kejadian bahwa salah satu korban dari Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua atas Aiptu Gunawan Wibisono yang menjabat sebagai Komandan Pos (Danpos) PT. Mutiara Alas Khatulistiwa (MAK) telah ditemukan dan satu korban lainnya masih dalam pencarian. 

Dihantam Ombak, Longboat Berpenumpang 13 Orang Terbalik

I Wayan menjelaskan, menurut laporan bahwa pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIT, longboat tersebut berangkat dari Timika tujuan Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh dengan perkiraan waktu sekira 6 jam perjalanan.

Operasi SAR Kapal LCT Cita XX Diusulkan Ditutup 

  “Yang nanti membantu dalam pencarian adalah dari Danlanal, bila mana ada kapal beliau nanti yang berpatroli dan ditemukan, nanti akan dilaporkan kemudian dari Danlanud dan Dansatgas udara akan melaksanakan pencarian di sela-sela pelaksanaan tugas,” tambah dia.

Keberadaan Kapal LCT Cita XX Misterius

  Sejak dilaporkan hilang kontak, Tim SAR langsung menggelar operasi pencarian hilangnya kapal yang membawa 12 orang  ini. Tim SAR gabungan diberangkatkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir jalur yang direncanakan dilalui Kapal LCT Cita XX, pada Sabtu, 20 Juli 2024. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Pencarian Kapal LCT Cita XX Jalur Udara Terkendala Cuaca

   Direncanakan, pesawat Boeing 737-200 Surveillance milik TNI AU akan melakukan penyisiran sejauh perairan Timika, Asmat dan Dobo dengan jangkauan pencarian yang lebih luas menggunakan kamera pesawat.

Kerahkan Pesawat Untuk Cari Kapal LCT Cita XX

Oleh karena itu, untuk mengefektifkan upaya pencarian, SAR meminta bantuan pesawat Boeing 737-200 Surveillance milik TNI Angkatan Udara (AU) membantu melakukan pencarian Kapal LCT Cita XX di hari keempat pencarian. Kapal yang hilang kontak ini, diketahui mengangkut material tower BTS milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). 

Bawa 12 Orang,  Kapal LCT Cita XX Hilang Kontak

  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Sutayana menyebut, kapal tersebut berangkat dari Mimika pada Senin 15 Juli 2024 dan dijadwalkan tiba di Yahukimo Kamis 18 Juli 2024. Namun, hingga saat ini kapal tersebut hilang kontak dan tak kunjung tiba di pelabuhan tujuan.

Nelayan di Pesisir Mimika Diminta Waspada Cuaca Buruk 

Wayan meminta agar para nelayan tidak memaksakan diri untuk pergi melaut saat cuaca memburuk. Hal ini dilakukan agar mengantisipasi hal-hal yanh tidak diinginkan.  “Memang hanya ramalan tapi bisa saja terjadi dan tidak,” kata Wayan.

La Darman, Korban Tenggelamnya Long Boat di Kaimana Belum Ditemukan 

“Pencarian yang telah memasuki hari ke 5 tersebut Tim SAR gabungan menggunakan 2 unit perahu karet dan 1 unit RIB 400 PK telah melakukan pencarian di lokasi yang dicurigai terdapat korban sesuai SARMAP PREDICTION yang dikirimkan oleh BCC (Basarnas Command Center)

ABK KM. Papua Jaya 02 Tak Ditemukan, Tim SAR Tutup Pencarian

Penutupan operasi SAR ini tepat pada hari keempat pencarian dan berdasarkan evaluasi bersama tim SAR bersama keluarga korban yang diwakili oleh agen pengelola kapal, setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. 

Diduga Jatuh Dari Kapal, ABK KM. Papua Jaya 02 Masih Dalam Pencarian

Charles menjelaskan, berdasarkan laporan dari pengelola kapal, bahwa pada rabu dini hari sekitar pukul 03.00 satu orang ABK KM. Papua Jaya 02 atas nama Muhammad Royani (43) diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Timika saat hendak buang air besar (BAB). 

Mati Mesin, Perahu Nelayan Berpenumpang 4 Orang Berhasil Diselamatkan 

Untungnya, salah satu dari penumpang perahu tersebut berhasil menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke sehingga keempat  nelayan tersebut berhasil diselamatkan.  Humas SAR Merauke Darmawan menjelaskan bahwa keempat nelayan tersbeut yakni Makmur (47), Acho (28), Ismail (32), dan Fajar (17). 

Korban Kedua Ditemukan di Bibir Pantai dan Langsung Dikebumikan

Posisi jenazah berusia 10 tahun ini bukan  mengapung di air namun sudah tergeletak di pinggir pantai tak jauh dari PLTD. Saat itu juga jenazah  langsung dibawa ke rumah duka atas kesepakatan keluarga.

Mandi-mandi di Pantai Holtekamp Dua Bocah Tenggelam

Masih banyak warga yang memilih pantai ini untuk berenang dan akhirnya pada Minggu (14/4) dua bocah dilaporkan mengalami kecelakaan laut atau tenggelam. Kejadian ini terjadi di Pantai Palong Holtekamp Distrik Muara Tami dimana dua anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi di pantai tersebut.

Sering Makan Korban, Pantai Holtekamp Patut Diwaspadai

   Untuk mengantisipasi peristiwa itu terulang, pihaknya akan membangun Pos SAR. Diharapkan Tim SAR dan juga dari BPBD dan tim terpadu dari kepolisian  tetap siaga setiap saat di sepanjang pantai ini, untuk mewaspadai jangan sampai ada korban tenggelam di pantai lagi.

Masyarakat Diminta Jangan Abaikan Imbauan Polisi

Melianus ini menambah panjang daftar nama korban yang tewas usai berenang di Pantai Holtekam. Dan sejak Januari hingga Maret ini tercatat sudah 4 korban yang meninggal. jenazah  Melianus ditemukan pertama kali oleh Dit Pol Air  Polda Papua sekira pukul 11.20 WIT usai menyusur perairan di Teluk Youtefa.

Pantai Holtekamp Makan Korban Lagi, Satu Hilang

Kepala Kantor SAR Jayapura Melkianus Kotta, mengatakan korban bersama seorang rekannya mandi di depan Hotel 88 Pantai Holtekamp Kota Jayapura, Senin (25/3), tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam.

Untuk Sementara Jangan Dulu Berenang di Pantai Holtekamp

“Bukan kami melarang tapi kami mengimbau agar untuk sementara jangan berenang dulu di Holtekamp. Kondisi ombaknya belum kondusif untuk digunakan berenang,” jelas Jafar di ruang kerjanya belum lama ini.

Seorang Anggota SAR Tewas Usai Terjatuh dari Tower

Namun naas, ia dan TY terjatuh dan akhirnya tewas. Kejadian ini terjadi pada Rabu (13/3). Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan  korban Tri Sudarno sempat dilarikan ke Rumah Sakit Yowari namun nyawanya tidak tertolong.

Korban Tenggelam di Pantai Holtekamp  Punya Lima Anak

Walaupun sudah satu hari lebih korban belum ditemukan, Saiful mengharapkan korban bisa ketemu dalam keadaan selamat.  "Mengingat korban sudah berkeluarga dan punya anak saya harapkan korban ditemukan dalam keadaan selamat, " kata Saiful.

Pantai Holtekamp “Makan” Korban Lagi

  Selanjutnya pada pukul 13.40 WIT rekan korban melaporkan ke Kantor SAR Jayapura terkait kejadian tersebut. Menyikapi laporan adanya korban tenggelam di pantai ini,  Tim SAR Jayapura mengerapkan  satu tim Rescue RB 222 bergerak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB, pada pukul 13.50 WIT.

Hingga Hari Keenam, Pencarian Terhadap Seorang ABK Cumi Masih Nihil   

Imbiri menjelaskan bahwa  pencarian tersebut masih akan dilanjutkan hingga hari ketujuh pencarian, yakni Selasa (20/02/2024). Jika dalam pencarian tersebut juga tidak ada tanda-tanda maka sesuai pencarian akan ditutup.   

Kualitas dan Kemampuan Pontesi SAR  Terus Ditingkatkan

Sebanyak 50 peserta yang berasal dari TNI,POLRI, Instansi pemerintah, Pramuka dan organisasi masyarakat mengikuti penutupan pelatihan ini. Kegiatan ditutup langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura Sunarto,S.IAN didampingi Oleh Observer dari pusat dan Kepala Sumber Daya yang juga  Ketua Panitia Pelatihan Iwan Gunawan,S.E.

22 Rescuer  SAR Jayapura Digembleng  Latihan  di Ruang Terbatas

"Kami melaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan sikap dan perilaku rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura dalam rangka kesiapsiagaan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,"ucapnya.

Bina Kemampuan Rescuer, Sar Gelar Latihan Satuan

Titik berat latihan kali ini adalah pengenalan bahaya-bahaya di gunung hutan yang materinya dibawakan oleh pemateri dari Balai Taman Nasional Wasur serta pengaplikasian peralatan pindai direktion finder  guna mencari keberadaan korban di tengah hutan yang mempergunakan alat pemancar signal marabahaya dengan pemateri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke.

Pemuda yang Jatuh di Jembatan Tujuh Wali-wali Ditemukan  Meninggal

Taufik ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, dalam posisi tertelungkup di tepian sungai Maro pada pukul 06.15 WIT. Ini hanya berkisar 15 menit sejak operasi pencarian di  hari ke tiga ini dimulai

Pencarian Korban Jatuh dari Jembatan Masih Nihil 

Darmawan, Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, dihubungi  media ini mengungkapkan, pencarian terhadap korban dengan melakukan penyisiran sepanjang Sungai Maro tersebut belum membuahkan hasil.

Latest news

- Advertisement -spot_img