Satu yang paling nampak adalah di depan ruko Senyum 5000 Hawai dimana dari pembuangan sampah di tengah jalan ini nyata mengganggu aktivitas kendaraan yang lewat, karena sulit lewat, kemudian menggangu kenyamanan warga karena dampak bau yang menyengat.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu mengatakan, Kabupaten Mimika merupakan salah satu kabupaten yang berkembang cukup pesat di Provinsi Papua Tengah dengan berbagai daya tarik dan potensinya.
Alhasil tak sedikit warga yang terkena malaria. Aksi pembersihan sampah dini digagas secara kolaborasi oleh Blue Ocean, Komunitas Gerakan Aksi Hijau Alam Rumah Papua (GAHARU), Rumah Bakau Jayapura, dan Gren Leadership Indonesia Kementrian Lingkungan Hidup. Disini terlihat laju sampah makin tak terkendali dan telah memberi dampak pada penduduk di pesisir.
Dia meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana terus waspada ketika terjadi cuaca ekstrem. "Daerah yang menjadi langganan banjir saat hujan ialah SMA Negeri 4 Jayapura, Dok V, Pasar Youtefa dan Kelurahan Ardipura," ujarnya.
Dan saat ini memang ada kendala dalam pengangkutan sampah di Kabupaten Jayapura, hal ini disebabkan dari 23 armada mobil operasional pengangkut sampah ada 6 armada mobilnya yang mengalami kerusakan dan saat ini sedang dilakukan perbaikan di bengkel oleh DLH Kabupaten Jayapura
"Untuk masalah sampah di Pasar Pharaa Sentani menjadi tanggung jawabnya Disperindag, kita sifatnya hanya mendukung karena Tupoksi soal kebersihan pengangkutan sampah diberikan langsung ke Disperindag,"bebernya.
Hal ini juga dikeluhkan masyarakat di wilayah itu, karena banyaknya sampah yang hampir setiap hari selalu bertambah. Tumpukan sampah ini juga terlihat lebih banyak di sekitar kawasan pemukiman tempat di mana pusat produksi ikan asar di Kota Jayapura.
Dijelaskan, seharusnya masyarakat bersyukur Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mengupayakan sebuah lokasi yang digunakan untuk TPA, agar tidak berpengaruh terhadap polusi maupun keluhan warga yang tinggal di TPS Doyo Lama. Sehingga dengan adanya pemindahan lokasi pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman, tidak menggangu aktivitas warga ini tentunya harus disambut baik oleh masyarakat.
Di kawasan itu juga merupakan salah satu kawasan cagar alam hutan bakau yang mana sementara ini juga sedang dibudidayakan melalui aksi-aksi penanaman oleh berbagai lembaga maupun komunitas sosial di Kota Jayapura. Kondisi ini tentunya sangat miris dan berbanding terbalik dengan kawasan tersebut yang sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata dan cagar alam manggrove.
Pasalnya, ada banyaknya keluhan dari masyarakat dan pedagang bahwa banyak sampah di pasar tidak terangkut dengan baik, maka hal ini diminta kepada DLH dan Dinas Perindag bisa sama-sama saling berkoordinasi dalam hal menjaga kebersihan di pasar termasuk dalam pengangkutan sampahnya.