Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota AKP Irene, Aronggear membenarkan penangkapan tersebut. Dirinya menuturkan, sekitar pukul 19.00 WIT anggota Opsnal Sat Narkoba Polresta Jayapura Kota mendapatkan Informasi bahwa ada seorang pria yang membawa narkotika jenis ganja di wilayah Hamadi Distrik Jayapura Selatan.
Kronologi kejadiannya, kata Kasat Narkoba berawal saat Sepeda motor Yamaha yang dikendarai Nardo Novaris melaju dari arah utara ke selatan di jalan poros Tanah Miring. Sesampainya di dekat RS Jenderal TNI LB Moerdani, menabrak pejalan Kaki Abu Tolib Binabunasar dan Ambrosiusyang saat itu sedang berdiri di atas badan jalan yang sedang memperbaiki sepeda motor milik mereka yang sedang rusak.
Ia meminta personel yang ada termasuk yang berstatus BKO untuk mengutamakan keselamatan pada masa akhir Pemilu. Personel yang ditempatkan juga harus siap dan sigap dengan situasi yang sewaktu – waktu bisa terjadi. “Jangan lengah meski situasi landai – landai dan aman,” wantinya.
Ini untuk menjaga keamanan dan kondusifitas kamtibmas pasca Pemilu 2024 di wilayah Boven Digoel. Kabag Ops AKP Hajarka menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan ketat dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencegah terjadinya gangguan terhadap logistik Pemilu maupun fasilitas PPD.
Kata Agus, Tim Resmob mendapat informasi bahwa salah satu pelaku berinisial LS sedang duduk di bawah pohon dekat tangga - tangga kompleks Paldam Gunung. Setelah itu tim langsung bergerak ke tempat yang dimaksud dan menemukan LS dan langsung melakukan penangkapan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Benny mengatakan kejadian berawal Rabu (14/2) sekira pukul 13.00 WIT dua personel Polres Dogiyai yakni Bripka Natalius Rumpaidus dan Bripda Ellon Isak Rumbrapuk yang datang ke Kantor Distrik Dogiyai dengan tujuan mengantarkan makanan untuk personel pengamanan TPS yang berada di Distrik Dogiyai.
Data yang dihimpun media ini menyebutkan berawal dari tetangga korban bernama Slamet Riyadi sekitar pukul 22.30 WIT mendengar suara ledakan yang berasal dari Rumah Korban Askun membuat Riyadi keluar dari rumahnya dan melihat api sudah membesar yang diikuti dengan ledakan beruntun.
Humas Polres Boven Digoel menyebut, pergeseran logistik lewat sungai ini diawali dari Pelabuhan Boven Digoel, dengan perwira pengendali Kasatpolairud Iptu Ino Sain sekaligus membackup Kapolsek Kouh.
Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Kriswandito, menjelaskan deklarasi Pemilu damai ini merupakan sarana komunikasi sosial dengan Muspida, tokoh agama, tokoh adat dan kompnen masyarakat dengan tujuan mengajak seluruh kompenen masyarakat untuk berpartisipasi melaksanakan Pemilu dengan damai.
Polisi memastikan tidak akan tinggal diam untuk menindak jika masih ditemukan ada toko yang dengan sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan. Jika kedapatan maka saat itu juga seluruh barang jualannya akan diangkut.